16 Cara Menghilangkan Bau Ketiak Secara Permanen, Mudah dengan Bahan Alami

Cara menghilangkan bau ketiak bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan tubuh.

Diperbarui 16 Juni 2025, 15:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara menghilangkan bau ketiak secara permanen ketiak bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan tubuh. Berbagai kegiatan yang mungkin biasanya kamu anggap sepele sebenarnya dapat menghilangkan bau ketiak. Tentunya kamu juga bisa menggunakan berbagai produk deodoran maupun bedak untuk menghilangkan bau ketiak. 

Mandi dengan benar, menggunakan sabun anti bakteri, mengeringkan badan setelah mandi, memakai pakaian bersih, hingga memperhatikan konsumsi makanan dan berolahraga dapat menjadi cara menghilangkan bau ketiak secara permanen. Hal ini bergantung pada pola hidup yang kamu jalani.

Pada dasarnya, bau ketiak muncul akibat interaksi kompleks antara sekresi kelenjar apokrin dan mikroba kulit. Menurut Martini & Wilke et al. (2007) dalam buku Anatomy and Physiology, kelenjar apokrin menghasilkan cairan berminyak yang kaya protein dan lipid, namun tidak berbau hingga diubah oleh bakteri di permukaan kulit

Cara menghilangkan bau ketiak secara permanen bisa menggunakan berbagai bahan alami. Berbagai tumbuhan, dedaunan hingga buah-buahan dapat menjadi cara menghilangkan bau ketiak secara alami dan tentunya akan membuat kamu lebih percaya diri setiap harinya.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (16/6/2025) tentang cara menghilangkan bau ketiak secara permanen dengan bahan alami dan mudah dilakukan di rumah.

 

Sumber Bau Ketiak Menurut Ilmiah

Bau ketiak secara ilmiah berasal dari interaksi antara keringat dan mikroorganisme di kulit. Kelenjar apokrin yang terdapat di area ketiak memproduksi keringat yang kaya akan protein dan lemak. Dikutip dari laman elibrary.unikom.ac.id, meskipun keringat itu sendiri tidak berbau, bakteri seperti Corynebacterium spp., Staphylococcus hominis, dan Propionibacterium memecah senyawa dalam keringat tersebut menjadi asam lemak volatil dan senyawa sulfur yang menghasilkan bau khas yang tidak sedap. Proses inilah yang menjadi penyebab utama bau ketiak pada manusia.

Menurut Unnes Journal of Life Science Ilmu Kesehatan Universitas Negeri Semarang (2024), keringat dari kelenjar apokrin bersifat lebih berminyak dibandingkan keringat dari kelenjar ekrin. Kandungan lemak dan protein dalam keringat tersebut menjadi sumber nutrisi bagi bakteri kulit yang akan memfermentasi senyawa-senyawa ini menjadi zat-zat penyebab bau. Dalam jurnal tersebut disebutkan bahwa lingkungan yang lembap, kurang bersih, dan tertutup akan mempercepat proses fermentasi oleh bakteri sehingga meningkatkan intensitas bau.

Selain faktor biologis, gaya hidup juga memengaruhi bau ketiak. Asupan makanan seperti bawang putih, rempah-rempah, serta konsumsi alkohol dan tembakau dapat memicu produksi senyawa bau melalui metabolisme tubuh. Hormon, terutama selama masa pubertas, juga berperan besar karena kelenjar apokrin mulai aktif pada masa tersebut. Kondisi seperti hiperhidrosis (keringat berlebih) semakin memperparah kondisi bau ketiak karena menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri berkembang biak. 

 

Cara Menghilangkan Bau Ketiak

1. Pakai Deodoran atau Antiperspiran

Memakai deodorant tentunya adalah cara paling sederhana untuk mengatasi bau ketiak. Pasalnya, deodoran memiliki aroma yang bisa menutupi bau tidak sedap pada ketiak. Deodoran juga menyebabkan kulit ketiak jadi lebih asam yang bisa mencegah adanya reaksi antara keringat dengan bakteri.

