6 Doa untuk Orang Meninggal: Waktu Terbaik dan Cara Mengirim Doa yang Benar

Ketahui bacaan doa untuk orang meninggal lengkap dengan waktu terbaik memanjatkannya agar almarhum mendapat ampunan dan rahmat dari Allah SWT.

Diperbarui 05 Juni 2025, 12:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Doa untuk orang meninggal merupakan amalan penting dalam agama Islam. Tujuannya adalah mengirimkan doa tulus bagi mereka yang telah berpulang, memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT. Doa ini menjadi wujud penghormatan, kasih sayang, serta harapan agar almarhum atau almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Doa khususon almarhum berisi harapan untuk mengungkapkan rasa hormat dan kasih sayang kepada almarhum. Doa ini juga menjadi permohonan ampunan dan rahmat dari Allah SWT. Dalam doa khususon almarhum ayah, ibu, suami, istri, anak laki-laki, dan anak perempuan, bagian "Khushuushon ilaa ruuhi" digunakan untuk mengarahkan doa kepada roh mereka.

Tradisi membaca doa untuk orang meninggal umumnya dilakukan untuk orang tua, kerabat, dan juga ahli kubur yang sudah meninggal. Praktik ini mencerminkan keyakinan bahwa doa dari orang yang masih hidup dapat memberikan manfaat bagi orang yang telah wafat, seperti pahala amal kebajikan, doa, istighfar, dan sedekah yang diniatkan untuk mayit, melansir dari penelitian berjudul Konsep Doa Untuk Orang Meninggal Menurut Ulama Tafsir Indonesia oleh Afifatus Sa'adah dari UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Kamis (5/6/2025).

Doa Saat Ada Orang Meninggal

Kematian adalah hal pasti dialami setiap makhluk hidup. Sebagai sesama manusia, kita perlu menunjukkan empati dan memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. Salah satu caranya adalah dengan mendoakan orang yang meninggal.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, "Apabila seseorang telah meninggal dunia, seluruh amalnya akan terputus kecuali 3 hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya." (HR Muslim). Hadits ini menekankan pentingnya doa untuk orang meninggal sebagai salah satu amalan yang pahalanya terus mengalir.

Saat ada orang lain yang meninggal, terutama sesama muslim, sudah seharusnya kita mendoakan dan melafalkan doa untuk orang meninggal. Melansir dari dompetdhuafa.org, salah satunya adalah mengucap:

Innalillahi wa innailaihi raajiuun.

Artinya: Sesungguhnya semua ini hanyalah milik Allah, dan hanya kepadanya kami kembali.

Selanjutnya diikuti lafadz:

Allahummaghfirli wa lahu wa’qibni minhu ‘uqba hasanah.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah diriku dan dia serta berikan kepadaku darinya pengganti yang lebih baik.”

Dimulai Menyebut Nama Alhmarhum

Doa khususon almarhum adalah bagian penting dari tata cara berdoa untuk orang yang sudah meninggal. Menurut Ansyary dalam bukunya berjudul Fiqih Kontroversi Jilid 2, cara doa khususon almarhum adalah dimulai dengan menyebutkan nama almarhum. Lalu, diikuti dengan membaca bacaan khusus "illa ruhi" serta disusul dengan membaca Surat Al-Fatihah.

Tujuan membaca doa khususon almarhum adalah untuk memastikan bahwa doa yang disalurkan kepada ahli kubur menjadi lebih sempurna dan sampai pada tempat yang tepat.

Meskipun terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama, mayoritas sepakat bahwa doa khususon almarhum yang dikirimkan untuk orang yang telah meninggal memiliki potensi untuk sampai ke ahli kubur. Oleh karena itu, praktik membaca doa dan ayat-ayat Al-Qur'an bagi almarhum sangat dianjurkan.

Banyak umat Muslim mengamalkan doa khususon almarhum yang dikhususkan kepada orang tua yang telah meninggal. Sebagai tambahan, terdapat hadis yang menyatakan bahwa doa anak untuk orang tua adalah tindakan yang terus memberikan pahala, meskipun orang tua telah meninggal dunia.

"Jika seseorang telah meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang saleh." (HR. Muslim)

 

Umum untuk Tahlilan

Tradisi membaca doa khususon almarhum sering ditemui dalam berbagai acara tahlil, nantinya seorang imam atau individu tertentu membacakan doa khusus. Namun sebenarnya, penting bagi seluruh umat Muslim untuk mengetahui dan memahami cara mengirimkan doa khususon almarhum, bukan hanya imam tahlil.

“Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad dari Abu Darda' RA)

Dalam ajaran Islam, orang tua dihormati dan dianggap sebagai pintu gerbang menuju surga. Hal ini mengingatkan untuk terus mendoakan mereka setelah kepergiannya. Seperti yang diungkapkan dalam hadis, setiap muslim memiliki pilihan untuk menjaga dan menghormati orang tua, atau meninggalkan pintu surga yang telah diberikan kepada setiap umat manusia.

1. Khususon Almarhum Ayah

Doa khususon almarhum atau almarhumah memiliki peran yang penting dalam praktik keagamaan umat Islam. Dalam buku berjudul Merayakan Khilafiyah Menuai Rahmat Ilahiah yang diterbitkan oleh LKIS Pelangi Aksara, diberikan panduan yang jelas tentang cara menggirim doa untuk orang meninggal atau khususon almarhum.

