Liputan6.com, Jakarta Sholat Syuruq merupakan ibadah sholat sunnah yang dilaksanakan dua rakaat. Artinya adalah sholat yang apabila dikerjakan akan mendatangkan pahala, jika ditinggalkan tidak dosa. Lantas apa bacaan niat sholat Syuruq.
Sholat Syuruq juga dikenal dengan istilah sholat Isyraq. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa sholat Syuruq sama dengan sholat Dhuha. Namun, kedua ibadah sunnah tersebut memiliki perbedaan pada waktu pelaksanaan.
Hal ini sama seperti arti dari kata syuruq sendiri yakni waktu terbit matahari. Syuruq merujuk pada akhir waktu Subuh yang dimulai saat fajar pertama kali terlihat di horison timur dan berakhir ketika matahari mulai terbit (Syuruq). Sama seperti sholat sunnah pada umumnya, sholat Syuruq juga diawali dengan membaca niat.
Advertisement
Mengutip kajian yang diunggah di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sholat sunnah Syuruq atau isyraq merupakan salah satu sholat sunnah yang diyakini apabila dilakukan maka akan mendapatkan ganjaran setara dengan melakukan ibadah haji atau umrah.
Dalam beberapa kasus, masih ada perselisihan di tengah masyarakat baik berkaitan dengan istilah sholat sunnah syuruq atau isyraq itu sendiri, berkaitan dengan niat sebelum shalatnya, dan juga ada yang berkaitan dengan landasan ataupun ganjaran dari sholat sunnah Syuruq atau Isyraq tersebut.
Berikut Liputan6.com ulas mengenai bacaan niat sholat Syuruq beserta waktu pelaksanaan, tata cara, dan doanya yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (13/6/2025).
Bacaan Niat Sholat Syuruq
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3992315/original/063152400_1649689564-pexels-michael-burrows-7129609.jpg)
Bacaan niat sholat Syuruq merupakan salah satu tata cara mengerjakan sholat sunnah tersebut. Seperti pada sholat wajib dan sunnah yang lainnya, sebelum mengerjakan sholat Syuruq diwajibkan membaca niat sholat Syuruq dalam hati. Berikut ini bacaan niat sholat Syuruq sebagaimana diterangkan Syaikh Nawawi dalam Nihayatuz Zain,
أصلى سنة الإشراق ركعتين لله تعالى
Arab-latin: Ushalli sunnatal isyraq rak’ataini lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah isyraq dua rakaat karena Allah.”
Advertisement
Waktu Pelaksanaan Sholat Syuruq
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4463244/original/094524400_1686574543-syed-aoun-abbas-e7DEidxrfDU-unsplash.jpg)
Dikutip dari buku yang berjudul Raih Pahala Haji Umroh Setiap Hari (2020) karya Muhammad Andhyka Afrianto, menjelaskan bahwa sholat Syuruq adalah sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan setelah terbit matahari. Namun yang perlu menjadi perhatian adalah waktu pelaksanaan sholat Syuruq. Meskipun namanya Syuruq artinya terbita, sholat ini dikerjakan hanya ketika matahari sudah meninggi, kurang lebih satu tombak dalam pandangan mata, kurang lebih 15 menit setelah matahari terbit. Sebab ketika matahari tepat di garis terbit, maka umat Muslim dilarang melakukan sholat Syuruq.
Perlu digaris bawahi bahwa pelaksanaan sholat Syuruq sebelum pelaksanaan sholat Dhuha. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa waktu Syuruq berbeda dengan waktu Dhuha. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis berikut:
“Ketika matahari terbit dan mulai naik (satu atau dua tombak) maka Rasulullah SAW berdiri dan sholat dua rakaat; dan ketika matahari mulai menjulang tinggi dari arah timur dalam seperempat siang maka beliau sholat empat rakaat.” (HR. At-Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah)
Mengutip buku berjudul Shalat-Shalat Tathawwu' Himpunan Shalat-Shalat Sunnah (2020) karya David Muhammad sholat Syuruq dikerjakan secara berurutan, setelah sholat Subuh melakukan dzikir-dzikir lalu saat matahari terbit (kira-kira 15 menit setelahnya) maka segera berdiri menjalankan sholat Syuruq. Sedangkan sholat Dhuha boleh dikerjakan secara terpisah dari sholat Subuh. Dalam artian, setelah sholat Subuh, kita diperbolehkan beraktivitas dan melakukan berbagai hal. Kemudian sholat Dhuha lebih utama dilakukan ketika terik matahari telah memanas sekitar pukul 10 pagi.
