Liputan6.com, Jakarta Takdir adalah ketetapan dari Allah SWT yang telah ditentukan sejak sebelum manusia diciptakan. Dalam ajaran Islam, takdir mencakup segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, yang menyenangkan maupun yang tidak diinginkan.
Keyakinan terhadap takdir menjadi bagian dari rukun iman keenam, menunjukkan betapa pentingnya pemahaman ini dalam kehidupan seorang Muslim. Menerima takdir dengan lapang dada adalah bentuk keimanan dan kepasrahan total kepada kehendak Allah.
Advertisement
Dalam buku Tauhid Al Khalish karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, dijelaskan bahwa takdir adalah ilmu Allah terhadap segala sesuatu, penulisan-Nya di Lauhul Mahfuzh, kehendak-Nya terhadap kejadian itu, dan penciptaan-Nya atas semua itu.
Hal ini dikuatkan pula oleh pandapat dari Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir, yang menyatakan bahwa takdir adalah bagian dari ketetapan Allah terhadap makhluk-Nya, dan tidak ada satu pun yang luput dari ilmu-Nya. Dari sini tampak jelas bahwa takdir merupakan gabungan dari ilmu, kehendak, dan kuasa Allah atas ciptaan-Nya.
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Jumat (13/6/2025).
Takdir Adalah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3901224/original/017961500_1641963229-nega-YdyhHbWZ1V0-unsplash.jpg)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), takdir adalah ketetapan Tuhan atau ketentuan Tuhan. Secara istilah, takdir merupakan segala yang terjadi, sedang terjadi, serta akan terjadi, yang telah ditetapkan oleh Allah SWT baik yang baik maupun yang buruk.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, takdir adalah istilah yang berkaitan dengan qadha dan qadar, di mana qadha adalah ketetapan Allah SWT tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan makhluknya. Sementara qadar yaitu perwujudan dari qadha atau ketetapan Allah SWT dalam kadar tertentu sesuai dengan kehendak-Nya.
Qadarnya Allah ini juga biasa disebut dengan istilah takdir. Menurut M. Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i Atas Pelbagai Persoalan Umat, kata takdir diambil dari kata qaddara berasal dari akar kata qadara yang antara lain berarti mengukur, memberi kadar, atau ukuran. Sehingga jika kita berkata, “Allah telah menakdirkan demikian,” maka itu berarti Allah telah memberi kadar atau ukuran atau batas tertentu dalam diri, sifat, atau kemampuan maksimal makhluk-Nya.
Advertisement
Jenis-Jenis Takdir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3121591/original/026760700_1588827939-285166-P693K7-370.jpg)
Jenis-Jenis takdir Allah dibagi menjadi dua, yaitu Takdir Mubram dan Takdir Muallaq. Berikut penjelasan jenis-jenis takdir Allah tersebut:
1. Takdir Mubram
Jenis-jenis takdir Allah yang pertama adalah takdir Mubram. Takdir mubram adalah ketentuan mutlak dari Allah SWT yang pasti berlaku dan manusia tidak diberi peran untuk mewujudkannya. Jenis takdir Allah ini contohnya antara lain adalah tentang kelahiran dan kematian manusia. Tentunya tidak ada yang tahu kapan kamu akan dilahirkan dan kapan akan mati. Semua menjadi rahasia Allah SWT dan terjadi sesuai dengan ketetapan-Nya.
2. Takdir Muallaq
Jenis-jenis takdir selanjutnya adalah takdir Muaallaq. Takdir muallaq adalah ketentuan Allah SWT yang mengikut sertakan peran manusia melalui usaha atau ikhtiarnya. Contoh takdir muallaq antara lain keberhasilan murid di sekolah dalam meraih prestasi. Murid yang berprestasi itu bukanlah murid yang diam saja tidak belajar, dan hanya menunggu takdir. Tetapi, ia yang selalu berusaha dan belajar setiap hari untuk meraih cita-cita yang diharapkannya.
Dengan begitu, apa yang diraihnya selain ditentukan oleh takdir Allah SWT, juga ditopang oleh usaha dan doa yang dia lakukan. Jadi, berusaha itu harus, tetapi kamu juga harus berdoa dan rela menerima segala takdir yang sudah ditentukan oleh Allah SWT.
