Liputan6.com, Jakarta Bahasa tulis memerlukan alat bantu yang menjelaskan intonasi, jeda, dan struktur kalimat, itulah fungsi utama tanda baca. Dalam komunikasi tertulis, penggunaan tanda baca memegang peranan penting dalam membentuk kejelasan dan ketepatan makna. Sebagaimana disebutkan dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tanda baca tidak sekadar simbol, tetapi bagian esensial dalam ejaan.
Sebuah artikel ilmiah karya Ilmia Rajab (2017) berjudul Analisis Penggunaan Tanda Baca dalam Menulis Teks Laporan Hasil Observasi menekankan bahwa kesalahan penggunaan tanda baca dapat membuat pembaca salah menangkap maksud. Bahkan, satu koma yang salah tempat bisa menimbulkan kebingungan makna. Oleh karena itu, penguasaan tanda baca merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap penulis.
Penggunaan tanda baca tidak terbatas pada dunia akademik atau karya sastra. Dalam komunikasi sehari-hari seperti pesan singkat, media sosial, maupun email profesional, penggunaan tanda baca yang benar menjadi cerminan profesionalisme dan penghormatan terhadap bahasa. Berikut ulasan Liputan6.com tentang penggunaan tanda baca yang merujuk pada PUEBI online, Senin (28/7/2025).
Advertisement
1. Tanda Titik (.)
Tanda titik digunakan untuk mengakhiri kalimat pernyataan, memisahkan angka jam-menit-detik, hingga membatasi ribuan dalam angka jumlah.
Contoh:
- Mereka sedang belajar.
- Pukul 10.15.45
- Penduduk kota itu lebih dari 3.500.000 jiwa.
Catatan: Tanda titik tidak digunakan untuk mengakhiri judul, alamat surat, atau penomoran dalam daftar.
2. Tanda Koma (,)
Tanda koma berfungsi memisahkan unsur dalam pemerincian, memisahkan anak kalimat dari induk kalimat (jika berada di depan), dan memisahkan petikan langsung.
Contoh:
- Saya membeli apel, jeruk, dan mangga.
- Kalau sempat, saya akan datang.
- “Kita harus belajar,” kata ibu.
Catatan: Tidak digunakan jika induk kalimat berada di depan anak kalimat.
3. Tanda Titik Koma (;)
Tanda ini digunakan sebagai pemisah antara klausa dalam kalimat majemuk yang setara atau untuk memisahkan perincian yang kompleks.
Contoh:
- Ayah membaca koran; ibu menonton televisi.
- Syaratnya: (1) berusia 18 tahun; (2) memiliki KTP; dan (3) berdomisili tetap.
4. Tanda Titik Dua (:)
Digunakan setelah pernyataan yang diikuti perincian, atau setelah kata yang diikuti pemerian atau penjelasan.
Contoh:
- Kami membawa perlengkapan: pena, buku, dan tas.
- Ketua: Budi Hartono
5. Tanda Seru (!)
Mengakhiri kalimat seruan, perintah tegas, atau ungkapan emosi.
Contoh:
- Awas, jangan mendekat!
- Wah, luar biasa!
Advertisement
6. Tanda Tanya (?)
Digunakan pada akhir kalimat tanya atau dalam tanda kurung jika informasi diragukan.
Contoh:
- Siapa nama presiden pertama Indonesia?
- Dia lahir tahun 1925 (?)
7. Tanda Hubung (-)
Berfungsi menyambung kata ulang, penggalan baris, atau unsur yang dirangkai secara khusus.
Contoh:
- anak-anak
- 17-08-1945
- ber-evolusi
8. Tanda Pisah (—)
Menandai sisipan kalimat atau penekanan terhadap keterangan tambahan.
Contoh:
- Indonesia—tanah airku tercinta—adalah negara kepulauan.
- Raden Ajeng Kartini—pahlawan emansipasi—dikenang setiap April.
9. Tanda Petik (“”)
Digunakan untuk mengapit kutipan langsung, judul karya, atau istilah khusus.
Contoh:
- “Saya akan berangkat,” katanya.
- Lagu “Indonesia Raya” dikumandangkan.
10. Tanda Petik Tunggal (‘’)
Mengapit petikan dalam petikan, atau makna suatu istilah.
Contoh:
- “Apa kamu mendengar bunyi ‘tik-tik’ tadi?”
- noken ‘tas tradisional Papua’
11. Tanda Elipsis (…)
Menunjukkan ada bagian yang dihilangkan atau kalimat yang tidak selesai.
Contoh:
- Penyebab utama kemunduran itu ...
- “Jadi ... maksudmu ...”
12. Tanda Kurung ( )
Mengapit tambahan keterangan atau penjelasan dalam kalimat.
Contoh:
- Dia memiliki KTP (kartu tanda penduduk).
- Tahun ajaran (2019/2020) sangat menantang.
13. Tanda Kurung Siku [ ]
Digunakan untuk menyisipkan koreksi atau tambahan dalam teks asli yang dikutip.
Contoh:
- Rakyat men[d]engar proklamasi.
- Data tersebut [lihat Tabel 5] menjelaskan tren konsumsi.
14. Tanda Garis Miring (/)
Berfungsi sebagai pengganti kata "dan", "atau", dan menyatakan rentang waktu.
Contoh:
- Tahun ajaran 2023/2024
- Mahasiswa/mahasiswi
15. Tanda Penyingkat (Apostrof ’)
Menunjukkan penghilangan huruf atau angka.
Contoh:
- Dia 'kan datang. (‘kan = akan)
- Malam 'lah tiba. (‘lah = telah)
Advertisement
FAQ Seputar Tanda Baca
1. Apa akibat jika salah menggunakan tanda baca?
Kesalahan tanda baca bisa mengubah makna kalimat dan membuat pembaca bingung. Misalnya, “Ayo makan, Bapak!” berbeda makna dengan “Ayo, makan Bapak!”
2. Apakah tanda baca harus digunakan dalam chat atau media sosial?
Idealnya, ya. Meskipun tidak formal, penggunaan tanda baca yang benar membantu memperjelas maksud dalam komunikasi digital.
3. Apakah penggunaan tanda baca dalam PUEBI berlaku juga di jurnal ilmiah?
Ya. Penulisan ilmiah justru lebih ketat dalam penggunaan tanda baca sesuai PUEBI.
4. Apakah semua tanda baca harus dipelajari dan digunakan?
Tidak semua harus dipakai sekaligus, tetapi penting untuk memahami penggunaannya agar dapat menulis dengan benar dan efektif.
5. Apa perbedaan tanda petik dan tanda petik tunggal?
Tanda petik (“”) mengapit kutipan langsung atau judul karya, sedangkan tanda petik tunggal (‘’) mengapit petikan dalam petikan atau istilah asing/makna khusus.
Sumber Rujukan
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2015). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Permendikbud No. 50 Tahun 2015. https://puebi.kemdikbud.go.id/
- Ilmia Rajab. (2017). Analisis Penggunaan Tanda Baca Dalam Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pangkajene Kabupaten Pangkep.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4040044/original/033717900_1654139363-pexels-ketut-subiyanto-4132326.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259121/original/085743200_1781464083-063_2281573951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241643/original/000306500_1749004088-AP25154539148672.jpg)