Liputan6.com, Jakarta - Saat momen Idul Adha tiba, olahan daging sapi menjadi primadona di berbagai rumah tangga Indonesia. Salah satu resep yang tetap bertahan dan digemari lintas generasi adalah rawon daging sapi.
Masakan berkuah hitam pekat ini tidak hanya menggoda dari tampilannya, tetapi juga dikenal memiliki cita rasa khas yang mendalam berkat racikan bumbunya yang kompleks, terutama keberadaan picung atau kluwak yang menjadi kunci utama. Di banyak daerah, rawon kerap dihidangkan sebagai menu istimewa setelah pemotongan hewan kurban.
Advertisement
Lebih dari sekadar penambah rasa, bumbu rawon daging sapi rupanya menyimpan potensi fungsional sebagai pengawet alami. Hal ini didukung oleh penelitian Emmawati dan Aswita dari IPB University (1998) berjudul Pengaruh Kandungan Picung dalam Bumbu Rawon terhadap Aktivitas Antimikroba pada Sistem Pangan, yang menunjukkan bahwa picung memiliki aktivitas antimikroba signifikan terhadap bakteri seperti Bacillus cereus.
Itu artinya, picung yang juga dikenal dengan nama kluwek, dalam bumbu rawon tidak hanya memperkaya rasa dan warna kuah, tetapi juga berperan penting dalam menghambat pertumbuhan mikroba pada daging, terutama dalam konteks penyimpanan makanan pasca-Idul Adha.
Penelitian ini juga mengungkap bahwa efektivitas picung sangat bergantung pada konsentrasi serta medium yang digunakan. Misalnya, penggunaan 12% picung pada ekstrak daging sapi menunjukkan aktivitas penghambatan mikroba yang optimal. Temuan ini memperkuat alasan mengapa rawon daging sapi bukan hanya enak dan ikonik, tetapi juga relevan secara ilmiah sebagai hidangan tradisional yang mendukung keamanan pangan.
Sebuah resep warisan yang tak hanya memuaskan lidah, tetapi juga menjaga kualitas daging kurban dengan cara alami. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Jumat (6/6/2025).
Â
Bumbu Rawon Probolinggo – Segar dengan Nanas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5071674/original/074413700_1735540523-1735029130230_resep-rawon-ayam.jpg)
Tips: Untuk mendapatkan tekstur daging yang empuk dan rasa kuah yang segar, gunakan potongan nanas saat merebus daging. Nanas mengandung enzim bromelain yang membantu melunakkan serat daging, menjadikan bumbu rawon daging sapi lebih meresap dan lezat.
Dalam penelitian berjudul Karakteristik Kuliner Khas Rawon: Konsistensi dan Pelestarian oleh Budianta, Tarsisius Dwi Wibawa (2019) yang dipublikasikan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, penelitian ini mengkaji karakteristik kuliner rawon, khususnya dalam hal konsistensi rasa dan upaya pelestarian.
Ditemukan bahwa konsistensi dalam penggunaan bumbu rawon daging sapi, terutama kluwak, sangat penting untuk mempertahankan cita rasa khas rawon. Selain itu, penyajian yang lengkap dan lingkungan yang bersih juga berkontribusi pada kepuasan konsumen dan pelestarian kuliner tradisional ini.
Bahan:
- 600 gram daging sapi
- 1 buah nanas, potong-potong
- 7 biji kluwak tua, kupas dan rendam
- 4 siung bawang putih
- 6 butir bawang merah
- 2 jumput jinten
- 3 batang serai, memarkan
- ½ sdt ketumbar bubuk
- 3 lembar daun jeruk
- 4 lembar daun salam
- 3 buah cabai merah besar
- 1 ruas lengkuas, memarkan
- 1 ruas kunyit
- 1 ruas jahe
- Bawang goreng dan kecambah untuk taburan
Cara Membuat:
- Haluskan bawang putih, bawang merah, jinten, kunyit, jahe, cabai merah, dan ketumbar.