Selain deodoran, kamu juga bisa menggunakan antiperspiran. Produk ini mengandung bahan aktif seperti aluminium klorida atau aluminium zirconium tetrachlorohydrex yang bisa memblokir kelenjar apokrin untuk memproduksi keringat.

2. Menjaga Kebersihan Tubuh

Cara menghilangkan bau ketiak secara permanentiak selanjutnya adalah menerapkan mandi dua kali sehari. Gunakan sabun dan gosok kulit hingga bersih untuk menghilangkan bakteri di sekitar ketiak dan bagian tubuh lainnya. Kemudian, keringkan tubuh untuk mencegah kulit lembap dan bakteri berkembang biak dengan cepat.

Cara Menghilangkan Bau Ketiak

3. Jaga Kebersihan Pakaian

Mencuci baju hingga bersih, menambahkan pewangi, serta menjemurnya di bawah sinar matahari bisa mematikan bakteri. Tempat menyimpan baju juga harus bersih dan kering.

Jika kamu orang yang mudah berkeringat, maka bahan pakaian yang kamu pilih harus terbuat dari serat alami seperti katun. Bahan katun memungkinkan kulit bernapas dan dapat menyerap keringat lebih baik dibanding wol atau polister. Hindari menggunakan pakaian yang masih basah karena bisa menyebabkan bakteri berkembang lebih banyak.

4. Perhatikan Menu Makanan

Mengurangi munculnya bau ketiak, bisa dilakukan dengan memerhatikan kembali makanan. Pasalnya, ada beberapa makanan yang dapat menyebabkan bau ketiak, seperti bawang-bawangan, makanan pedas dan panas, serta minuman beralkohol. Menghindari makanan tersebut bisa membantu bau ketiak jadi berkurang.

 

Cara Menghilangkan Bau Ketiak dengan Bahan Alami

5. Baking Soda

Baking soda rupanya dapat dijadikan sebagai pengganti deodoran. Baking soda ini berguna untuk menetralkan asam dan basa, sehingga bisa menghilangkan bau badan yang kamu alami. Selain itu, baking soda tidak akan menodai pakaian kamu seperti banyak antiperspirant yang dijual di pasaran.

Cara menghilangkan bau ketiak secara permanen dengan baking soda adalah dengan menyampurkan 1 sdt baking soda dengan 1 sdt air perasan jeruk nipis lalu oleskan pada ketiak. Diamkan selama 10 menit lalu bilas dengan air hangat. Lakukan sehari sekali secara rutin.

6. Cuka Apel

Selain baking soda, cuka sari apel ternyata juga dapat dijadikan salah satu cara menghilangkan bau ketiak secara permanen dan alami. Tidak hanya bau badan, cuka sari apel juga dapat digunakan untuk kondisi kesehatan seperti kolesterol tinggi, diabetes, jerawat, dan lainnya.

Asam tartar yang ada dalam apel dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Selain itu, ada juga asem asetat dalam cuka apel yang berfungsi sebagai antimikroba.

Oleskan cuka apel menggunakan kapas pada ketiak. Diamkan selama 15 menit lalu bilas. Setelah itu mandi. Gunakan setiap sebelum mandi.

Cara Menghilangkan Bau Ketiak dengan Bahan Alami

7. Daun Sirih

Cara menghilangkan bau ketiak secara permanen dan aalami selanjutnya adalah dengan daun sirih. Kandungan antioksidan yang tinggi pada daun sirih ampuh dalam membasmi masalah kesehatan. Selain itu, kandungan Vitamin C, tiamin, niacin, riboflavin pada daun sirih juga dapat menghilangkan bau badan.

Menurut buku Khasiat & Manfaat Daun Sirih karya Moeljanto, R.D., kemampuan antibakteri daun sirih lima kali lebih kuat dibandingkan fenol biasa. Air rebusan daun sirih atau ekstraknya dapat digunakan untuk mencuci area ketiak secara rutin, membantu mengurangi bahkan menghilangkan bau secara permanen.

