Liputan6.com, Jakarta Setiap Idul Fitri tiba, masyarakat Indonesia memiliki berbagai tradisi khas yang selalu dijalankan, salah satunya adalah Halalbihalal. Tradisi ini identik dengan momen silaturahmi, di mana orang-orang saling mengunjungi, bersalaman, dan bermaaf-maafan. Tidak hanya dilakukan di lingkungan keluarga dan tetangga, Halalbihalal juga berkembang menjadi ajang "open house" yang diadakan oleh instansi atau komunitas tertentu.
Menariknya, Halalbihalal adalah tradisi yang hanya ada di Indonesia. Meskipun Idul Fitri dirayakan oleh umat Muslim di berbagai negara, konsep Halalbihalal dengan bentuk dan makna seperti yang dikenal di Indonesia tidak ditemukan di tempat lain. Lantas, bagaimana sebenarnya sejarah lahirnya tradisi ini? Apa makna di baliknya?Â
Advertisement
Mari kita telusuri lebih dalam tentang asal-usul Halalbihalal yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Lebaran di Indonesia. Berikut ulasan lengkapnya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (3/4/2025).
Halalbihalal, Tradisi Lebaran Khas IndonesiaÂ
Halalbihalal merupakan salah satu tradisi khas Indonesia yang selalu hadir setiap Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini identik dengan momen silaturahmi, di mana masyarakat saling berkunjung ke rumah kerabat, teman, dan tetangga untuk bermaaf-maafan serta merayakan kebahagiaan Lebaran bersama.
Menariknya, meskipun Islam tersebar di berbagai negara, konsep Halalbihalal seperti yang dikenal di Indonesia tidak ditemukan di tempat lain. Bahkan, tradisi ini tidak berasal dari zaman Rasulullah saw. Halalbihalal benar-benar "made in Indonesia," diciptakan oleh umat Islam di Indonesia sebagai sarana untuk mempererat hubungan sosial dan persatuan.
Advertisement
Sejarah Halalbihalal, Berbagai Versi
Asal-usul Halalbihalal tidak memiliki satu versi yang pasti. Ada beberapa kisah yang dipercaya masyarakat mengenai bagaimana tradisi ini pertama kali muncul.
Sejarah Halalbihalal Versi Mangkunegara I
Menurut salah satu versi sejarah, tradisi Halalbihalal dirintis oleh Mangkunegara I, atau Pangeran Sambernyawa. Setelah salat Idulfitri, beliau mengadakan pertemuan di balai istana dengan para punggawa dan prajuritnya. Pertemuan ini dilakukan secara serentak untuk menghemat waktu, tenaga, dan biaya, serta diisi dengan tradisi sungkem atau saling memaafkan. Kebiasaan ini kemudian diadopsi oleh organisasi Islam dan berkembang dengan istilah Halalbihalal.
Sejarah Halalbihalal Versi Pedagang Martabak di Solo
Versi lain menyebutkan bahwa istilah Halalbihalal pertama kali muncul dari seorang pedagang martabak asal India yang berjualan di Taman Sriwedari, Solo, sekitar tahun 1935-1936. Pedagang ini mempromosikan dagangannya dengan menyebutkan, "Martabak Malabar, halal bin halal, halal bin halal." Seiring waktu, masyarakat mulai menggunakan istilah ini untuk menyebut aktivitas silaturahmi dan kunjungan ke Sriwedari pada hari Lebaran.
Sejarah Halalbihalal Versi KH Abdul Wahab Hasbullah dan Presiden Soekarno
Versi yang paling dikenal menyebut bahwa istilah Halalbihalal diperkenalkan oleh KH Abdul Wahab Hasbullah pada tahun 1948. Saat itu, Indonesia sedang menghadapi ketegangan politik pasca-kemerdekaan. KH Wahab menyarankan kepada Presiden Soekarno untuk mengadakan pertemuan silaturahmi di Hari Raya Idulfitri sebagai ajang rekonsiliasi politik. Soekarno pun mengundang tokoh-tokoh politik ke Istana Negara dalam acara bertajuk Halalbihalal, di mana mereka duduk bersama dan saling memaafkan.
