Liputan6.com, Jakarta Lebaran selalu identik dengan berbagai tradisi khas di setiap daerah di Indonesia, termasuk masyarakat Betawi yang memiliki tradisi unik bernama Andilan. Tradisi ini merupakan bentuk gotong royong warga dengan menyembelih kerbau secara patungan dan membagikan dagingnya kepada masyarakat.
Andilan bukan sekadar ritual menyembelih hewan, tetapi juga simbol persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di kalangan warga Betawi. Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun, tetapi sayangnya mulai jarang ditemukan seiring dengan perubahan zaman dan berkurangnya lahan untuk menggembala hewan.
Lantas bagaimana sebenarnya prosesi Andilan ini dilakukan? Apa makna di balik tradisi ini, dan mengapa keberadaannya semakin jarang? Berikut ulasannya dirangkum Liputan6.
Advertisement
Apa Itu Tradisi Andilan?
Merujuk senibudayabetawi.com, Andilan merupakan tradisi gotong royong khas masyarakat Betawi yang biasanya sudah dimulai sejak menjelang Hari Raya Idulfitri. Secara bahasa diambil dari kata "Andil" yang artinya turut serta. Dalam pelaksanaannya, terdapat warga satu kampung yang membeli seekor kerbau dengan cara patungan untuk selanjutnya disembelih dan dagingnya dibagikan saat hari Lebaran tiba.
Kerbau yang dibeli biasanya dirawat bersama selama bulan Ramadhan. Warga bergantian merawat dan memberi makan, termasuk menjaga hewan tersebut. Setelah pemotongan, daging kerbau dibagikan kepada masyarakat luas, termasuk fakir miskin.
Makna utama dari tradisi ini adalah mempererat hubungan antarwarga serta menjaga semangat berbagi, terutama bagi mereka yang kurang mampu agar dapat menikmati daging saat hari raya. Saat proses penyembelihan seluruh warga berkumpul di lapangan dengan penuh kegembiraan di tengah suasana hari raya Idulfitri.
“Nanti sebelum bulan puasa kerbau itu akan mereka pelihara, mereka gemukkan selama bulan puasa. Mereka kasih makan yang baik (sebelum disembelih),” kata sejarawan JJ Rizal, mengutip Merdeka.com.
Advertisement
Proses Andilan: Dari Pembelian hingga Pembagian Daging
Tradisi ini biasanya dimulai satu hingga dua bulan sebelum Ramadhan. Dalam semangat gotong royong dan kebersamaan, warga di bawah satu koordinasi akan mengumpulkan dana secara kolektif untuk membeli seekor kerbau. Setiap keluarga yang ikut dalam patungan ini nantinya akan mendapatkan bagian daging saat Hari Raya Idul Fitri tiba, menjadikan momen tersebut lebih istimewa dan penuh berkah.
Proses tradisi Andilan ini terdiri dari beberapa tahapan, pertama, warga bersama-sama mengumpulkan uang untuk membeli kerbau. Biasanya, satu ekor kerbau ditanggung oleh sekitar 30 kepala keluarga, dan masing-masing keluarga akan menerima sekitar 4-5 kg daging. Setelah kerbau dibeli, hewan tersebut akan digembalakan di lapangan atau area terbuka yang telah disepakati. Selama bulan Ramadhan, warga bergantian merawat dan memberi makan kerbau tersebut, menunjukkan kerjasama dan tanggung jawab kolektif yang kuat di antara mereka.
Menjelang Lebaran, tepatnya dua hari sebelumnya, kerbau yang telah dirawat dengan baik ini akan disembelih. Dagingnya kemudian dibagikan kepada semua warga yang berpartisipasi dalam patungan tersebut, serta kepada kaum dhuafa di sekitar kampung. Dengan demikian, tradisi Andilan bukan hanya sekedar aktivitas berbagi daging, tetapi juga simbol kebersamaan dan kepedulian sosial yang sangat kental dalam budaya Betawi. Tradisi ini mengajarkan pentingnya saling berbagi dan membantu sesama, terutama di momen-momen penting seperti Hari Raya.
Makna dan Nilai Gotong Royong dalam Andilan
Tradisi Andilan tetap menjadi sebuah ritual yang kaya makna bagi masyarakat Betawi. Lebih dari sekadar acara pemotongan hewan, Andilan memiliki simbol kebersamaan dan gotong royong yang diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap tahunnya, tradisi ini menjadi momen di mana warga kampung berkumpul untuk membeli, merawat, dan menyembelih kerbau secara bersama-sama.