Para ulama sendiri berbeda pendapat perihal waktu pelaksanaan sholat Syuruq. Imam Al-Ghazali menyatakan bahwa sholat Syuruq memiliki perbedaan waktu dengan sholat Dhuha. Tetapi ulama lain menyatakan bahwa sholat Syuruq tidak lain adalah sholat sunnah Dhuha.
Tata Cara Sholat Syuruq
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4324237/original/062137400_1676416680-masjid-pogung-dalangan-zcJIoMCFNwM-unsplash.jpg)
Mengutip jurnal berjudul Analisis Ilmu Falak Tentang Pelarangan Waktu Salat dipublikasikan di Hisabuna|Volume 4, Nomor 2, Juni, 2023 dijelalskan diantara syarat sahnya salat ialah mengetahui bahwa waktu salat telah tiba. Maka dari itu sangat penting untuk mempelajari dan memperhatikan segala hal yang terkait dengan waktu salat. Pasalnya dalam hal ini merupakan kewajiban dalam menunaikan salat, terkait pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Sebagaimana yang disebut dalam firman Allah swt QS. An-Nisa’ ayat 103 yang artinya :
"Apabila kamu telah menyelesaikan salat, berzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah salat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin."
Sebagai panduan dalam melaksanakan sholat Syuruq, berikut tata cara sholat Syuruq yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sholat pada umumnya.
- Membaca niat sholat Syuruq. Bacaan niat sholat Syuruq ini telah dijelaskan pada paragraf di atas.
- Takbiratul ihram
- Membaca surah al-Fatihah dilanjutkan salah satu surah dalam Al-Qur’an (Dianjurkan surah Ad-Dhuha)
- Rukuk
- Iktidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua rakaat pertama
- Berdiri dan mengulang urutan di atas dari awal membaca Surah al-Fatihah, kemudian dilanjutkan membaca salah satu surah dalam Al-Qur’an (dianjurkan surah As-Syarh), hingga sujud kedua.
- Duduk tasyahud akhir.
- Mengucapkan salam, menoleh ke kanan dan kiri.
Advertisement
Bacaan Doa Setelah Sholat Syuruq
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3113926/original/035440400_1588046203-salat_taubat.jpg)
Berikut ini bacaan doa setelah sholat Syuruq dan artinya yang bisa anda amalkan, yakni:
اَللّهُمَّ يَا نُوْرَ النُّوْرِ بِالطُّوْرِ وَكِتَابٍ مَسْطُوْرٍ فِيْ رِقٍّ مَنْشُوْرٍ وَالبَيْتِ المَعْمُوْرِ، أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ نُوْرًا أَسْتَهْدِيْ بِهِ إِلَيْكَ وَأَدُلُّ بِهِ عَلَيْكَ وَيَصْحَبُنِيْ فِيْ حَيَاتِيْ وَبَعْدَ الْاِنْتِقَالِ مِنْ ظَلاَم مِشْكَاتِيْ، وَأَسْأَلُكَ بِالشَّمْسِ وَضُحَاهَا وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا، أَنْ تَجْعَلَ شَمْسَ مَعْرِفَتِكَ مُشْرِقَةً بِيْ لَا يَحْجُبُهَا غَيْمُ الْأَوْهَامِ وَلَا يَعْتَرِيْهَا كُسُوْفُ قَمَرِ الوَاحِدِيَّةِ عِنْدَ التَّمَامِ، بَلْ أَدِمْ لَهَا الْإِشْرَاقَ وَالظُهُوْرَ عَلَى مَمَرِّ الْأَيَّامِ وَالدُّهُوْرِ. وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتِمِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللهم اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِإِخْوَاِننَا فِي اللهِ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا أَجْمَعِيْنَ.