- Rebus daging bersama potongan nanas selama 45 menit hingga empuk.
- Haluskan kluwak dan campur dengan bumbu halus. Tumis hingga harum.
- Masukkan bumbu tumisan ke dalam rebusan daging.
- Masak hingga bumbu meresap dan kuah mengental. Sajikan dengan taburan bawang goreng dan kecambah.
Bumbu Rawon Santan Blora – Gurih dengan Daun Melinjo
Tips: Penambahan santan dan daun melinjo memberikan rasa gurih dan aroma khas pada bumbu rawon daging sapi. Pastikan santan dimasak dengan api kecil agar tidak pecah dan menghasilkan kuah yang lembut.
Bahan:
- 500 gram daging sapi
- 1.200 ml santan
- Kecap manis secukupnya
- Daun melinjo secukupnya
- 3 lembar daun jeruk
- 2 lembar daun salam
- 2 ruas lengkuas, memarkan
- 1 batang serai, memarkan
- 7 kluwak, rendam air panas
- 1 butir gula jawa, iris
Bumbu Halus:
- 6 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 5 cabai merah keriting
- 3 cabai rawit
- 1 ruas jahe
- 1 ruas kunyit
- 1 sdt merica
- 1 sdt ketumbar
- 2 butir kemiri
- Sedikit jinten
- Sedikit kayu manis
Cara Membuat:
- Rebus daging hingga empuk, lalu iris-iris.
- Haluskan bumbu halus bersama kluwak.
- Tumis bumbu halus, lengkuas, serai, daun jeruk, dan daun salam hingga harum.
- Masukkan daging ke dalam tumisan, aduk rata.
- Tuang santan, tambahkan kecap, gula jawa, garam, dan penyedap rasa. Masak dengan api sedang.
- Setelah hampir matang, masukkan daun melinjo. Masak hingga daun layu.
- Sajikan rawon dengan nasi hangat.
Bumbu Rawon Setan – Pedas Menggoda
Tips: Untuk pecinta pedas, bumbu rawon daging sapi ala Rawon Setan menawarkan sensasi pedas yang menggugah selera. Gunakan cabai rawit sesuai selera dan pastikan bumbu ditumis hingga benar-benar matang untuk menghindari rasa langu.
Bahan:
- 500 gram daging sapi
- 3 ruas lengkuas
- 1 batang serai
- 4 lembar daun jeruk
- 8 batang daun bawang
Bumbu Halus:
- 8 siung bawang merah
- 6 siung bawang putih
- 4 biji kluwak
- 2 biji cabai merah
- 3 cm jahe
- ½ sdt jinten
- 3 cm kunyit
- 1 sdt ketumbar bubuk
- Garam dan gula secukupnya
Cara Membuat:
- Rebus daging bersama serai, daun jeruk, dan lengkuas hingga empuk. Potong-potong sesuai selera.
- Haluskan semua bumbu bersama kluwak yang telah direndam air panas.
- Tumis bumbu halus hingga harum dan berwarna hitam pekat.
- Masukkan potongan daging ke dalam tumisan, aduk rata.
- Tambahkan air kaldu sisa rebusan daging, masak hingga bumbu meresap.
- Masukkan daun bawang, aduk sebentar.
- Sajikan rawon dengan nasi hangat dan pelengkap sesuai selera.
Â
Â
Advertisement
Bumbu Rawon Malang – Praktis dengan Bumbu Instan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5244442/original/040881600_1749184389-pexels-gledek-1999-557026983-29060680.jpg)
Tips: Untuk kemudahan, bumbu rawon daging sapi instan dapat digunakan tanpa mengurangi cita rasa. Pilih produk berkualitas dan tambahkan bahan segar seperti daun jeruk dan serai untuk memperkaya aroma.
