Sukses

Macam-Macam Doa Iftitah Latin Selain Allahumma Baid, Dilengkapi Arti dan Makna

Liputan6.com, Jakarta - Membaca doa iftitah memiliki keutamaan yang sangat besar. Makna doa iftitah latin artinya bisa membantu untuk membuka pintu-pintu rahmat Allah, menjaga konsentrasi selama sholat, serta memberikan pengaruh positif bagi mental dan spiritual.

Doa iftitah terdiri dari enam macam doa selain doa iftitah latin "allahumma baid." Masing-masing doa iftitah memiliki keutamaan dan manfaat yang berbeda-beda, seperti meminta ampunan dosa, memohon keberkahan hidup, mengajarkan tata cara berdoa, dan memohon perlindungan dari segala macam musibah dan gangguan setan.

Hukum membaca doa iftitah adalah sunnah dalam sholat. Sunnah ini mengajarkan agar setiap muslim menghormati sholat sebagai ibadah yang penuh rasa khusyuk dan taqwa. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap muslim untuk membiasakan diri membaca doa iftitah dalam sholatnya, sebagai wujud penghormatan dan kecintaan kepada Allah.

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang mau menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku dan diamalkan oleh manusia. Maka ia akan memperolehkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun." (HR. Ibnu Majah, No. 209)

Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam tentang macam-macam doa iftitah latin, arab, dan artinya, Jumat (24/3/2023).

2 dari 7 halaman

1. اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Allaahu akbar kabiiraw walhamdu lillaahi katsiira wa subhaanallaahi bukrataw wa'ashiila. Wajjahtu wajhiya lilladzii fataras samawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil aalamiin. laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.

Artinya: "Allah maha besar, maha sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan petang. Kuhadapkan wajahku kepada zat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semuanya untuk Allah, penguasa alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang muslim." (HR. Muslim, No. 185)

Doa iftitah latin dan artinya dari hadis riwayat Muslim ini bermakna umat muslim mengakui kebesaran Allah yang Maha Esa dan sempurna kebesaran-Nya. Umat muslim juga memuji Allah dengan pujian yang sebanyak-banyaknya serta menyucikan Allah sepanjang pagi dan petang.

Umat muslim juga menyatakan bahwa seluruh shalat, ibadah, hidup dan mati mereka hanya untuk Allah, penguasa alam semesta. Melalui doa iftitah latib dan artinya, umat muslim diingatkan untuk senantiasa mengakui keagungan dan kebesaran Allah serta menyatakan bahwa seluruh hidup dan mati mereka adalah hanya untuk Allah semata.

Doa ini juga mengajarkan umat muslim untuk menghindari perbuatan syirik dan hanya menyembah Allah dengan sepenuh hati.

3 dari 7 halaman

2. اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ . اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ . اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Allaahumma baa’id bainii wabainaa khotoo yaa ya kamaa baa ‘adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khotoo yaa kamaa yunaqots tsaubul abyadhuu minaddanas. Allaahummaghsil khotoo yaa ya bil maa i wats tsalji walbarod.

Artinya: "Ya Allah, jauhkanlah antara diriku dan di antara kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana dibersihkannya kain putih dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun." (HR. Bukhari, No. 182)

Doa iftitah latin dan artinya dari hadis riwayat Bukhari ini bermakna renungan bahwa umat muslim dianjurkan untuk selalu merenungkan kesalahan-kesalahan mereka dan memohon ampunan kepada Allah agar selalu bersih dari dosa dan kesalahan.

Doa iftitah juga mengajarkan umat muslim untuk mengakui bahwa hanya Allah yang dapat membersihkan dan menyucikan mereka dari dosa dan kesalahan.

4 dari 7 halaman

3. اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ وَمِيْكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Allahumma robba jibroo-iila wa mii-ka-iila wa isroofiila, faathiros samaawati wal ardhi 'aliimal ghoibi wasy syahaadah anta tahkumu bayna ibaadika fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuun, ihdinii limakhtulifa fiihi minal haqqi bi-idznik, innaka tahdi man tasyaa-u ilaa shirootim mustaqiim.

