Liputan6.com, Yogyakarta - Saat Iduladha tiba, jeroan menjadi salah satu bagian hewan kurban yang banyak diolah menjadi berbagai masakan khas Indonesia. Mulai dari gulai, sate, soto, hingga tongseng, jeroan memiliki cita rasa khas yang disukai banyak orang. Namun, tidak sedikit yang masih kesulitan mengolahnya karena aroma amis dan bau kuat yang sering muncul saat dimasak.
Padahal, jika diolah dengan benar, jeroan bisa menjadi hidangan yang lezat, empuk, dan tidak berbau menyengat. Kunci utamanya terletak pada proses pembersihan dan teknik pengolahan sejak awal. Banyak orang langsung memasak tanpa membersihkan jeroan dengan tepat sehingga aroma khasnya menjadi terlalu tajam.
Paijo, penjual sate kambing di Yogyakarta yang sudah delapan tahun mengolah jeroan untuk berbagai menu, mengatakan bahwa proses awal sangat menentukan hasil masakan.
Advertisement
“Kalau jeroan dibersihkan dan direbus dengan benar, baunya jauh berkurang dan rasanya malah lebih enak,” ujar Paijo.
Karena itu, penting memahami trik mengolah jeroan kurban agar hasil masakan lebih nikmat dan tidak membuat aroma menyengat di dapur.
1. Bersihkan Jeroan dengan Air Mengalir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7239877/original/052325600_1780024780-17674852802150296434.jpeg)
Langkah pertama yang paling penting adalah membersihkan jeroan secara menyeluruh. Jangan hanya membilas bagian luar, tetapi pastikan bagian dalam juga benar-benar bersih.
Untuk bagian seperti usus dan babat, proses pembersihan biasanya membutuhkan waktu lebih lama karena masih terdapat lendir dan sisa kotoran yang menempel.
Gunakan air mengalir agar kotoran lebih mudah terbuang. Beberapa orang juga menggunakan garam kasar untuk membantu membersihkan permukaan jeroan.
Pembersihan yang teliti akan sangat membantu mengurangi aroma amis sejak awal.
“Kalau membersihkannya benar, setengah bau amis itu sebenarnya sudah hilang,” jelas pria pemilik Warung Sate Paijo.
2. Lumuri dengan Jeruk Nipis atau Cuka
Jeruk nipis menjadi bahan sederhana yang sering digunakan untuk mengurangi bau amis pada jeroan. Kandungan asam alami di dalamnya membantu menetralisir aroma yang terlalu kuat.
Setelah dicuci bersih, lumuri jeroan dengan air jeruk nipis lalu diamkan beberapa menit sebelum dibilas kembali. Selain jeruk nipis, sedikit cuka juga bisa digunakan dengan cara yang sama.
Namun jangan terlalu lama merendam jeroan dalam bahan asam karena dapat memengaruhi tekstur dan rasa aslinya.
Cara sederhana ini cukup efektif untuk membuat aroma jeroan terasa lebih segar saat dimasak.
3. Rebus Dua Kali untuk Mengurangi Bau
Salah satu trik yang paling sering digunakan pedagang olahan jeroan adalah merebus jeroan lebih dari satu kali.
Rebus pertama bertujuan mengeluarkan darah, lemak, dan aroma kuat dari jeroan. Setelah itu, air rebusan dibuang lalu jeroan dicuci kembali sebelum direbus ulang dengan air baru dan rempah-rempah.
Metode ini memang membutuhkan waktu lebih lama, tetapi hasilnya membuat aroma jeroan jauh lebih ringan dan bersih.
Menurut Paijo, banyak orang melewatkan langkah ini sehingga bau amis masih tertinggal saat jeroan dimasak.
“Kalau air rebusan pertama tidak dibuang, biasanya aroma prengusnya masih terasa,” katanya.
4. Tambahkan Rempah-rempah Saat Merebus
Rempah-rempah memiliki peran besar dalam menghilangkan aroma tidak sedap pada jeroan. Selain memberi aroma lebih harum, rempah juga membantu membuat rasa jeroan lebih gurih.
