Liputan6.com, Jakarta Mewujudkan hunian impian tidak selalu harus mahal. Salah satu gaya desain interior yang sedang banyak digemari adalah Japandi — perpaduan elegan antara gaya Jepang dan Skandinavia. Japandi menghadirkan keseimbangan antara ketenangan, fungsionalitas, dan kehangatan, menciptakan suasana rumah yang sederhana namun berkelas. Menariknya, gaya ini bisa diterapkan tanpa perlu biaya besar, asalkan kamu tahu cara cerdas mengatur prioritas.
Gaya Japandi sendiri merupakan hasil dari filosofi wabi-sabi dari Jepang yang menghargai ketidaksempurnaan dan hygge dari Skandinavia yang menonjolkan kenyamanan. Keduanya berpadu menjadi desain yang menenangkan, minim ornamen, dan berfokus pada kualitas. Dengan sedikit kreativitas, rumah sederhana pun bisa berubah menjadi ruang penuh kedamaian dan estetika natural.
Liputan6.com akan mengulas tips menciptakan rumah Japandi dengan budget terbatas, berdasarkan inspirasi dari laman Kyuhyungcho.com dan Guinnesshomes.co.uk. Panduan berikut membantu kamu menghadirkan keanggunan Japandi tanpa perlu menguras tabungan, Senin (17/10/2025).
Advertisement
1. Pilih Palet Warna Netral dan Tenang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5383828/original/000794100_1760694657-rumah_japandi_low_budget_2.jpg)
Langkah pertama dalam menciptakan suasana Japandi adalah menentukan palet warna netral. Warna-warna seperti putih gading, abu muda, beige, dan krem menciptakan kesan lapang dan bersih. Warna netral juga menjadi latar sempurna bagi elemen alami seperti kayu dan tanaman.
Alih-alih mengecat ulang seluruh ruangan dengan cat mahal, kamu bisa memulainya dari area kecil seperti dinding aksen atau perabot tertentu. Gunakan aksesori berwarna lembut, bantal, tirai, atau karpet, untuk memberikan sentuhan hangat tanpa biaya besar.
2. Gunakan Material Alami yang Ekonomis
Ciri khas Japandi adalah penggunaan material alami. Namun, kamu tidak harus memakai kayu oak atau walnut yang mahal. Pilih bahan lokal yang terjangkau seperti bambu, pinus, rotan, atau kayu jati belanda.
Menurut Kyuhyungcho.com, material seperti bambu dan rotan bisa menciptakan kehangatan alami sekaligus mendukung prinsip keberlanjutan. Gunakan bahan ini untuk rak, meja kecil, atau kursi sederhana. Kombinasikan dengan tekstur lembut seperti linen atau katun untuk memperkuat kesan alami dan nyaman.
3. Berkreasi dengan DIY dan Upcycling
Salah satu tips menciptakan rumah Japandi dengan budget terbatas yang paling efektif adalah melakukan proyek DIY (Do It Yourself) dan upcycling. Misalnya, ubah peti kayu bekas menjadi meja kopi minimalis, atau cat ulang lemari lama dengan warna abu lembut agar sesuai dengan palet Japandi.
Guinness Homes menyarankan untuk mencoba membuat sendiri elemen dekoratif seperti rak gantung dari papan murah atau tirai linen dari kain sederhana. Selain hemat, hasil karya DIY memberikan nilai personal yang membuat rumah terasa lebih hangat dan autentik.
4. Cari Furnitur dari Thrift Store dan Marketplace
Furnitur adalah elemen penting dalam gaya Japandi. Namun, bukan berarti kamu harus membeli perabot baru. Carilah furnitur bekas di thrift store, garage sale, atau marketplace online. Fokuslah pada bentuk sederhana, fungsional, dan berwarna natural.
Menurut Kyuhyungcho.com, “quality over quantity” adalah prinsip utama Japandi — pilih sedikit perabot berkualitas baik daripada banyak barang murah yang cepat rusak. Misalnya, sofa bergaya rendah dengan kaki kayu, meja kayu polos, atau bangku multifungsi yang juga bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan.
Advertisement
5. Maksimalkan Cahaya Alami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5383829/original/069501100_1760694657-rumah_japandi_low_budget_4.jpg)
Cahaya alami adalah elemen penting dalam desain Japandi. Buka tirai lebar-lebar dan biarkan sinar matahari masuk. Kamu bisa mengganti gorden tebal dengan tirai linen tipis agar cahaya bisa menyebar lembut ke seluruh ruangan.