Artinya: “Ya Allah, Rabbnya Jibril, Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Rabb yang mengetahui yang ghaib dan nyata. Engkau yang menjatuhkan hukum untuk memutuskan apa yang mereka pertentangkan. Tunjukkanlah aku pada kebenaran apa yang dipertentangkan dengan seizin dari-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan pada jalan yang lurus bagi orang yang Engkau kehendaki.” (HR. Muslim)

Doa iftitah latin dan artinya dari hadis riwayat Muslim ini berisi permohonan kepada Allah yang Maha Esa dan Maha Kuasa, sebagai pencipta langit dan bumi serta Rabb dari para malaikat, Jibril, Mikail dan Israfil.

Dalam doa iftitah latin ini, umat muslim menyadari bahwa hanya Allah yang memiliki pengetahuan tentang yang ghaib dan nyata. Umat muslim memohon kepada Allah agar diberikan petunjuk untuk mengetahui kebenaran dalam apa yang dipertentangkan, dan memohon agar diberi hidayah untuk tetap berada pada jalan yang lurus.

5 dari 7 halaman

4. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَٰهَ غَيْرُكَ.

Subhaanakallahumma wa bi hamdika wa tabaarokasmuka wa ta'aalaajadduka wa laa ilaha ghoiruk.

Artinya: “Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau.” (HR. Muslim, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi)

Doa iftitah latin dan artinya dari hadis riwayat Muslim, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi ini dimulai dengan menyucikan nama Allah dan memuji-Nya serta mengakui kebesaran dan kekayaan-Nya.

Dalam doa iftitah latin ini, umat muslim menyatakan bahwa hanya Allah-lah yang berhak diibadahi dengan benar dan tidak ada sesembahan lain yang pantas diibadahi. Juga bermakna merendahkan diri dan mengakui bahwa segala kekuasaan hanya milik Allah semata. 

6 dari 7 halaman

5. اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَشِيلاً، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَشِيلاً، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَشِيلاً، أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ مِنْ نَفْخِهِ وَنَفْشِهِ وَهَمْزِهِ

Allahu akbar kabiiro, allahu akbar kabiiro, allahu akbar kabiiro, walhamdulillahi katsiiro, walhamdulillahi katsiiro, walhamdulillahi katsiiro, wa subhanallahi bukrotaw washilaa, wa subhanallahi bukrotaw washilaa, wa subhanallahi bukrotaw washilla a'udzu billahi minasy syaithooni min nafkhihi, wa naftshihi, wa hamzih.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Aku berlindung kepada Allah dari tiupan, bisikan, dan godaan setan.” (HR. Abu Dawud)

Doa iftitah latin dan artinya dari hadis riwayat Abu Dawud ini merupakan seruan untuk memperbesar dan memuji kebesaran Allah SWT. Mengucapkan "Allah Maha Besar" sebanyak tiga kali, menjadi pengakuan keagungan dan kekuasaan-Nya yang tidak terbatas.

Selanjutnya, tiga kali pengulangan pujian kepada Allah menunjukkan rasa syukur dan penghormatan yang tulus atas segala nikmat yang diberikan-Nya. Ketika mengulang "Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore" tiga kali, kita mengakui bahwa setiap waktu adalah waktu yang suci dan Allah senantiasa layak dipuji.

Doa iftitah latin ini juga berisi permohonan perlindungan kepada Allah dari gangguan dan godaan setan, sehingga kita dapat menjalani hidup dengan tenang dan damai. Sebagai umat muslim, doa iftitah ini mengajarkan kita untuk senantiasa mengingat kebesaran Allah dan berlindung kepada-Nya dari segala kejahatan dan godaan di setiap waktu.

7 dari 7 halaman

6. إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا ۖ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ ۚ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ۙ لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardlo haniifaaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii wamahyaaya wa mamaati lillaahi robbil 'aalamiin. Laa syariikalahu wabidzaalika wa ana awwalul muslimiin

Artinya: “Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya sholatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah orang yang pertama berserah diri.” (HR. Ibnu Majah)

Doa iftitah latin dan artinya dari hadis riwayat Ibnu Majah ini mengandung makna penting dalam memulai sholat, yaitu pengakuan atas keesaan Allah SWT sebagai pencipta langit dan bumi serta penolakan terhadap kepercayaan yang menyekutukan-Nya. Doa ini juga menunjukkan kesadaran akan keberadaan Allah SWT sebagai satu-satunya tujuan hidup, serta pengabdian total dalam menjalankan ibadah sholat.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.