Beberapa rempah yang sering digunakan antara lain:
- Jahe
- Lengkuas
- Daun salam
- Serai
- Daun jeruk
- Kayu manis
Kombinasi rempah ini membuat aroma amis tersamarkan dan menghasilkan kuah rebusan yang lebih sedap. Selain itu, rempah-rempah juga membantu mengurangi rasa enek saat jeroan disantap.
Advertisement
5. Buang Lemak Berlebih pada Jeroan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521797/original/003834200_1772700484-unnamed__65_.jpg)
Lemak yang terlalu banyak menempel pada jeroan dapat memperkuat aroma prengus saat dimasak. Karena itu, sebaiknya buang bagian lemak berlebihan sebelum proses perebusan.
Selain mengurangi bau, langkah ini juga membuat hasil masakan terasa lebih ringan dan tidak terlalu berminyak.
Meski begitu, sisakan sedikit lemak agar rasa gurih khas jeroan tetap terasa.
6. Gunakan Api Kecil Saat Memasak Bumbu
Setelah direbus, jeroan biasanya dimasak kembali menggunakan berbagai jenis bumbu khas Indonesia. Agar bumbu benar-benar meresap, gunakan api kecil saat memasak.
Memasak perlahan membantu bumbu masuk ke dalam tekstur jeroan sehingga rasa lebih kuat dan aroma amis semakin berkurang.
Bumbu seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, kunyit, dan cabai sangat cocok dipadukan dengan jeroan.
Semakin matang bumbu, semakin nikmat hasil akhirnya.
7. Jangan Memasak Terlalu Lama Setelah Empuk
Banyak orang berpikir semakin lama jeroan dimasak maka akan semakin enak. Padahal, memasak terlalu lama justru bisa membuat tekstur menjadi keras dan aroma khas jeroan kembali muncul.
Karena itu, setelah jeroan empuk dan bumbu meresap, sebaiknya segera matikan api agar teksturnya tetap lembut.
Pengaturan waktu memasak sangat penting agar hasil akhir tetap pas.
8. Simpan dengan Cara yang Tepat Sebelum Diolah
Jika jeroan belum langsung dimasak, simpan dalam wadah tertutup rapat di kulkas atau freezer.
Hindari membiarkannya terlalu lama di suhu ruang karena jeroan lebih cepat mengeluarkan aroma dibanding daging biasa.
Pisahkan juga jeroan dari bahan makanan lain agar bau tidak menyebar ke seluruh isi kulkas.
Mengapa Jeroan Memiliki Aroma yang Lebih Kuat?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4335995/original/089368600_1677210393-WhatsApp_Image_2023-02-24_at_9.52.10_AM.jpeg)
Sebelum mengetahui trik pengolahannya, penting memahami mengapa jeroan memiliki bau yang berbeda dibanding daging biasa.
Jeroan merupakan bagian organ dalam hewan seperti usus, babat, hati, paru, limpa, dan ginjal. Organ-organ ini memiliki fungsi biologis tertentu di dalam tubuh hewan sehingga aromanya cenderung lebih tajam dibandingkan daging otot biasa.
Selain itu, beberapa bagian jeroan masih menyimpan sisa lemak, darah, lendir, hingga kotoran jika tidak dibersihkan dengan benar. Hal inilah yang menjadi penyebab utama aroma amis atau bau prengus saat dimasak.
Proses penyimpanan yang kurang tepat juga bisa memperparah aroma tersebut. Jeroan yang terlalu lama berada di suhu ruang biasanya akan lebih cepat mengeluarkan bau menyengat dibanding daging biasa.
Karena itu, pengolahan jeroan membutuhkan perhatian lebih agar rasa dan aromanya tetap nikmat saat disantap.
Olahan Jeroan Favorit yang Banyak Disukai
Jika diolah dengan benar, jeroan bisa menjadi bahan utama berbagai hidangan khas Indonesia yang menggugah selera.
Beberapa olahan jeroan yang populer antara lain:
- Soto babat
- Gulai paru
- Sambal goreng ati
- Sate usus
- Tongseng jeroan
- Paru goreng
- Oseng mercon kikil
Rasa gurih khas jeroan sangat cocok dipadukan dengan bumbu rempah Nusantara yang kaya rasa. Tidak heran jika banyak orang justru menunggu bagian jeroan saat pembagian kurban karena dianggap lebih istimewa.
