Sukses

Kambing Terjebak di Menara Kastil Setinggi 30 Meter, Mengembik Tak Bisa Turun

Kambing ceroboh diharapkan sembuh setelah terjebak di puncak menara kuno.

Liputan6.com, Jakarta Mendaki tempat yang tinggi bisa berbahaya, baik untuk manusia maupun hewan. Sebuah kejadian dialami oleh seekor kambing yang keras kepala ingin mencoba menakhlukkan pulau-pulau di dunia dengan mendaki sebuah menara tinggi.

Memanjat dengan penuh keberanian, kambing pun bisa disebut sebagai sekelompok Spider-Men. Beberapa kambing gunung dapat memanjat tebing vertikal (dinding yang tinggi dan batuan sangat curam) dengan mudah. Begitu pula dengan kambing peliharaan biasa, ia bisa saja menjadi pemanjat yang sangat ahli.

Seekor kambing betina Irlandia baru-baru ini membuktikannya. Dilansir Liputan6.com dari Oddee, Rabu (12/6/2024), kambing muda itu berhasil memanjat puncak reruntuhan menara abad pertengahan, namun tidak bisa turun.

Setelah mengembik minta tolong selama berhari-hari di atas menara, operasi penyelamatan pun dilakukan. Evakuasi berlangsung dramatis karena beberapa kali gagal. Akhirnya, tim penyelamat pun berhasil menurunkan kambing tersebut.

Mereka menemukan alasan mengapa kambing itu tidak bisa turun sendiri, yakni karena kakinya patah. Kambing tersebut diperkirakan akan pulih sepenuhnya, sementara para profesional kesejahteraan hewan mencoba melacak pemiliknya.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Kambing terjebak dan tak berdaya

Kastil Northburgh, terletak di dekat kota Greencastle di utara Irlandia, adalah wisata lokal yang terkenal. Kastil Anglo-Norman ini dibangun pada tahun 1305 dan reruntuhannya yang ditumbuhi tanaman hias ivy masih berdiri hingga saat ini.

Namun pada tanggal 31 Mei, penduduk setempat mendengar sesuatu yang tidak biasa tentang keindahan bersejarah yang terlihat. Suara mengembik berasal dari reruntuhan kastil. Setelah ditelusuri, rupanya seekor kambing sedang berdiri di atas salah satu menara kastil setinggi 100 kaki atau sekitar 30 meter.

Hal tesebut bukanlah sesuatu yang luar biasa. Pasalnya, kambing memang suka memanjat ke tempat yang tinggi. Namun, kambing ini sepertinya tidak bisa turun sendiri.

Ketika penduduk setempat melihat kambing itu masih ada di sana keesokan harinya, mereka mulai curiga ada sesuatu yang tidak beres. Selain itu, suara mengembiknya terdengar mulai semakin tertekan.

Jadi, orang-orang baik di Greencastle mulai mencoba membujuk kambing itu untuk turun. Namun, hewan itu menolak untuk bergeming dan tetap diam di atas menara.

3 dari 4 halaman

Upaya evakuasi berlangsung dramatis

Selama akhir pekan, warga setempat melakukan beberapa upaya untuk mengambil kambing tersebut. Namun, reruntuhan menara itu berbahaya dan karena penduduk setempat bukan pendaki penyelamat profesional, mereka tidak berani naik ke atas.

Mereka meletakkan beberapa tangga dan papan di beberapa bagian menara yang terlihat masih kokoh. Namun, masih tidak beruntung. Empat hari kemudian, kambing itu masih mengembik tak berdaya di atas menara.

Pada titik ini, Masyarakat Irlandia untuk Pencegahan Kekejaman terhadap Hewan (ISPCA) memutuskan untuk terlibat. Organisasi kesejahteraan hewan telah mengetahui keberadaan kambing tersebut selama berada di menara, namun rencana awal mereka adalah menunggu hingga kambing tersebut turun dengan sendirinya.

4 dari 4 halaman

Kaki belakang kambing patah

Namun, setelah jelas bahwa kambing tersebut tidak akan turun, ISPCA langsung mengambil tindakan. Hewan tersebut kemungkinan besar mengalami dehidrasi parah pada saat ini dan membutuhkan bantuan profesional.

Dengan bantuan tim Penyelamat Gunung Donegal, inspektur pengawas ISPCA Kevin McGinley memanjat menara. Begitu dia mencapai kambing tersebut, dia menyadari bahwa hewan tersebut masih sangat muda – baru berusia delapan hingga sembilan bulan.

Tapi itu bukan alasan mengapa ia menolak untuk turun. Setelah ISPCA berhasil mendaratkan kambing tersebut dengan aman di tanah, mereka menyadari bahwa kaki belakangnya patah, mungkin karena terpeleset saat memanjat.

Kini, kambing tersebut – yang dijuluki Ivy yang diambil dari nama tanaman merambat yang menutupi menara – tinggal di pusat rehabilitasi ISPCA. Kabar baiknya adalah dia diperkirakan akan pulih sepenuhnya.

Sementara itu, ISPCA sedang mencoba mencari tahu siapa pemilik Ivy. Organisasi tersebut mengatakan bahwa jika mereka tidak dapat menemukannya, mereka akan memastikan dia pindah ke rumah baru, aman, dan yang terpenting ialah rumah tanpa menara.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.