Liputan6.com, Jakarta Lip tie adalah kondisi yang sering terjadi pada bayi, di mana terdapat jaringan yang terletak di pertemuan antara gusi dan bibir bagian dalam. Kondisi ini bisa membuat bayi mengalami kesulitan dalam menyusui atau minum susu dari botol. Lip tie umumnya terjadi akibat ketidaknormalan pertumbuhan jaringan di daerah tersebut.
Ciri-ciri lip tie pada bayi bisa dilihat dari bentuk bibirnya. Jika bibir bayi terlihat seperti terikat dan tidak dapat mengangkatnya dengan sempurna, maka kemungkinan besar bayi mengalami lip tie. Selain itu, bayi dengan lip tie juga biasanya memiliki masalah dalam mengunci bibirnya saat mencoba menyusui atau minum susu.
Advertisement
Jika lip tie tidak diobati, bayi dapat mengalami berbagai masalah kesehatan seperti gangguan berat badan, bayi rewel karena tidak puas setelah menyusui atau minum susu, serta risiko infeksi pada puting ibu ketika menyusui.
Untuk menyembuhkan lip tie pada bayi, beberapa langkah bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan melakukan tindakan pemotongan jaringan yang terlalu panjang, atau mengurangi tekanan yang terjadi akibat lip tie. Berikut ini penyebab lip tie yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (4/3/2024).Â
Â
Mengenal Apa Itu Lip Tie dan Gejalanya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2553000/original/078933800_1545298424-baby-2387661_960_720.jpg)
Lip tie atau perlekatan bibir didefinisikan sebagai keberadaan jaringan yang bersifat mengikat, atau dikenal sebagai frenulum atau frenum yang menghubungkan gusi bagian atas dengan bibir atas. Frenulum ini merupakan bagian normal yang dapat ditemui pada mulut setiap individu. Klasifikasi lip tie dapat bervariasi, tergantung pada derajat perlekatan yang terjadi.
Frenulum dapat melekat mulai dari bagian atas maksila (rahang atas) hingga ke bagian bawah, meluas hingga langit-langit. Meskipun variasi anatomis ini masih dapat dianggap sebagai normal, evaluasi utama seharusnya difokuskan pada fungsi dan apakah kondisi ini memengaruhi kemampuan bayi dalam menyusui.
Hingga saat ini, belum terdapat bukti yang meyakinkan mengenai pengaruh lip tie terhadap kemampuan bayi menyusu. Lip tie yang kaku mungkin dapat menghambat gerakan bibir atas saat bayi menyusu, tetapi perlekatan dan posisi lidah yang tepat lebih berpengaruh terhadap kemampuan bayi dalam menyusui dan mengosongkan payudara.
Bibir memiliki peran penting dalam menciptakan segel di sekitar puting payudara, sehingga udara tidak masuk dan menyebabkan bayi mengalami kembung (aerophagia). Untuk membentuk segel ini, bibir atas sebaiknya berada dalam posisi netral atau sedikit terpuntir, sementara bibir bawah harus terpuntir ke luar.
Penting untuk dicatat bahwa ketika bayi tampak menyusu dengan kedua bibir terpuntir ke luar, itu bisa menjadi kompensasi karena perlekatan yang kurang baik. Perlu diingat bahwa tidak semua bayi yang mengalami kesulitan menyusui memiliki lip tie, serta pemotongan frenulum lip tie tidak selalu menjamin perbaikan keluhan menyusu.
Beberapa gejala yang mungkin terlihat bersamaan antara lain frenulum yang terlihat tebal dan kurang elastis, bayi rewel saat menyusu, bunyi berdecak saat menyusu, kenaikan berat badan yang tidak memadai, hingga kesulitan bayi dalam mempertahankan perlekatan yang baik pada payudara.Â
Advertisement
Faktor Penyebab dan Ciri-Ciri Pada Bayi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4710366/original/087958300_1704787566-pexels-anna-shvets-3845291.jpg)
Faktor penyebab terjadinya Lip tie masih menjadi suatu misteri hingga saat ini, meskipun beberapa kondisi seperti Kindler Syndrome, Opitz Syndrome, dan Van der Woude Syndrome diketahui memiliki keterkaitan dengan keberadaan Lip Tie pada lidah dan bibir.