Mengolah jeroan kurban agar tidak bau dan lebih nikmat sebenarnya tidak terlalu sulit jika mengetahui teknik yang tepat. Mulai dari proses membersihkan, merebus, hingga penggunaan rempah-rempah sangat memengaruhi hasil akhir masakan. Dengan pengolahan yang benar, jeroan tidak hanya bebas bau amis, tetapi juga bisa menjadi hidangan lezat yang disukai seluruh keluarga saat Iduladha.
Pertanyaan Seputar Mengolah Jeroan Kurban
1. Kenapa jeroan kurban sering berbau amis atau prengus?
Bau amis pada jeroan biasanya berasal dari sisa darah, lemak, dan kotoran yang masih menempel. Jika tidak dibersihkan dengan benar, aroma khas jeroan akan semakin kuat saat dimasak. Karena itu, proses pencucian dan perebusan awal sangat penting sebelum jeroan diolah menjadi masakan.
2. Bagaimana cara membuat jeroan lebih empuk saat dimasak?
Jeroan bisa menjadi lebih empuk dengan cara direbus lebih dulu menggunakan api kecil dalam waktu cukup lama. Beberapa orang juga menambahkan daun salam, jahe, atau serai agar teksturnya lebih lembut sekaligus membantu mengurangi bau tidak sedap. Untuk bagian tertentu seperti babat atau paru, perebusan bertahap bisa membuat hasilnya lebih empuk.
3. Apakah jeroan harus dicuci berkali-kali?
Ya, jeroan sebaiknya dicuci beberapa kali menggunakan air mengalir hingga bersih. Bagian seperti usus bahkan perlu dibalik dan dibersihkan bagian dalamnya agar sisa kotoran benar-benar hilang. Setelah itu, jeroan bisa direndam sebentar dengan jeruk nipis atau cuka untuk membantu mengurangi aroma amis.
4. Bumbu apa yang cocok untuk menghilangkan bau jeroan?
Rempah-rempah seperti jahe, kunyit, lengkuas, serai, daun jeruk, dan daun salam sering digunakan untuk membantu mengurangi bau jeroan. Selain memberi aroma lebih segar, bumbu tersebut juga membuat rasa masakan jadi lebih gurih dan nikmat.
5. Jeroan paling enak dimasak menjadi apa?
Jeroan bisa diolah menjadi berbagai masakan lezat seperti soto, gulai, sambal goreng ati, sate, hingga tumisan pedas. Jika diolah dengan benar, tekstur jeroan bisa terasa empuk dan rasanya tidak kalah nikmat dibanding daging kurban biasa.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379728/original/080061400_1760356827-20251013_140108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033050/original/073846700_1580099128-20200127--Melihat-Tes-SKD-CPNS-di-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295706/original/066644800_1783939615-cek_fakta_-_prasetyo_hadi_umumkan_dana_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7239876/original/022356400_1780024780-15132255560848003884.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295860/original/053984200_1783972780-France_s_Ousmane_Dembele__7__celebrates_with_Kylian_Mbappe_and_jules_kounde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5111782/original/019814700_1738060856-000_36492MT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887490/original/081442300_1720552745-AP24191690613776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293528/original/019700700_1783732096-spa11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3491033/original/081375500_1624442715-000_APP2001111319916.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290659/original/010335100_1782151822-063_2282792467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5244923/original/021052000_1749267836-marc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8624685/original/076624500_1782618194-000_B8K274B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294310/original/071433600_1783829242-ar12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5103911/original/019441200_1737500040-WhatsApp_Image_2025-01-22_at_05.31.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261248/original/013047800_1781692075-es_krim_HL.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260977/original/072951100_1781670942-hl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486478/original/094414700_1769588326-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557116/original/062571400_1776318735-Gemini_Generated_Image_5fzy8t5fzy8t5fzy.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259881/original/054877500_1781517542-HL_es.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271648/original/098569700_1603099779-cute-3284412_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6494760/original/020749400_1779352007-unnamed__19_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5213826/original/029001200_1746699397-WhatsApp_Image_2025-05-08_at_10.47.37.jpeg)