Bahan:
- 250 gram daging has dalam, potong dadu
- 2 liter air
- 2 bungkus bumbu rawon instan
- 2 sdm minyak untuk menumis
- 2 lembar daun jeruk
Pelengkap:
- 75 gram taoge pendek
- 1 buah tomat, iris
- Sambal terasi
- Irisan daun bawang
- Bawang goreng
- Telur asin
- Kerupuk udang
Cara Membuat:
- Rebus daging hingga empuk, sisakan kaldu sebanyak 1 liter.
- Panaskan minyak, tumis daging rebus, daun jeruk, dan bumbu instan hingga harum.
- Tambahkan kaldu daging, masak hingga bumbu meresap.
- Sajikan rawon dengan pelengkap sesuai selera.
Bumbu Rawon Panggang – Unik dengan Daging Panggang
Tips: Memadukan teknik memanggang dengan kuah rawon menciptakan sensasi baru pada bumbu rawon daging sapi. Marinasi daging dengan bumbu halus sebelum dipanggang untuk rasa yang lebih meresap.
Dalam penelitian berjudul Aktivitas Antimikroba dari Beberapa Jenis Bumbu Rawon terhadap Mikroba Patogen dan Perusak Makanan oleh Sari, Titis Renggani; Jenie, Betty Sri Laksmi; Fardiaz, Srikandi (1998) yang dipublikasikan IPB University, studi ini membandingkan aktivitas antimikroba dari berbagai jenis bumbu rawon daging sapi, termasuk versi instan, terhadap enam jenis mikroba patogen dan tiga jenis mikroba perusak makanan.
Hasilnya menunjukkan bahwa bumbu rawon memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan mikroba seperti Salmonella typhimurium dan Escherichia coli, menjadikannya sebagai komponen penting dalam menjaga keamanan pangan.
Penelitian ini juga mengungkap bahwa efektivitas antimikroba bumbu rawon dapat bervariasi tergantung pada jenis mikroba dan kondisi penyimpanan. Temuan ini mendukung penggunaan bumbu rawon daging sapi tidak hanya sebagai penambah cita rasa, tetapi juga sebagai agen pengawet alami yang dapat memperpanjang umur simpan produk makanan.
Bahan Daging:
- 500 gram daging sengkel
- 500 gram daging sirloin
Bahan Kaldu:
- 1 kg tulang sapi
- 5 siung bawang putih, geprek
- Air secukupnya
Bumbu Halus:
- 8 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 1 ruas lengkuas
- ½ ruas jahe
- 1 ruas kunyit
- 3 butir kemiri
- Sejumput jinten
- Lada bubuk dan ketumbar bubuk secukupnya
- 6 buah kluwak
- 2 batang serai
- 3 lembar daun salam
- 3 lembar daun jeruk
Pelengkap:
- Taoge, rebus sebentar
- Telur asin
- Daun seledri, iris
- Bawang goreng
- Sambal
Cara Membuat:
- Rebus tulang dan daging sengkel dengan bawang putih hingga kaldu terbentuk.
- Tumis bumbu halus hingga harum, dinginkan.
- Marinasi daging sirloin dengan bumbu tumis, simpan dalam kulkas selama 30 menit.
- Panggang daging hingga matang, potong-potong.
- Masukkan sisa bumbu tumis ke dalam kaldu, tambahkan garam secukupnya.
- Sajikan daging panggang dengan kuah rawon dan pelengkap.
Bumbu Rawon Daging Khas Surabaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5071415/original/085410500_1735539703-1735028668186_resep-bumbu-rawon-1.jpg)
Rawon Surabaya merupakan jenis rawon yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Kuah rawon Surabaya memiliki warna hitam pekat dan menggunakan bumbu utama berupa kluwek atau kluwak yang memberikan rasa dan warna khas. Rawon Surabaya umumnya lebih kental dan pekat dibandingkan dengan jenis rawon lainnya.
Berikut adalah bumbu rawon daging sapi khas Surabaya, lengkap dengan cara memasaknya.