 

Cara menghilangkan bau ketiak dengan daun sirih yang perlu kamu lakukan adalah mandi dengan menggunakan air rebusannya. Caranya adalah dengan mengambil beberapa lembar daun sirih lalu rebus dengan 2 gelas air kemudian campurkan pada bak air yang kamu gunakan untuk mandi. Lakukan hal tersebut secara rutin maka bau ketiak akan segera menghilang.

8. Daun Beluntas

Daun beluntas merupakan tanaman kecil yang sering tumbuh di pinggir pantai. Daun beluntas mengandung banyak sekali senyawa yang bermanfaat bagi tubuh, termasuk sebagai ara menghilangkan bau ketiak secara permanen.

Kandungannya mencakup alkaloid, minyak atsiri, fosfor, kalsium, magnesium, lemak, natrium, falovonoid, tanin, asam amino, vitamin A, dan juga vitamin C. Cara mengonsumsinya sebagai cara menghilangkan bau ketiak mudah saja. Kamu hanya perlu rutin meminum air rebusan beluntas sebanyak 2 kali dalam sehari.

Cara Menghilangkan Bau Ketiak dengan Bahan Alami

9. Daun Kemangi

Minyak atsiri yang dipercaya dapat menghilangkan bau ketiak ada dalam kemangi. Selain itu kemangi juga berfungsi sebagai antiseptik. Kamu cukup memakan segenggam kemangi setiap pagi dan sore sebagai lalapan.

Namun jika kamu tidak menyukainya sebagai lalapan. Kamu bisa menggunakannya sebagai teh. Keringkan kemangi, lalu tumbuk hingga halus, seduh dengan air panas lalu disaring. Minum 2 kali sehari secara rutin.

10. Temulawak

Temulawak juga mengandung minyak atsiri dan zat-zat lain seperti sapomin dan flavoinoida yang dapat menghilangkan bau ketiak. Cara menghilangkan bau ketiak secara permanen  dengan temulawak adalah dengan minum air perasan temulawak. Pertama, parut temulawak kemudian beri air sembari diperas. Tambahkan 1 sdt madu jika menurut Anda baunya tidak sedap dan rasanya aneh.

Cara Menghilangkan Bau Ketiak dengan Bahan Alami

11. Jahe

Jahe juga ternyata mengandung minyak atsiri, zingiberol, bisabolena, kurkumen, gingerol, filandrena, dan resin pahit. Minyak atsiri seperti sudah sering disebutkan di atas, berguna sebagai penghilang bau badan. Wedang jahe yang dikonsumsi sehari sekali secara rutin akan membantu menghilangkan bau badan.

12. Cengkeh

Ramuan tradisional lainnya yang mengandung minyak atsiri adalah cengkeh. Cara menghilangkan bau ketiak dengan cengkeh adalah dengan merendamnya dalam air panas selama 15 menit. Bisa ditambahkan dengan madu ketika kamu hendak meminumnya. Minum 2 kali sehari secara rutin niscaya bau badan akan menghilang.

Cara Menghilangkan Bau Ketiak Secara Permanen

13. Hindari Obat Tertentu

Salah satu penyebab keringat berlebihan adalah penggunaan obat tertentu, misalnya beberapa obat hipertensi atau antidepresan. Jika bau ketiak sangat mengganggu, minta dokter untuk meresepkan obat lain yang efek sampingnya tidak meningkatkan produksi keringat.

14. Mencukur Bulu Ketiak Secara Teratur

Untuk mengurangi risiko munculnya bau ketiak, kamu perlu mencukur bulu ketiak secara teratur. Hal ini disebabkan karena bulu ketiak dapat menahan penguapan keringat, sehingga ketiak menjadi lembap dan membuat bakteri penyebab bau badan berkembang biak dengan cepat.

Cara Menghilangkan Bau Ketiak Secara Permanen

15. Memakai Tawas

Salah satu cara alami yang paling umum digunakan untuk menghilangkan bau ketiak adalah dengan tawas (aluminium potassium sulfate). Tawas merupakan mineral alami yang memiliki sifat astringent, yaitu mampu mengecilkan pori-pori dan mengurangi sekresi keringat.

