Liputan6.com, Jakarta - Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam di seluruh dunia disunnahkan untuk menjalankan berbagai amalan saleh, salah satunya adalah puasa sunnah. Ibadah puasa ini menjadi bagian dari persiapan spiritual untuk menyambut hari raya kurban dengan hati yang bersih dan penuh keberkahan. Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, sebenarnya apa nama puasa sebelum Idul Adha dan bagaimana tata cara pelaksanaannya?
Memahami apa nama puasa sebelum Idul Adha beserta keutamaannya sangat penting bagi setiap Muslim yang ingin meraih pahala berlipat ganda di bulan Dzulhijjah. Puasa-puasa sunnah ini tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Advertisement
Puasa sebelum Idul Adha terdiri dari beberapa jenis puasa sunnah yang sangat dianjurkan, di antaranya adalah puasa Dzulhijjah, puasa Tarwiyah, dan puasa Arafah. Masing-masing puasa ini memiliki keutamaan tersendiri dan dilaksanakan pada waktu yang berbeda. Memahami perbedaan dan keutamaan masing-masing puasa ini akan membantu umat Islam untuk menjalankan ibadah dengan lebih optimal.
Berikut ini Liputan6.com ulas mengenai jenis puasa Hari Raya Idul Adha yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (13/6/2024).
Apa Nama Puasa Sebelum Idul Adha?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
Sebelum membahas lebih jauh mengenai jenis-jenis puasa sunnah sebelum Idul Adha, penting untuk memahami bahwa anjuran puasa sebelum shalat Idul Adha lebih tepat disebut sebagai sunnah, bukan kewajiban. Dalam Islam, terdapat perbedaan yang jelas antara hukum wajib dan sunnah. Puasa yang dimaksud bukanlah puasa wajib seharian penuh, tetapi menahan makan sejenak sebelum melaksanakan shalat Idul Adha.
Secara umum, apa nama puasa sebelum Idul Adha terdiri dari beberapa jenis puasa sunnah yang dilakukan di bulan Dzulhijjah. Puasa-puasa ini memiliki keutamaan yang besar dan sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menjalankan ibadah haji. Puasa-puasa tersebut meliputi puasa Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah), puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah), dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah).
Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam disunnahkan untuk menjalankan beberapa amalan tambahan sebagai bentuk persiapan menyambut hari raya yang penuh berkah ini. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah puasa sunnah sebelum Idul Adha. Puasa ini tidak hanya memberi manfaat spiritual, tetapi juga memiliki keutamaan yang luar biasa bagi mereka yang melaksanakannya.
Melansir dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional, setidaknya ada tiga macam puasa sunnah sebelum Idul Adha, yaitu Puasa Dzulhijjah, Puasa Tarwiyah, dan Puasa Arafah. Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai puasa sunnah sebelum Idul Adha, termasuk jenis-jenis puasa yang dianjurkan, waktu pelaksanaannya, serta niat dan tata cara pelaksanaannya.
Advertisement
Puasa Dzulhijjah Sebelum Idul Adha
Puasa Dzulhijjah adalah puasa sunnah yang dilakukan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, tepatnya pada tanggal 1-7 Dzulhijjah. Mengutip dari buku Cinta Shaum, Zakat, dan Haji yang disusun oleh Miftahul Achyar Kertamuda, puasa ini dilakukan sebanyak 7 hari pertama. Sementara pada hari kedelapan, umat muslim bisa mengerjakan puasa Tarwiyyah dan hari kesembilan bisa mengerjakan puasa sunnah Arafah.
Puasa Dzulhijjah memiliki keutamaan yang sangat besar karena setiap amal ibadah di sepuluh hari pertama Dzulhijjah sangat dicintai Allah SWT. Disebutkan dalam hadis yang berasal dari Ibnu Umar Ra tentang keutamaan puasa Dzulhijjah.
Rasulullah saw bersabda: "Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya dari pada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah)." (HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir)
Di hari kesepuluh yang bertepatan dengan pelaksanaan hari raya Idul Adha, umat muslim hanya diminta berpuasa hingga selesai melaksanakan salat Id. Setelahnya, tidak diperbolehkan melanjutkan puasa karena hukumnya menjadi haram. Puasa Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah) adalah sebagai berikut.