Bahan-bahan:
- 500 gram daging sandung lamur (brisket)
- 6 lembar daun jeruk
- 3 batang serai, geprek
- 3 liter air
- 1 ruas lengkuas, geprek
- Bumbu rawon daging sapi yang dihaluskan:
- 8 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 4 buah kluwek ukuran sedang, keruk isinya
- 4 butir kemiri, sangrai
- 2 cm kunyit
- 1 1/2 sdt ketumbar bubuk
- 1 sendok teh merica
- 1 cm jahe
- 1 batang bawang perai dipotong-potong
- Garam secukupnya
- Gula secukupnya
Bahan pelengkap:
- Bawang goreng secukupnya
- Tauge pendek secukupnya
- Sambal terasi
- Kerupuk udang
- Telur asin
Cara membuat rawon daging kahs Surabaya:
- Rebus daging dalam air mendidih hingga cukup empuk. Setelah itu angkat dari air rebusan dan potong-potong seukuran satu suapan.
- Saring air kaldu dari rebusan tadi, kemudian lalu masukkan kembali daging yg telah dipotong bersama serai, daun jeruk dan lengkuas.
- Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak hingga harum, kemudian masukkan ke dalam rebusan daging.
- Masak sampai daging empuk. Apabila air menyusut dan daging belum empuk, tambahkan air secukupnya dan masak rawon sampai daging benar-benar lunak.
- Sesaat sebelum diangkat, masukkan irisan daun bawang.
- Setelah selesai, hidangkan rawon dengan bahan-bahan pelengkap dan nasi panas.
- Bumbu Rawon Daging Sapi Khas Nguling
- Rawon Nguling merupakan salah satu variasi atau jenis rawon yang berasal dari daerah Nguling, Jawa Timur. Rawon Nguling memiliki ciri khas yang berbeda dari rawon Surabaya. Secara umum, Rawon Nguling memiliki kuah yang lebih encer dan berwarna cokelat kehitaman. Rasa rawon Nguling juga cenderung lebih pedas dan memiliki sentuhan rempah-rempah yang khas.
Advertisement
Bumbu Rawon Daging Sapi Khas Nguling
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5244443/original/048297100_1749184392-pexels-capturavisualmoment-32219371.jpg)
Rawon Nguling merupakan salah satu variasi atau jenis rawon yang berasal dari daerah Nguling, Jawa Timur. Rawon Nguling memiliki ciri khas yang berbeda dari rawon Surabaya. Secara umum, Rawon Nguling memiliki kuah yang lebih encer dan berwarna cokelat kehitaman. Rasa rawon Nguling juga cenderung lebih pedas dan memiliki sentuhan rempah-rempah yang khas.
Berikut adalah bumbu rawon daging sapi khas Nguling dan cara membuatnya.
Resep Rawon Nguling yang terkenal juga bisa kamu terapkan di rumah, Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan resep rawon daging sapi sebelumnya, hanya ada beberapa perbedaan dalam bahan-bahan yang diperlukan. Berikut resep rawon nguling yang bisa kamu praktikkan di rumah.
Bahan-bahan:
- 500 gram daging rawon (sandung lamur/brisket)
- 3 lembar daun jeruk purut
- 3 sendok makan minyak untuk menggoreng
- 3 cm lengkuas memarkan
- 1 liter air
- 1 1/2 sendok teh garam
Bumbu rawon daging sapi yang dihaluskan:
- 7 butir bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 3 buah keluwek, keruk isinya
- 3 cm jahe
- 3 buah kemiri sangrai
- 2 ruas kunyit bakar
- 2 buah cabai merah besar
- 1 sendok makan ketumbar sangrai
- Bahan pelengkap:
- 2 batang daun bawang perai, iris-iris
- Bawang goreng
- Tauge pendek
- Kerupuk udang
- Sambal terasi
- Telur asin
Cara membuat rawon nguling:
- Panaskan air hingga mendidih, lalu masukkan daging dan rebus hingga cukup empuk. Setelah itu angkat dari air rebusan dan potong-potong seukuran satu suapan.
