Liputan6.com, Jakarta Penyakit asam urat kerap menjadi momok bagi banyak orang, terutama pria usia produktif antara 30 hingga 50 tahun. Rasa nyeri hebat yang datang tiba-tiba pada sendi, disertai pembengkakan dan kekakuan, bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan asam urat dalam darah, yang pada akhirnya memicu peradangan pada sendi.
Untuk meredakan keluhan tersebut, tersedia berbagai pilihan pengobatan, baik secara alami maupun medis. Obat asam urat umumnya bekerja dengan dua mekanisme utama: membantu mengurangi produksi asam urat dalam tubuh dan mempercepat pengeluarannya melalui urine. Beberapa obat juga berfungsi meredakan nyeri dan peradangan, sehingga gejala dapat lebih cepat teratasi.
Namun perlu diingat, tidak semua obat bisa dibeli secara bebas di apotek. Sebagian memerlukan resep dokter untuk memastikan penggunaannya sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. Oleh karena itu, penting untuk memahami jenis-jenis obat asam urat serta cara kerjanya, agar penanganan bisa lebih efektif dan tepat sasaran. Berikut obat-obat asam urat yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (6/4/2025).
Advertisement
1. Allopurinol (Zyloric, Alluric)
Allopurinol adalah salah satu obat paling umum diresepkan untuk penderita asam urat. Obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim xantin oksidase, yaitu enzim yang berperan dalam produksi asam urat dari purin. Dengan mengurangi produksi asam urat, risiko penumpukan kristal di sendi dapat ditekan. Allopurinol sangat dianjurkan untuk digunakan sebagai pengobatan jangka panjang, terutama bagi pasien yang sering mengalami serangan berulang. Meski tersedia dalam beberapa merek seperti Zyloric dan Alluric, penggunaannya tetap harus disesuaikan dengan anjuran dokter, terutama jika pasien memiliki riwayat gangguan ginjal.
2. Febuxostat
Febuxostat adalah alternatif dari allopurinol, khususnya bagi pasien yang tidak bisa mentoleransi efek samping dari allopurinol. Obat ini juga bekerja dengan menghambat enzim xantin oksidase untuk menurunkan kadar asam urat. Penggunaannya dimulai dari dosis rendah, biasanya 80 mg per hari, dan dapat ditingkatkan berdasarkan kebutuhan dan pantauan medis. Febuxostat cocok digunakan untuk terapi jangka panjang, tetapi pemakaiannya perlu hati-hati pada pasien dengan penyakit jantung atau gangguan hati.
3. Probenecid
Berbeda dari allopurinol dan febuxostat, Probenecid bekerja dengan meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urine. Obat ini cocok digunakan pada pasien yang memiliki kadar asam urat tinggi tetapi fungsi ginjal masih baik. Probenecid tidak dianjurkan digunakan saat sedang mengalami serangan akut, karena dapat memperparah nyeri sendi. Biasanya, pengobatan dimulai dari dosis 250 mg dua kali sehari, kemudian ditingkatkan jika diperlukan. Pemantauan rutin diperlukan untuk mencegah risiko batu ginjal.
Advertisement
4. Colchicine (Frigout)
Colchicine adalah obat yang efektif untuk meredakan gejala serangan asam urat akut. Obat ini bekerja dengan cara menekan aktivitas sel darah putih yang memicu peradangan di area sendi. Biasanya, colchicine diberikan saat gejala mulai terasa, dengan dosis awal 0.5–1.2 mg dan dilanjutkan setiap 2 jam hingga nyeri mereda atau muncul efek samping seperti mual atau diare. Karena termasuk obat keras, colchicine harus digunakan sesuai petunjuk dokter dan tidak boleh digunakan dalam jangka panjang tanpa pengawasan.
5. Meloxicam
Meloxicam merupakan salah satu obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang cukup efektif dalam meredakan nyeri dan peradangan akibat asam urat. Obat ini bekerja dengan menghambat produksi senyawa penyebab peradangan di tubuh. Selain nyeri, meloxicam juga membantu mengatasi kemerahan dan pembengkakan pada sendi. Karena memiliki beberapa kontraindikasi, seperti tukak lambung atau gangguan ginjal, penggunaannya harus berada di bawah pengawasan dokter. Dosis umum adalah 7.5–15 mg per hari, tergantung kondisi pasien.
6. Piroxicam
Sebagai bagian dari kelompok OAINS, piroxicam juga digunakan untuk mengatasi nyeri sendi saat serangan asam urat terjadi. Obat ini membantu meredakan kekakuan dan mengurangi peradangan. Piroxicam memiliki efek yang cukup kuat dan umumnya digunakan dalam jangka pendek. Dosis yang umum diberikan adalah 20 mg per hari. Seperti OAINS lainnya, piroxicam tidak dianjurkan untuk pasien dengan masalah lambung atau ginjal, dan harus dikonsumsi sesuai resep dokter.