Menurut Nurfalah et al. (2023) dalam Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, tawas bekerja sebagai antiperspiran sekaligus antibakteri, sehingga mampu mencegah terjadinya fermentasi keringat oleh bakteri. Tawas juga lebih aman bagi kulit sensitif karena tidak mengandung alkohol atau bahan kimia keras.

 

16. Jeruk Nipis

Metode lain yang sering digunakan adalah menggunakan air perasan jeruk nipis, minyak atsiri dari sereh (citronella), atau campuran baking soda. Bahan-bahan ini bersifat antibakteri, antiseptik, dan mampu menyeimbangkan pH kulit.

Penggunaan rutin bahan-bahan tersebut tidak hanya menghilangkan bau sementara, tetapi juga mengubah ekosistem mikroba di kulit sehingga bakteri penyebab bau menjadi tidak dominan lagi dalam jangka panjang.

Penyakit yang Bisa Timbul Jika Tidak Menjaga Kebersihan Ketiak

Kurangnya kebersihan ketiak dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan kulit, termasuk infeksi bakteri seperti trichomycosis axillaris. Infeksi ini ditandai dengan munculnya endapan berwarna kuning atau merah di batang rambut ketiak, yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium tenuis. Menurut laman Verywell Health, infeksi ini sering terjadi pada individu dengan kebersihan ketiak buruk dan kelembapan berlebih. Bila dibiarkan, bisa berkembang menjadi abses atau luka terbuka.

Infeksi jamur juga kerap muncul pada area lipatan seperti ketiak, terutama jika kondisinya selalu lembap. Jamur seperti Candida albicans berkembang cepat dalam lingkungan gelap dan basah. Gejalanya termasuk ruam merah, gatal, dan bau menyengat. Bila tidak ditangani, infeksi jamur dapat menyebar ke area kulit lain. Menurut studi klinis oleh Apollo Hospitals (2025), infeksi jamur yang berlangsung lama dapat menyebabkan kerusakan lapisan kulit serta rasa tidak nyaman yang signifikan.

Dikutip dari National Institutes of Health, salah satu penyakit kronis yang bisa muncul akibat kurangnya kebersihan adalah hidradenitis suppurativa (HS). Penyakit ini menyebabkan terbentuknya benjolan berisi nanah di bawah kulit, sering kali di ketiak, dan terasa sangat nyeri. Benjolan ini bisa pecah dan meninggalkan jaringan parut. Hidradenitis sering berulang dan memperburuk kualitas hidup penderitanya. Faktor pemicunya selain genetik adalah infeksi berulang akibat tidak menjaga kebersihan ketiak dan iritasi kulit yang berkelanjutan.

FAQ - Pertanyaan Umum Seputar Bau Ketiak

1. Apa penyebab utama bau ketiak?

Bau ketiak disebabkan oleh bakteri di kulit yang memecah keringat dari kelenjar apokrin menjadi senyawa berbau, seperti asam lemak dan thioalkohol.

2. Apakah semua orang memiliki bau ketiak?

Tidak semua orang mengalami bau ketiak yang kuat. Genetik, kebersihan, hormon, dan jenis bakteri kulit sangat memengaruhi intensitas bau.

3. Apakah bau ketiak bisa dihilangkan secara permanen?

Bisa dikurangi atau dikendalikan secara permanen dengan menjaga kebersihan, menggunakan bahan alami seperti tawas, serta mengubah pola makan dan gaya hidup.

4. Apakah bau ketiak menandakan penyakit?

Tidak selalu, tapi bau menyengat yang tiba-tiba atau tidak biasa bisa mengindikasikan infeksi kulit atau masalah metabolik.

5. Apakah deodoran dan antiperspiran sama?

Tidak. Deodoran menghilangkan bau dengan membunuh bakteri, sedangkan antiperspiran menghambat produksi keringat.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6