- Saring air kaldu dari rebusan tadi, kemudian lalu masukkan kembali daging yang telah dipotong bersama serai, daun jeruk dan lengkuas.
- Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak hingga harum, kemudian masukkan ke dalam rebusan daging. Bumbui dengan garam.
- Masak sampai daging empuk. Apabila air menyusut dan daging belum empuk, tambahkan air secukupnya dan masak rawon sampai daging benar-benar lunak.
- Sesaat sebelum diangkat, masukkan irisan daun bawang dan bawang goreng.
- Sajikan resep rawon ini bersama nasi putih dan bahan pelengkapnya.
Bumbu Rawon Daging Sapi Kuah Istimewa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5076036/original/024987600_1735871073-1735827330220_resep-rawon-daging-sapi-khas-surabaya.jpg)
Studi berjudul Pengaruh Pemanasan terhadap Aktivitas Antimikroba Bumbu Rawon Tumis pada Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus oleh Harnanik, Sri (2000) yang dipublikasikan IPB University, mengevaluasi bagaimana proses pemanasan, seperti penumisan dan sterilisasi, mempengaruhi aktivitas antimikroba dari bumbu rawon daging sapi.
Hasilnya menunjukkan bahwa pemanasan pada suhu tertentu dapat mengurangi efektivitas antimikroba bumbu rawon terhadap bakteri patogen seperti Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus. Ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan metode pengolahan dalam menjaga kualitas antimikroba bumbu rawon.
Selain itu, penelitian ini menekankan bahwa meskipun pemanasan dapat mengurangi aktivitas antimikroba, bumbu rawon tetap memiliki potensi sebagai agen penghambat pertumbuhan mikroba. Oleh karena itu, dalam pengolahan bumbu rawon daging sapi, penting untuk mengatur suhu dan waktu pemanasan agar tidak menghilangkan sifat antimikroba yang bermanfaat.
Bahan:
- 500 gr daging sapi
- Bumbu rawon daging yang dibiarkan utuh:
- 2 batang serai, memarkan
- 1 ruas lengkuas, memarkan
- 3 lembar daun salam
- 5 lembar daun jeruk
- air secukupnya
- 2 batang daun bawang, potong-potong
- gula dan garam secukupnya
Bumbu rawon daging sapi yang dihaluskan:
- 3 buah kluwak, rendam dengan air hangat
- 7 siung bawang putih
- 5 siung bawang merah
- 3 butir kemiri
- 2 ruas kunyit
- 2 cm jahe
- 1 sdt merica butir
Bahan pelengkap:
- Tauge kacang hijau
- Kerupuk udang
- Sambal bajak
Cara Membuat:
- Rebus air dan masak daging sapi hingga matang dan mengeluarkan busa, buang busanya hingga airnya bersih. Masak terus hingga daging empuk. Tiriskan dan potong-potong sesuai selera.
- Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan semua bumbu utuh dan tumis lagi hingga bumbu sedap dan matang.
- Rebus lagi daging dengan air rebusan/kaldu yang tadi. Tuang bumbu rawon ke dalamnya. Aduk rata, masukkan gula dan garam secukupnya.
- Masak hingga kuah mengental, daging empuk dan bumbu meresap ke dalam daging.
Advertisement
Bumbu Rawon Daging Sapi Kuah Kental
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5244444/original/062594800_1749184393-ingredients-6800320_1280.jpg)
Bahan rawon:
- 500 gr daging sapi sandung lamur, potong-potong
- 1,5 liter air
Bumbu rawon daging yang dihaluskan:
- 7 buah kluwek
- 7 siung bawang merah
- 6 siung bawang putih
- 3 buah cabai merah kriting
- 3 cm kunyit, bakar
- 2 butir kemiri, sangrai
- 1/2 sdt ketumbar
- 1/2 sdt merica butir
- 1/2 sdt jinten
Bumbu rawon daging yang dibiarkan utuh:
- 5 lembar daun jeruk
- 3 cm jahe, memarkan
- 3 cm lengkuas
- 3 batang daun bawang prei
- 2 batang serai, memarkan
- 2 lembar daun salam
- garam dan kaldu bubuk secukupnya
Cara Membuat:
- Keluarkan isi kluwek dan rendam dengan air panas secukupnya. Blender bumbu halus dengan tambahan minyak secukupnya.