7. Voltaren (Natrium Diklofenak)
Voltaren dikenal sebagai obat anti nyeri dan peradangan yang sering digunakan saat gejala asam urat menyerang. Kandungan natrium diklofenaknya bekerja dengan cara menekan sintesis prostaglandin, senyawa yang berperan dalam proses peradangan. Obat ini membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan pada sendi secara efektif. Namun, karena termasuk obat keras, penggunaannya memerlukan resep dokter dan tidak boleh dikonsumsi sembarangan, terutama pada pasien dengan riwayat penyakit lambung.
8. Cataflam (Kalium Diklofenak)
Cataflam merupakan versi lain dari diklofenak yang berbentuk kalium, sehingga lebih cepat diserap tubuh dan bekerja lebih cepat dalam mengatasi nyeri. Obat ini cocok digunakan saat serangan asam urat akut menyerang, terutama pada bagian sendi kaki. Dengan dosis 25–50 mg, 2–3 kali sehari, Cataflam mampu meredakan peradangan dengan efektif. Namun, penggunaannya tetap memerlukan resep dan pengawasan dokter, mengingat risiko efek samping seperti gangguan pencernaan, pusing, dan mual.
9. Paracetamol
Sebagai pereda nyeri ringan, paracetamol bisa menjadi pilihan awal saat gejala asam urat muncul. Meski tidak memiliki efek antiinflamasi seperti OAINS, paracetamol cukup aman digunakan, terutama bagi pasien yang memiliki gangguan lambung. Obat ini juga bisa dibeli bebas tanpa resep, dan penggunaannya harus sesuai dengan dosis yang tertera di kemasan. Namun, untuk gejala nyeri yang lebih berat, obat ini mungkin kurang efektif jika tidak dikombinasikan dengan terapi lain.
Advertisement
Kapan Penderita Asam Urat Harus ke Dokter?
Penyakit asam urat memang bisa terasa ringan pada awalnya, namun jika tidak ditangani dengan tepat, gejalanya bisa semakin parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi penderita untuk mengetahui kapan saat yang tepat untuk berkonsultasi ke dokter.
Langkah pertama yang disarankan adalah segera bertemu dokter ketika Anda pertama kali didiagnosis menderita asam urat. Diagnosis ini biasanya dilakukan melalui pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar asam urat di dalam tubuh. Jika hasilnya menunjukkan angka yang tinggi, maka konsultasi lanjutan diperlukan untuk menentukan jenis pengobatan yang paling sesuai.
Anda juga sebaiknya mengunjungi dokter ketika pengobatan mandiri di rumah tidak menunjukkan hasil yang membaik. Misalnya, jika sudah menggunakan obat pereda nyeri seperti paracetamol atau obat antiinflamasi tapi nyeri dan peradangan tetap berlanjut, ini bisa menjadi tanda bahwa kondisi memerlukan penanganan medis yang lebih serius.
Selain itu, jika Anda mulai mengalami gejala yang semakin berat—seperti sendi yang membengkak, kemerahan, terasa panas saat disentuh, hingga kesulitan bergerak—segera konsultasikan ke dokter. Gejala-gejala ini bisa menjadi pertanda bahwa serangan asam urat sedang berlangsung dan perlu ditangani lebih cepat agar tidak menyebabkan kerusakan sendi permanen.
Kunjungan ke dokter juga penting dilakukan bagi mereka yang sudah mengalami serangan berulang kali, atau bagi penderita yang memiliki kondisi penyerta seperti gangguan ginjal, diabetes, atau tekanan darah tinggi. Dalam kasus ini, pengelolaan asam urat harus dilakukan lebih hati-hati dan biasanya memerlukan pengawasan medis jangka panjang.
Selain berobat, dokter juga akan membantu Anda menyusun rencana pencegahan jangka panjang, termasuk anjuran pola makan rendah purin, peningkatan konsumsi air putih, dan menjaga berat badan ideal. Anda akan diarahkan untuk menghindari makanan dan minuman yang memicu asam urat, serta menerapkan gaya hidup sehat sebagai bagian dari pengobatan.
Kesimpulannya, jangan tunggu hingga gejala memburuk. Bila nyeri sendi terasa tak wajar, tidak kunjung reda, atau makin membatasi gerak, maka itu adalah waktu yang tepat untuk pergi ke dokter. Pemeriksaan dan penanganan sedini mungkin bisa membantu Anda terhindar dari komplikasi dan mempercepat proses pemulihan.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1461992/original/073125000_1483605195-TanyaDokter_Image_Mengobati-Asam-Urat-Sarden.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2811626/original/056782900_1558421178-dana-devolk-696161-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5742469/original/084932000_1778640331-Desain_Rumah_Sederhana_Rp_50_Juta_di_Desa_untuk_Lansia_Stroke_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672784/original/094908600_1778494889-Panen_dengan_Dicabut_Jika_Ingin_Tanam_Ulang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5021070/original/065972100_1732554680-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119614/original/001875100_1738589172-Asam_urat_12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5161658/original/071707900_1741847303-1741841239600_penyebab-asam-urat-tinggi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5536334/original/069898300_1774320330-unnamed__47_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5468878/original/018463100_1768029329-Gemini_Generated_Image_vwzc27vwzc27vwzc.png)