Khushuushon ilaa ruuhi abii ... (sebut namanya) bin ... (sebut nama ayahnya).

Allahumaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu, lahul faatihah.

Artinya:

"Terkhusus untuk ruhnya ayahku ... (sebut namanya) putranya ... (sebut nama papanya). Ya Allah, ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah."

2. Khususon Almarhum Ibu

Ini doa untuk orang meninggal khususnya ibu:

Khushuushon ilaa ruuhi ummii ... (sebut namanya) binti ... (sebut nama ayahnya).

Allahumaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafihaa wa’fu ‘anhaa, lahal faatihah.

Artinya:

"Terkhusus untuk ruhnya ibuku ... (sebut namanya) putrinya ... (sebut nama ayahnya). Ya Allah, ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah."

3. Khususon Almarhum Suami

Ini doa untuk orang meninggal khususnya suami:

Khushuushon ilaa ruuhi zaujii ... (sebut namanya) bin ... (sebut nama ayahnya).

Allahumaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu, lahul faatihah.

Artinya:

"Terkhusus untuk ruhnya suamiku ... (sebut namanya) putranya ... (sebut nama ayahnya). Ya Allah, ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah."

 

 

4. Khususon Almarhum Istri

Ini doa untuk orang meninggal khususnya istri:

Khushuushon ilaa ruuhi zaujatii ... (sebut namanya) binti ... (sebut nama ayahnya).

Allahumaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafihaa wa’fu ‘anhaa, lahal faatihah.

Artinya:

"Terkhusus untuk ruhnya istriku ... (sebut namanya) putrinya ... (sebut nama ayahnya). Ya Allah, ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah."

5. Khususon Almarhum Anak Laki-Laki:

Ini doa untuk orang meninggal khususnya anak laki-laki:

Khushuushon ilaa ruuhi ibnii ... (sebut namanya).

Allahumaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu, lahul faatihah.

Artinya:

"Terkhusus untuk ruhnya putraku ... (sebut namanya). Ya Allah, ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah."

6. Khususon Almarhum Anak Perempuan:

Ini doa untuk orang meninggal khususnya anak perempuan:

Khushuushon ilaa ruuhi ibnati ... (sebut namanya).

Allahumaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafihaa wa’fu ‘anhaa, lahal faatihah.

Artinya:

"Terkhusus untuk ruhnya putriku ... (sebut namanya). Ya Allah, ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah."

Bagaimana Cara Kirim Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal?

Mengirim doa untuk orang meninggal dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan membaca doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW saat ziarah kubur. Doa-doa ini mengandung permohonan ampunan, rahmat, dan keselamatan bagi ahli kubur.

Selain itu, kita juga dapat mengirimkan doa dengan membaca Al-Fatihah, Surat Yasin, atau ayat-ayat Al-Qur'an lainnya, serta menghadiahkan pahalanya kepada almarhum atau almarhumah. Amalan-amalan ini diyakini dapat memberikan manfaat bagi mereka yang telah meninggal, melansir dari Penelitian ini menyarankan agar institusi pendidikan dan keagamaan lebih aktif dalam mengajarkan pentingnya doa dalam kehidupan keluarga oleh Prof. Ahmad Fauzi dari Universitas Gadjah Mada.

 

Apakah Doa Bisa Sampai ke Orang yang Sudah Meninggal?

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai apakah doa dapat sampai kepada orang yang sudah meninggal. Namun, mayoritas ulama berpendapat bahwa doa dari orang yang masih hidup dapat memberikan manfaat bagi orang yang telah wafat.

Pendapat ini didasarkan pada dalil-dalil Al-Qur'an dan hadits yang menunjukkan bahwa amalan orang yang masih hidup, seperti doa, sedekah, dan haji, dapat dihadiahkan kepada orang yang telah meninggal dan pahalanya akan sampai kepada mereka.

 

Kapan Waktu Terbaik Mendoakan Orang Meninggal?

Tidak ada waktu khusus yang ditetapkan untuk mendoakan orang meninggal. Namun, ada beberapa waktu yang dianggap lebih utama, seperti saat ziarah kubur, setelah shalat fardhu, pada malam Jumat, atau pada bulan Ramadhan.

Selain itu, mendoakan orang tua yang telah meninggal juga sangat dianjurkan, terutama pada saat-saat tertentu seperti Hari Ibu atau Hari Ayah. Mendoakan orang tua merupakan bentuk bakti anak kepada orang tua meskipun mereka telah tiada.

 

Apa Manfaat Membaca Doa untuk Orang Meninggal?

Membaca doa untuk orang meninggal memiliki banyak manfaat, baik bagi yang mendoakan maupun bagi yang didoakan. Bagi yang mendoakan, amalan ini dapat meningkatkan keimanan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menjadi ladang pahala.

Sementara bagi yang didoakan, doa untuk orang meninggal diyakini dapat memberikan manfaat dan meringankan beban mereka di alam kubur. Ini merupakan bentuk penghormatan, kasih sayang, dan amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir kepada almarhum atau almarhumah.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6