- Tumis bumbu halus hingga harum dengan api sedang, masukkan daun jeruk, daun salam, serai dan lengkuas. Masak terus hingga bumbu matang atau tidak terasa langu.
- Rebus air dengan jahe, setelah mendidih, masukkan daging yang sudah direbus matang, kemudian masukkan bumbu halus. Aduk rata dan masukkan garam serta kaldu bubuk.
- Masak agak lama hingga daging mengeluarkan kaldu agar kuah lebih kental dan sedap.
- Belah daun bawang jadi dua dan potong-potong sepanjang korek api. Goreng sebentar dengan sedikit minyak, masukkan ke dalam rawon yang mendidih. Aduk rata, jika rasanya sudah pas, angkat.
Q&A Bumbu Rawon Daging Sapi
1. Apa saja bumbu utama rawon daging sapi?
Bumbu utama rawon daging sapi terdiri dari keluak (kluwek), bawang merah, bawang putih, ketumbar, lengkuas, jahe, kunyit, serai, kemiri, dan daun jeruk. Kluwek menjadi ciri khas yang memberi warna hitam dan rasa unik pada kuah rawon.
2. Apa fungsi keluak dalam bumbu rawon daging sapi?
Keluak berfungsi sebagai bahan pewarna alami sekaligus pemberi rasa khas rawon yang gurih, sedikit pahit, dan dalam. Tanpa keluak, rawon tidak akan memiliki cita rasa dan warna gelap yang menjadi ciri utamanya.
3. Bagaimana cara memilih keluak yang bagus untuk rawon?
Pilih keluak yang terasa berat, tidak retak, dan bila dikocok tidak terdengar isi yang kopong. Untuk memastikan rasanya tidak pahit atau basi, keluak bisa dibuka dan dicicipi sedikit sebelum digunakan.
4. Jenis daging apa yang paling cocok untuk rawon?
Daging bagian sandung lamur (brisket), sengkel, atau bagian yang sedikit berlemak sangat cocok untuk rawon karena teksturnya empuk dan tidak mudah hancur meski dimasak dalam waktu lama.
5. Apa perbedaan rawon dengan sup daging biasa?
Perbedaan utamanya ada pada penggunaan keluak. Sup daging biasa berkuah bening, sedangkan rawon berkuah hitam dengan aroma rempah kuat dari bumbu seperti keluak, ketumbar, dan daun jeruk.
6. Apa pelengkap yang biasa disajikan bersama rawon daging sapi?
Rawon biasanya disajikan dengan nasi putih, tauge pendek, telur asin, sambal, dan kerupuk udang. Kadang juga ditambahkan jeruk nipis untuk memberi rasa segar.
7. Berapa lama waktu memasak rawon agar daging empuk dan bumbu meresap?
Waktu memasak rawon sekitar 1,5 hingga 2 jam. Daging dimasak sampai empuk dan bumbu meresap sempurna. Gunakan api kecil agar rasa bumbu lebih dalam dan kuah tidak cepat menyusut.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471300/original/019987800_1768283249-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-13T124627.766.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5075565/original/007245700_1735869705-1735826481817_resep-rawon-sapi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051591/original/000650000_1657289366-IMG_20220526_150737_149.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261718/original/051731600_1781755469-IMG-20260618-WA0022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327170/original/046346200_1782196768-AP26174048235003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262481/original/011971700_1781803398-Croatia_s_Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322381/original/046006400_1782191324-063_2282870144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258680/original/053706900_1781401116-Folarin_Balogun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8317670/original/089667300_1782185621-AP26174019661970.jpg)