Arab-latin: Allâhumma yâ nûrannûri bit thûr wa kitâbim masthûrin fî riqqim mansyûrin wal baitil ma’mur, as-aluka an tarzuqanî nûran astahdî bihi ilaika wa adullu bihi ‘alaika wa yashhabunî fi hayâtî wa ba’dal intiqâli min dhalâmi misykâtî, wa as-aluka bissyamsi wa dhuhâha wa nafsin wa mâ sawwâha, an taj’ala syamsa ma’rifatika musyriqatam bî lâ yahjubuhâ ghaimul auhâmi walâ ya’tarîhâ kusûful qamaril wâhidiyyati ‘indat tamâm, bal adim lahâl Isyraqa wad dhuhûra ‘alâ mamarril ayyâmi wad duhûr. Wa shallillâhumma ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin khâtamil anbiyâ-i wal mursalîn. Wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. Allâhummaghfir lanâ wa liwâlidîna wa li-ikhwâninâ fillâhi ahyâ-an wa amwâtan ajma’în.
Artinya: “Ya Allah, Wahai Cahayanya Cahaya, dengan wasilah bukit Thur dan Kitab yang ditulis pada lembaran yang terbuka, dan dengan wasilah Baitul Ma'mur, aku memohon padamu atas cahaya yang dapat menunjukkanku kepada-Mu. Cahaya yang dapat mengiringi hidupku dan menerangiku setelah berpindah (ke alam lain; bangkit dari kubur) dari kegelapan liang (kubur) ku. Aku meminta kepada-Mu dengan wasilah matahari beserta cahayanya di pagi hari, dan dengan jiwa dan kesempurnaannya, agar Engkau menjadikan matahari ma’rifat kepada-Mu yang seperti matahari cerahnya bersinar menerangiku, tidak tertutup oleh mendung-mendung keraguan, tidak pula terlintasi gerhana pada rembulan kemahaesaan di kala purnama. Tapi jadikanlah padanya selalu bersinar dan selalu tampak, seiring berjalannya hari dan tahun. Berikanlah rahmat ta'dzim Wahai Allah kepada junjungan kami Muhammad, sang pamungkas para nabi dan rasul. Segala Puji hanya milik Allah Tuhan penguasa alam. Ya Allah ampunilah kami, kedua orang tua kami serta kepada saudara-saudara kami seagama seluruhnya, baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal." (Nawawi al-Jawi, Nihâyatuz Zain, halaman 103).
Q & A
Apa itu sholat syuruq?
Sholat Syuruq adalah sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan setelah matahari terbit sempurna. Sholat ini memiliki keutamaan seperti pahala haji dan umrah yang sempurna jika dikerjakan dengan niat ikhlas dan setelah duduk berdzikir sejak Subuh.
Kapan waktu pelaksanaan sholat syuruq?
Waktu pelaksanaan sholat syuruq dimulai sekitar 12–15 menit setelah matahari terbit (syuruq). Biasanya sekitar pukul 06.00–06.30 pagi, tergantung wilayah. Sholat ini dikerjakan setelah menunggu waktu larangan sholat usai.
Apa niat sholat syuruq dalam bahasa Arab, latin, dan artinya?
Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ الشُّرُوقِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatasy-syuruqi rak‘ataini lillaahi ta‘aalaa
Artinya: Aku niat sholat sunnah Syuruq dua rakaat karena Allah Ta‘ala.
Apakah ada bacaan doa khusus setelah sholat syuruq?
Tidak ada doa khusus yang wajib setelah sholat syuruq. Namun, dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa seperti: "Allahumma ajirnii minan naar" (Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka) Dan membaca dzikir pagi hari seperti tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan ayat Kursi.
Apa keutamaan sholat syuruq?
Dalam hadits riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang sholat Subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir sampai matahari terbit, lalu sholat dua rakaat, maka ia akan mendapatkan pahala seperti haji dan umrah yang sempurna."
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316075/original/017563100_1785912131-cek_fakta_-_OJK_pinjaman_online__pinjol_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315947/original/020958800_1785905048-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T114257.981.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180934/original/084797400_1743849572-20250405-Monas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3133356/original/057751000_1589952396-shutterstock_1713389647.jpg)