Orang yang rajin bekerja akan kaya, dan yang malas berusaha akan miskin, sebagaimana firman-Nya: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri". (Ar-Rad:11).
Pentingnya Memahami Takdir dalam Kehidupan Muslim
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5024268/original/011891900_1732614626-quote-takdir.jpg)
Mengetahui hakikat takdir memiliki peran krusial dalam membentuk sikap dan cara pandang seorang Muslim terhadap kehidupan. Pemahaman yang mendalam tentang takdir tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga membimbing seseorang dalam mengambil keputusan dengan penuh kesadaran dan ketenangan. Dalam realitas hidup yang penuh ujian dan ketidakpastian, pemahaman terhadap takdir menjadi pilar utama dalam menjaga kestabilan jiwa.
Salah satu dampak paling mendasar dari keyakinan terhadap takdir adalah tumbuhnya rasa percaya yang kuat kepada Allah SWT. Ketika seseorang meyakini bahwa segala yang terjadi merupakan bagian dari kehendak dan kebijaksanaan-Nya, maka ia akan merasa tenteram dan tidak mudah goyah dalam menjalani hidup. Keimanan kepada takdir menjadi bukti pengakuan atas kebesaran dan keadilan Tuhan dalam mengatur seluruh alam semesta.
Tak hanya itu, pemahaman tentang takdir juga melahirkan kesabaran dan keteguhan saat menghadapi berbagai kesulitan. Cobaan dan kegagalan tidak lagi dianggap sebagai bentuk kegagalan mutlak, melainkan sebagai ujian dari Allah yang membawa hikmah. Selain itu, kesadaran akan adanya takdir muallaq menginspirasi seseorang untuk terus berikhtiar dan berdoa. Ia memahami bahwa meskipun Allah yang menentukan segalanya, usaha manusia tetap menjadi bagian penting dalam meraih kebaikan hidup sesuai dengan garis yang telah ditetapkan oleh-Nya.
Advertisement
Iman Kepada Qada dan Qadar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4293047/original/00_1673913987-arabic-faithful-dark-skinned-woman-keeps-hands-praying-gesture-asks-allah-good-health-believes-wellness-has-veiled-head-wears-white-shirt-keeps-eyes-closed-enjoys-peaceful-atmosphere.jpg)
Iman kepada qadha dan qadar yaitu percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menentukan segala sesuatu yang akan terjadi pada mahluknya. Setiap manusia, telah diciptakan dengan ketentuan-ketentuan dan telah di atur nasibnya sejak zaman azali (zaman sebelum diciptakan alam semesta).
Meski ada takdir Allah SWT, bukan berarti seorang manusia bisa bermalas-malasan menunggu nasib tanpa berusaha atau berikhtiar. Sebuah keberhasilan tidak akan tercapai tanpa adanya usaha. Jadi, usaha tetap harus dilakukan. Tetapi, bagaimanapun hasilnya, harus dapat diterima dengan lapang dada, Karena itu merupakan takdir Allah SWT.
Mengutip dari Jurnal Mudarissuna Intitut Agama Islam Negeri Metro, dengan beriman kepada takdir dengan benar, seseorang akan giat berusaha dan berjuang dalam menjalani kehidupannya. Apalagi pada takdir muallaq kamu diharuskan untuk selalu berusaha atau ikhtiar.
Tidak hanya itu, manusia juga harus berpijak pada Sunnatullah. Dengan memahami takdir dalam bentuk yang tepat, manusia akan terhindar dari bencana ataupun kesengsaraan. Maka dari itu, seseorang harus beribadah, berusaha, serta berjuang dengan bertumpu pada Sunnah yang telah ditetapkan oleh Allah. Upaya tersebut agar cita-cita yang sedang diperjuangkannya dapat tercapai sesuai dengan rencana tanpa keluar dari ajaran agama Islam.