Selain menambah kesan lapang, pencahayaan alami juga mengurangi kebutuhan lampu di siang hari—cara sederhana untuk menghemat energi dan biaya. Untuk malam hari, gunakan lampu dengan cahaya hangat seperti lampu gantung minimalis atau lampu kertas Jepang (paper lantern) yang terjangkau namun tetap estetik.
6. Tambahkan Unsur Alam dan Tanaman Hias
Japandi mengajarkan pentingnya koneksi dengan alam. Letakkan tanaman hias kecil seperti snake plant, monstera mini, atau sukulen di sudut ruangan. Tanaman tak hanya mempercantik interior, tapi juga memberikan udara segar dan ketenangan visual.
Kamu juga bisa menggunakan elemen alam lain seperti batu, ranting kering, atau vas keramik sederhana. Prinsipnya, biarkan keindahan alami tampil tanpa banyak ornamen tambahan.
7. Fokus pada Kerapian dan Fungsionalitas
Japandi bukan tentang seberapa banyak dekorasi yang dimiliki, melainkan tentang keteraturan dan keseimbangan. Pastikan setiap benda punya fungsi jelas. Gunakan kotak penyimpanan rotan atau rak kayu terbuka agar barang tetap rapi tanpa terlihat penuh.
Untuk rumah kecil, terapkan konsep multi-function space — misalnya ruang tamu yang juga berfungsi sebagai ruang makan dengan pembatas visual seperti karpet atau perbedaan tekstur. Hal ini sejalan dengan filosofi minimalis: lebih sedikit barang berarti lebih banyak ruang untuk bernapas.
8. Terapkan Prinsip “Less is More”
Baik Guinness Homes maupun Kyuhyungcho.com menekankan bahwa kunci keberhasilan gaya Japandi terletak pada kesederhanaan. Hindari menumpuk dekorasi yang tidak perlu. Biarkan ruang kosong berbicara—itulah bagian dari keindahan wabi-sabi.
Ingat, tujuan akhirnya bukan menciptakan rumah mewah, tetapi menghadirkan kedamaian dan keseimbangan. Dengan kreativitas, ketelitian, dan pemanfaatan sumber daya lokal, gaya Japandi dapat tercapai dengan biaya minimal.
FAQ Seputar Rumah Japandi
1. Apa itu gaya Japandi?
Japandi adalah gabungan gaya Jepang dan Skandinavia yang menonjolkan minimalisme, fungsionalitas, dan nuansa alami. Ciri khasnya adalah ruang yang bersih, tenang, dan hangat.
2. Apakah gaya Japandi cocok untuk rumah kecil?
Sangat cocok. Prinsip Japandi fokus pada efisiensi ruang dan fungsionalitas. Rumah kecil bisa terasa lebih luas dengan tata letak sederhana dan warna netral.
3. Bagaimana cara menciptakan rumah Japandi dengan budget terbatas?
Gunakan furnitur bekas, lakukan DIY, pilih bahan alami lokal, dan manfaatkan pencahayaan alami. Fokus pada fungsi dan kesederhanaan.
4. Apakah warna-warna cerah boleh digunakan dalam rumah Japandi?
Warna cerah bisa digunakan sebagai aksen, tetapi sebaiknya tetap mempertahankan dominasi warna netral seperti putih, beige, atau abu muda agar nuansa tenang tetap terjaga.
5. Berapa biaya minimal untuk mewujudkan gaya Japandi di rumah?
Tergantung skala renovasi, namun kamu bisa mulai dari Rp3–5 juta dengan memanfaatkan DIY, upcycling, dan pembelian furnitur bekas berkualitas.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307986/original/033339200_1785125047-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T110150.449.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259429/original/010721900_1781500706-cek_fakta_cpns_PUPR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421569/original/046140800_1763950258-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-24T082534.482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5383827/original/013674800_1760694656-rumah_japandi_low_budget_1a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8950187/original/023590800_1782970467-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264373/original/052303700_1782108905-6342f6fd-d4dd-4bee-904b-316eebee200b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264354/original/054817500_1782108767-7c15c2cc-3d7d-4d37-aa06-c24f33d6518d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262797/original/021966600_1781848720-Koneksi_Harmonis_dengan_Alam.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580025/original/020082400_1778124390-3e2fb0fe-2e4a-4757-8f29-97005d62a154.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259840/original/070373100_1781515120-12174656543120145345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7239663/original/025043000_1780024387-Kisi_Kayu_Vertikal.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6100482/original/088622100_1778986396-ok.jpg)