Bacaan niat puasa Dzulhijjah yaitu, “Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta’âlâ”. Artinya, “Saya niat puasa sunah bulan Zulhijah hari ini karena Allah ta’ala.”
Puasa Tarwiyah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3187902/original/089581000_1595477323-eid-al-fitr-concept-with-people-eating-table_23-2147799467.jpg)
Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilakukan di hari kedelapan bulan Zulhijjah. Menyadur buku Fikih Puasa oleh Ali Musthafa Siregar, puasa sunnah Tarwiyah termasuk puasa yang dilaksanakan setahun sekali. Alasan disebut Tarwiyyah karena jemaah haji pada hari tersebut dapat minum air dengan puas.
Selain itu, puasa ini disunnnahkan dari dua segi yakni kehati-hatian untuk hari arafah dan sebagai rangkaian puasa sunnah 10 hari pertama bulan Zulhijjah. Puasa Tarwiyah memiliki banyak keutamaan, dan dikaitkan dengan kisah Nabi Ibrahim AS yang merenung (tarwiyah) sebelum melaksanakan perintah Allah SWT.
Bagi umat muslim yang ingin melaksanakan puasa sunah sebelum Iduladha, berikut adalah jenis puasa, keutamaan, dan bacaan niat puasanya. Barangsiapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan, untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun.
Adapun bacaan niat puasa sunnah Tarwiyah yaitu, “Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ. Artinya: “Saya niat puasa sunah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’ala.”
Advertisement
Puasa Arafah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4777820/original/068462600_1710852148-Ilustrasi_sahur__buka_puasa__Islami__Ramadan.jpg)
Puasa Arafah adalah amalan puasa yang dilakukan di hari kesembilan bulan Zulhijjah. Umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji sangat dianjurkan untuk berpuasa pada hari tersebut. Sementara orang yang berhaji dan sedang melaksanakan wukuf dianjurkan untuk berbuka atau tidak berpuasa.
Hikmahnya agar umat muslim yang sedang melakukan wukuf semakin kuat dalam berdoa dan mengikuti sunnah Nabawiyah secara sempurna. Mengutip dari buku Pedoman Fikih Lengkap untuk Pesoalan Modern karya Aminol Rosid Abdullah dan Thoriq Aziz Jayana, anjuran puasa sunnah Arafah didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Abu Qutadah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa pada hari Arafah dapat menghapus dosa tahun yang telah berlalu dan tahun yang akan datang.” (HR. Muslim). Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Bacaan niat puasa Arafah yaitu, “Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ. Artinya, “Saya niat puasa sunah Arafah hari ini karena Allah ta’âlâ.” Peristiwa penting yang terjadi pada hari Arafah, yaitu Nabi Adam AS pada hari itu mengenal Sayyidatuna Hawa, Nabi Ibrahim AS mengetahui kebenaran mimpinya tentang perintah menyembelih anaknya Ismail AS, dan Malaikat Jibril mengenalkan Nabi Ibrahim tentang ibadah haji.
Keutamaan Puasa Hari Raya Idul Adha
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
Puasa pada tanggal 1-9 Dzulhijjah memiliki keutamaan khusus yang dijanjikan oleh Allah SWT kepada umat Muslim yang melaksanakannya dengan penuh keikhlasan. Berikut ini adalah detail keutamaan dari setiap hari puasa di awal bulan Dzulhijjah:
- 1 Dzulhijjah: Pada hari ini, Allah SWT mengampuni dosa-dosa Nabi Adam AS di Arafah. Orang yang berpuasa pada hari ini akan mendapatkan ampunan atas dosa-dosanya, seolah-olah mereka dibersihkan dari kesalahan dan diampuni segala dosa.
- 2 Dzulhijjah: Allah SWT mengabulkan doa Nabi Yunus AS dan membebaskannya dari perut ikan nun pada hari ini. Umat Muslim yang berpuasa pada tanggal ini akan mendapatkan pahala seakan-akan telah beribadah dan berpuasa selama satu tahun penuh tanpa melakukan maksiat, sebuah ganjaran yang sangat besar.
- 3 Dzulhijjah: Pada hari ini, Allah SWT mengabulkan doa Nabi Zakariya AS. Bagi mereka yang berpuasa, doa-doa mereka akan dikabulkan, memberikan harapan dan keyakinan bahwa Allah mendengar dan menjawab permohonan mereka.