Hikmah Beriman Kepada Qadha dan Qadar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3131350/original/094401000_1589779881-Portrait_Of_Middle_Eastern_Man_With_Children.jpg)
Melansir Sumber Belajar Kemdikbud, berikut hikmah beriman kepada qadha dan qadar adalah:
- Melatih diri untuk lebih bersyukur dan bersabar kepada Allah SWT. Misalnya: ketika tertimpa musibah, sikap orang akan berbeda. Ada yang tabah, ada yang sedih dan tidak terima. Orang yang beriman dengan takdir, ia akan bersabar dan tetap bersyukur karena ia memahami bahwa semua ini tidak lepas dari ketentuan Allah SWT.
- Mendekatkan diri kepada Allah SWT. Orang yang percaya pada takdir Allah SWT, pasti dia merasa bahwa semua yang menimpanya adalah bagian dari karunia Allah SWT. Oleh karena itu, semua kejadian yang dialaminya kian mendekatkan dirinya kepada Allah SWT.
- Melatih seseorang menjadi orang yang giat berusaha, optimis, dan tidak cepat putus asa.
- Menghindarkan dari sifat sombong. Orang yang percaya takdir Allah SWT pasti tidak akan sombong, karena ia memahami bahwa semua yang dimiliki adalah bersumber dari Allah SWT.
- Dapat menenangkan jiwa.
- Mendorong anak pada sikap yang seimbang antara optimisme dan tawakkal. Dua hal ini akan berjalan dengan baik dan seimbang jika kamu percaya dengan adanya qadha dan qadar Allah SWT.
Advertisement
QnA yang Sering Dipertanyakan tentang Takdir
Q: Apa yang dimaksud dengan takdir dalam Islam?
A: Takdir adalah ketetapan Allah SWT atas segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan makhluk-Nya. Segala kejadian—baik maupun buruk—telah ditentukan oleh Allah dengan ilmu, kehendak, dan kekuasaan-Nya.
Q: Apakah manusia memiliki kebebasan jika semua sudah ditakdirkan?
A: Ya, manusia memiliki kehendak dan pilihan dalam batas-batas yang telah ditentukan Allah. Dalam hal-hal tertentu, seperti memilih kebaikan atau keburukan, manusia diberi tanggung jawab dan akan dimintai pertanggungjawaban atas pilihannya.
Q: Apa bedanya takdir mubram dan takdir muallaq?
A: Takdir mubram adalah ketetapan Allah yang pasti dan tidak bisa diubah, seperti kelahiran dan kematian. Sementara takdir muallaq adalah takdir yang bergantung pada usaha, doa, dan ikhtiar manusia, seperti rezeki dan keberhasilan.
Q: Jika semua sudah ditakdirkan, mengapa kita perlu berusaha dan berdoa?
A: Usaha dan doa adalah bagian dari takdir itu sendiri. Allah memerintahkan manusia untuk berikhtiar dan menjadikan usaha sebagai jalan datangnya ketetapan-Nya. Berdoa juga dapat menjadi sebab Allah mengubah takdir muallaq menjadi lebih baik.
Q: Apakah takdir bisa berubah?
A: Takdir muallaq bisa berubah dengan izin Allah melalui doa dan usaha manusia. Namun takdir mubram tidak bisa diubah karena telah menjadi ketetapan mutlak dari Allah SWT.
Q: Bagaimana cara menyikapi takdir buruk seperti musibah atau kegagalan?
A: Seorang Muslim diajarkan untuk bersabar, tawakal, dan percaya bahwa setiap musibah mengandung hikmah. Takdir buruk bisa menjadi ujian keimanan dan jalan menuju kedewasaan serta kedekatan kepada Allah.
Q: Apakah mempercayai takdir termasuk rukun iman?
A: Ya. Percaya kepada takdir, baik yang baik maupun buruk, merupakan rukun iman yang ke-6. Seorang Muslim tidak dianggap sempurna imannya jika belum meyakini bahwa semua yang terjadi adalah dalam kekuasaan dan ilmu Allah.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575337/original/085582000_1778045275-cek_fakta_-_alat_pertanian_dan_bibit_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7812129/original/049676700_1780629323-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-05T101248.112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4304748/original/076491500_1674799001-hand-gesture-praying-concept-serious-dark-skinned-female-raises-hands-prayer-pleads-something-wears-scarf-denim-jacket-isolated-purple-wall-muslim-religion-concept.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8391143/original/089751400_1782271521-AP26174796770030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8377926/original/005752900_1782255969-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)