Andilan juga menjadi ajang penting untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan di antara warga. Terutama menjelang Lebaran, tradisi ini menjadi saat yang dinanti-nanti untuk berkumpul, berbagi cerita, dan memperkuat hubungan antarwarga. Tidak hanya mereka yang terlibat dalam iuran, tetapi juga mereka yang kurang mampu turut merasakan manfaat dari tradisi ini. Daging hasil Andilan dibagikan kepada warga yang membutuhkan, menunjukkan kepedulian sosial dan semangat berbagi yang tinggi dalam komunitas Betawi.
Sayangnya, tradisi ini mulai ditinggalkan oleh sebagian besar warga. Meski demikian, Andilan tetap menjadi pengingat akan pentingnya menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur yang telah menjadi bagian dari jati diri masyarakat Betawi.
"Andilan kan artinya ikut iuran untuk membeli kerbau, yang selanjutnya disembelih saat lebaran. Biasanya warga akan patungan secara paketan (lorisan) untuk melunasi kerbau yang dibeli sebelumnya,” terang seorang warga Jakarta
Advertisement
Upaya Pelestarian Tradisi Andilan di Era Modern
Meskipun mulai langka, ada beberapa komunitas Betawi yang berusaha menjaga keberlangsungan tradisi Andilan.
Beberapa langkah yang dilakukan untuk melestarikan tradisi ini antara lain:
- Mengadakan Festival Budaya
Beberapa wilayah di Jakarta mengadakan festival atau acara budaya untuk memperkenalkan kembali tradisi Andilan kepada generasi muda.
- Mengedukasi Masyarakat tentang Sejarah Andilan
Melalui berbagai kegiatan kebudayaan, sejarah dan makna Andilan kembali diperkenalkan kepada masyarakat luas.
- Mengadaptasi Tradisi dengan Konsep Modern
Jika sebelumnya warga patungan untuk membeli kerbau, kini beberapa komunitas melakukan patungan untuk membeli sapi atau kambing yang lebih mudah diakses di kota.
Dengan adanya upaya ini, diharapkan tradisi Andilan tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas budaya Betawi yang terus diwariskan ke generasi mendatang.
People Also Ask (PAA) – Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu tradisi Andilan dalam budaya Betawi?
Tradisi Andilan adalah kegiatan patungan warga untuk membeli, memelihara, dan menyembelih kerbau menjelang Lebaran, sebagai simbol kebersamaan dan kepedulian sosial.
Mengapa masyarakat Betawi melakukan tradisi Andilan?
Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk silaturahmi, gotong royong, dan berbagi daging kepada sesama menjelang Hari Raya Idulfitri.
Bagaimana proses tradisi Andilan dilakukan?
Warga mengumpulkan dana bersama, membeli kerbau sebelum Ramadhan, merawatnya bersama, lalu menyembelih dan membagikan dagingnya menjelang Lebaran.
Apakah tradisi Andilan masih dilakukan sampai sekarang?
Tradisi ini semakin jarang ditemukan, tetapi masih dilestarikan oleh beberapa komunitas Betawi di Setu Babakan, Rawa Belong, dan Kampung Pulo.
Apa makna utama dari tradisi Andilan?
Tradisi ini mencerminkan gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur atas rezeki yang diperoleh, serta menjadi wujud kepedulian terhadap sesama.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3864018/original/051307000_1737543005-WhatsApp_Image_2025-01-22_at_17.47.52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4084240/original/061769600_1657443580-Idul-Adha-Dunia-APAFP-10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371647/original/089298800_1476255507-DKI_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3864017/original/044019100_1738389296-1596670441577.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504503/original/041176000_1782425341-063_2283330296.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504502/original/063769000_1782425340-000_B8CR3CG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263472/original/073317600_1781931669-AP26171138768328-Paraguay_Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258126/original/033474700_1781320271-063_2281315144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263981/original/061969400_1782040041-063_2282521575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259732/original/038298000_1781511216-000_B7396ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258990/original/029859700_1781430570-AP26154680263164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260144/original/013036700_1781578034-AP26166147695589.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3239982/original/051533600_1600257706-20200916-Ojol-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8402168/original/090408000_1782284299-150771.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8407257/original/086618000_1782290240-150827.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4984754/original/005339500_1730215222-WhatsApp_Image_2024-10-29_at_22.12.38_16523bee.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2553049/original/031254200_1545301520-20181220-Solusi-Atasi-Kemacetan-Ibu-Kota-Tallo4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/717234/original/Jakarta_Cerah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8347035/original/007588100_1782220395-Udara.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264380/original/057071700_1782109109-IMG_1540__1_.jpeg)