- 4 Dzulhijjah: Hari ini menandai kelahiran Nabi Isa AS. Orang yang berpuasa pada hari ini akan dihilangkan kesusahannya dan akan dikumpulkan bersama orang-orang mulia pada hari kiamat, mendapatkan posisi terhormat di sisi Allah.
- 5 Dzulhijjah: Nabi Musa AS dilahirkan pada hari ini dan munajatnya dimuliakan oleh Allah. Mereka yang berpuasa akan terbebas dari sifat munafik dan dari siksa kubur, menjadikan hari ini penuh dengan keberkahan dan pengampunan.
- 6 Dzulhijjah: Pada tanggal ini, Allah SWT membukakan pintu kebaikan untuk semua nabi. Orang yang berpuasa akan dipandang Allah dengan penuh rahmat dan kasih sayang, mendapatkan perhatian dan perlindungan dari Allah SWT.
- 7 Dzulhijjah: Pintu neraka jahanam dikunci dan tidak akan dibuka hingga 10 Dzulhijjah. Umat Muslim yang berpuasa pada hari ini akan terhindar dari 30 pintu kesulitan dan kesusahan, serta akan dibukakan 30 pintu kemudahan bagi mereka, menjadikan hidup mereka lebih ringan dan penuh berkah.
- 8 Dzulhijjah: Dapat menghapus dosa setahun sebelumnya. Hal ini dijelaskan oleh ulama Malikiyah dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, “Untuk mendorong puasa di hari Tarwiyah, telah diriwayatkan bahwa pahala puasa di hari Tarwiyah dapat menyamai pahala puasa setahun penuh. Ulama Malikiyah menegaskan bahwa puasa di hari Arafah dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.”
- 9 Dzulhijjah: Dibebaskan dari neraka. Dari Abu Hurairah, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Sesiapa yang berpuasa pada hari Arafah, maka Allah akan membebaskannya dari neraka.'" (HR. Tirmidzi)
Advertisement
Jadwal Puasa Hari Raya Idul Adha 2025
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5051207/original/080163400_1734234398-pexels-bertellifotografia-29509460.jpg)
Menjelang Idul Adha 2025, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah sebagai bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Puasa sebelum Idul Adha mencakup puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah, yang masing-masing memiliki keutamaan tersendiri.
Puasa Dzulhijjah dimulai dari tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah, diikuti oleh puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah, dan puncaknya adalah puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Idul Adha sendiri dirayakan pada tanggal 10 Dzulhijjah, yang pada tahun 2025 diperkirakan jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025 .
Puasa Tarwiyah, yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, dipercaya memiliki keutamaan yang setara dengan puasa setahun penuh.
Sementara itu, puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah memiliki keutamaan yang paling utama, yaitu dapat menghapus dosa dua tahun, satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang . Namun, bagi jamaah haji, dianjurkan untuk tidak berpuasa pada hari Arafah karena mereka sedang melaksanakan wukuf di Arafah.
Berikut adalah rincian jadwal puasa sebelum Idul Adha 2025:
- Puasa Dzulhijjah (1–7 Dzulhijjah): Rabu, 28 Mei – Selasa, 3 Juni 2025.
- Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah): Rabu, 4 Juni 2025.
- Puasa Arafah (9 Dzulhijjah): Kamis, 5 Juni 2025.
- Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah): Jumat, 6 Juni 2025.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5146507/original/065305800_1740816587-Makan_saat_Berbuka.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257116/original/079220400_1781213800-000_B6TP7D2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264089/original/060388300_1782087027-000_B7TZ2WM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260275/original/078184800_1781584802-Hamza_Abdelkarim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4482816/original/057401700_1687846159-Kekhusyukan_jemaah_haji_panjatkan_doa_di_Jabal_Rahmah-AP__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3187902/original/089581000_1595477323-eid-al-fitr-concept-with-people-eating-table_23-2147799467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6928390/original/095302700_1779698423-11824465049152326948.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3141446/original/078371000_1591071405-15263.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210970/original/079171200_1746521381-4030a27f-cf92-4a92-baa9-034b02eeb77e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6196071/original/033486800_1779075609-Gemini_Generated_Image_qgai7cqgai7cqgai.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3343121/original/038184100_1610024393-asian-young-woman-praying-with-al-qur-prayer-beads_8595-1178.jpg)