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik atau keturunan juga dapat berperan dalam kemunculan Lip tie. Beberapa ahli juga menemukan kasus bayi dengan Lip tie yang memiliki riwayat ibu mengonsumsi kokain selama kehamilan.
Berbicara mengenai ciri-ciri Lip tie pada bayi dan balita, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para orangtua. Pertama, perhatikan kualitas pelekatan saat bayi menyusu. Jika terdengar bunyi "klik" saat Si Kecil menyusu, mungkin itu merupakan indikasi bahwa bayi kesulitan melakukan pelekatan yang baik, yang dapat menyebabkan kehilangan puting secara terus-menerus.
Selain itu, pertimbangkan juga proses tumbuh kembang Si Kecil. Kenaikan berat badan yang lambat dan buruk dapat menjadi tanda adanya Lip tie. Durasi menyusu yang lama dan seringnya ASI bocor dari mulut bayi juga bisa menjadi pertanda. Beberapa bayi dengan Lip tie mungkin mengalami refluks dan iritabilitas yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kebahagiaan mereka.
Meskipun ciri-ciri ini dapat memberikan petunjuk, penting untuk diingat bahwa tidak semua bayi dengan Lip tie akan menunjukkan gejala yang sama. Seiring dengan itu, konsultasi dengan ahli pediatrik atau spesialis laktasi dapat membantu orangtua mendapatkan pemahaman yang lebih mendala, mengenai kondisi ini serta menentukan langkah-langkah yang tepat, untuk perawatan dan penanganan yang diperlukan.
Mengatasi Lip Tie
Hingga saat ini, terdapat keterbatasan bukti untuk mendukung tindakan pemotongan lip tie. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa frenulum bibir memiliki lebih banyak pembuluh darah daripada frenulum lidah (tongue tie). Selain itu, terdapat kemungkinan bahwa setelah pemotongan, frenulum bibir dapat melekat kembali dengan tingkat yang lebih tinggi, terutama karena bibir memiliki gerakan yang relatif lebih sedikit dibandingkan dengan lidah.
Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan si Kecil, ukuran rahang atas juga akan meningkat. Ini berarti frenulum yang awalnya melekat di bagian bawah rahang atas akan mengalami tarikan alami seiring pertumbuhan dan akhirnya tidak lagi menjadi hambatan bagi pertumbuhan gigi seri atas.
Adanya tindakan pemotongan lip tie yang disebut frenotomy, mungkin perlu dipertimbangkan apabila orang tua memiliki kekhawatiran terkait risiko terjadinya diastema, atau celah antara kedua gigi seri atas ketika anak mencapai usia 11-12 tahun, yaitu pada periode ketika gigi sudah berubah menjadi gigi permanen.
Dalam konteks ini, keputusan untuk melakukan frenotomy sebaiknya didasarkan pada pertimbangan medis yang matang dan konsultasi dengan ahli pediatrik atau spesialis ortodonti. Pengamatan terhadap perkembangan gigi si kecil serta evaluasi risiko dan manfaat dari tindakan ini, dapat membantu dalam membuat keputusan yang tepat untuk kesejahteraan jangka panjang anak. Penting untuk selalu memahami bahwa setiap tindakan medis termasuk frenotomy, harus dilakukan dengan pertimbangan yang cermat dan berdasarkan kebutuhan spesifik masing-masing kasus.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051581/original/016118100_1677134088-161278196_728489364509279_1743616452774133653_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4758312/original/032016900_1709260314-matt-walsh-Ch3Nv5wRBm4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259121/original/085743200_1781464083-063_2281573951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241643/original/000306500_1749004088-AP25154539148672.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258799/original/021874200_1781411244-brasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8658507/original/009732800_1782681457-000_B8LH2L7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8512971/original/012018800_1782436430-000_B8CY2VE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8623031/original/006534100_1782616032-063_2283182531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8660431/original/044103500_1782685503-Canada_s_Stephen_Eustaquio.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659951/original/005175900_1782684619-000_B8LH2KW.jpg)