Dari berbagai versi sejarahnya, satu hal yang pasti adalah Halalbihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang berakar pada semangat silaturahmi dan saling memaafkan di Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini terus berkembang hingga kini, tidak hanya dilakukan di lingkungan keluarga dan tetangga, tetapi juga di instansi pemerintahan, perusahaan, hingga komunitas yang mengadakan acara Halalbihalal sebagai bentuk kebersamaan.
Sebagai tradisi yang lahir dan berkembang di Indonesia, Halalbihalal menjadi bukti bagaimana budaya dan agama dapat berbaur serta menciptakan kearifan lokal yang memperkuat ikatan sosial masyarakat.
Makna Tradisi Halalbihalal
Meskipun terdengar seperti berasal dari bahasa Arab, istilah Halalbihalal sebenarnya merupakan istilah khas yang hanya digunakan di Indonesia. Kata ini tidak ditemukan dalam tradisi di negara-negara Arab, termasuk di Mekkah dan Madinah.
Kata halal dalam bahasa Arab berasal dari kata halla, yang memiliki tiga makna utama:
- Halla al-habl – Benang kusut yang terurai kembali.
- Halla al-maa’ – Air keruh yang diendapkan hingga jernih.
- Halla as-syai – Sesuatu yang menjadi halal.
Dari ketiga makna tersebut, dapat diinterpretasikan bahwa Halalbihalal berarti sebuah proses untuk mengurai kekusutan hubungan, menjernihkan kesalahpahaman, dan menghalalkan kembali apa yang sebelumnya dianggap salah. Dalam konteks sosial, istilah ini menggambarkan momen di mana seseorang saling memaafkan, sehingga hubungan yang mungkin sempat renggang dapat kembali harmonis.
Istilah Halalbihalal bukan berasal dari ajaran Islam di zaman Rasulullah saw., melainkan merupakan tradisi yang berkembang di Indonesia. Kata ini bahkan telah dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang mendefinisikannya sebagai "hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan."
Dalam praktiknya, Halalbihalal sering dilakukan dalam bentuk pertemuan formal maupun informal, baik di lingkungan keluarga, komunitas, hingga instansi pemerintahan. Acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan menciptakan suasana yang lebih harmonis setelah bulan Ramadan.
Makna dari Halalbihalal tidak sekadar tentang maaf-memaafkan, tetapi juga mencerminkan filosofi rekonsiliasi dan penyatuan kembali hubungan yang sempat terganggu. Dengan semangat Halalbihalal, masyarakat Indonesia tidak hanya merayakan Idulfitri tetapi juga memperkokoh hubungan sosial yang lebih erat dan penuh keikhlasan.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4461201/original/062506100_1686446588-cek_fakta_timnas_argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403519/original/004672300_1682054002-24699384_6993440_1_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315631/original/085066700_1782183105-AP26173665939735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370720/original/047083500_1759567179-Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258039/original/088971800_1781299445-AP26163759108481-Kanada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262481/original/011971700_1781803398-Croatia_s_Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9238165/original/069215800_1783129384-mes9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264340/original/096862300_1782107767-salah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9243416/original/040076400_1783136603-063_2284562735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5248356/original/073589100_1749606013-AP25162020726631.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9235541/original/012266500_1783127691-063_2284556932.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9233776/original/041944300_1783126285-000_B98N9AV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261569/original/090643200_1781746025-ghana_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534088/original/009315900_1773810042-Gemini_Generated_Image_8v22ek8v22ek8v22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3526740/original/095721400_1627701213-Jajan_Pasar_in_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530951/original/042364900_1773515230-unnamed-34.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537276/original/023264700_1774416921-Screenshot_2026-03-25_122842.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539558/original/008731100_1774604607-MC_Syawalan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5273370/original/061023200_1751619845-photo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5536332/original/038556700_1774320318-Foto1.jpeg)