Arti Kamplengan dalam Bahasa Indonesia, Kenali Istilah Bahasa Jawa Populer Lainnya

Arti kamplengan kerap kali dikaitkan dengan seseorang yang tidak dapat membayar utangnya.

Diterbitkan 22 Januari 2023, 17:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Arti kamplengan mungkin masih belum dipahami oleh kebanyakan orang. Pasalnya, kata ini bukanlah istilah dalam bahasa Indonesia, namun merupakan kata dari bahasa daerah yang tentunya tidak semua orang Indonesia akan memahaminya.

Arti kamplengan kerap kali dikaitkan dengan seseorang yang tidak dapat membayar utangnya. Setelah tidak dapat membayar utang, orang tersebut akan menerima kamplengan dari orang yang menagih utang.

Selain kamplengan, tentunya ada berbagai macam kata bahasa Jawa lainnya yang perlu kamu pahami. Untuk memahami bahasa Jawa, kamu tentunya wajib mengenali banyak kosakatanya, setidaknya beberapa kata yang sering digunakan dalam keseharian.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (22/1/2023) tentang arti kamplengan.

Arti Kamplengan

Arti kamplengan adalah istilah yang biasanya digunakan dalam bahasa Jawa. Istilah kamplengan ini berasal dari kata kampleng, yang merupakan salah satu jenis kata sifat dalam bahasa Jawa. Kampleng sendiri memiliki arti pukul atau tampar.

Arti kamplengan adalah menampar atau memukul. Arti kamplengan kerap kali dikaitkan dengan utang seseorang. Kamu bisa memahami arti kamplengan dari penjelasan berikut, yaitu saat seseorang tidak membayar utang atau tidak melunasi utangnya, maka orang tersebut akan dikampleng atau ditampar atau dipukul.

Sederhananya, arti kamplengan atau ngamplengan dapat dimaknai sebagai orang yang suka menampar atau suka memukul atau suka menempeleng. Kerap kali kata kamplengan ini juga digunakan dalam kalimat menjadi kampleng-kamplengan. Arti kamplengan dalam kampleng-kamplengan tentunya tidak jauh berbeda, yaitu pukul-pukulan.

Arti Kata Bahasa Jawa Lainnya yang Populer

Selain arti kamplengan, kamu tentu perlu memahami kata bahasa Jawa lainnya. Melansir KapanLagi, berikut beberapa arti kata bahasa Jawa lainnya:

1. Apa, Menapa: Apa

2. Sapa, Sinten: Siapa

3. Ing ngendi, Wonten pundhi: Di mana

4. Piye, Kepiye, Pripun, Kadospundhi: Bagaimana

5. Kapan: Kapan

6. Ngopo, Kadosmenopo: Mengapa

7. Iki, Meniko: Ini

8. Kui, Niku: Itu

9. Sing endi, Ingkangpundhi: Yang mana

11. Kulo, Dalem: Saya

12. Kowe, Panjengengan: Kamu

13. Awakdhewe, Kito: Kami

14. Deweke, Piyambakipun: Dia

15. Siji, setunggal: Satu

16. Loro, Kalih: Dua

17. Telu, Tiga: Tiga

18. Papat, Sekawan: Empat

19. Limo, Gangsal: Lima

20. Enem: Enam

21. Pitu: Tujuh

22. Wolu: Delapan

23. Sanga: Sembilan

24. Sepuluh, Sedasa: Sepuluh

25. Ayu : Cantik

26. Grapyak: Ramah

27. Taberi: Rajin atau tekun

28. Peteng: Gelap

29. Cerak: Dekat

30. Adoh: Jauh

31. Padang: Terang

32. Lemu: Gemuk

33. Kuru: Kurus

34. Apik: Bagus

35. Nesu: Marah

Arti Kata Bahasa Jawa Lainnya yang Populer

Selain arti kamplengan, kamu tentu perlu memahami kata bahasa Jawa lainnya. Berikut beberapa arti kata bahasa Jawa lainnya:

36. Adem: Dingin

37. Aleman: Manja

38. Resik: Bersih

39. Cugetan: Putus asa

40. Angel: Susah

41. Gembeng: Cengeng

42. Cethil: Pelit

43. Uwis: Cukup

44. Urip: Hidup

45. Wasis: Pintar

46. Meren: Dengki atau iri

47. Medeni: Ngeri

48. Ambeksura: Pemberani

49. Gede: Besar

50. Cilik: Kecil

51. Ngapusi: berbohong

52. Jirih: Penakut

53. Ngombe, Ngunjuk: Minum

54. Mangan, Nedha, Dhahar: Makan

55. Adus, Siram: Mandi

56. Turu, Tilem, Sare: Tidur

57. Nganggo, Ndamel, Ngagem: Memakai

58. Gawa, Bekta, Ngasta: Membawa

59. Gawe, Damel: Membuat

60. Kongkon, Kengken, Utus, Dhawuh: Menyuruh

61. Dulang, Ndulang, Ndhari: Menyuapi

62. Iring, Ngiring, Nderekake: Mengiringi

63. Nyalin, Ngganti: Mengganti

64. Takon, Taken, Ndangu: Bertanya

65. Enteni, Entosi, Rantosi: Menunggu

66. Nangis,Mular,Muwun: Menangis

67. Lungguh, Lenggah, Pinarak: Duduk

68. Lali, Supe, Kelimengan: Lupa

69. Moco, Maos: Membaca

70. Mangkat, Lungo, Budhal, Tindhak: Pergi

Pepatah Bahasa Jawa Populer

1. "Urip iku urup."

(Hidup itu hendaknya menyala atau memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita)

2. "Obah ngarep kobet mburi."

(Segala tindakan pemimpin selalu jadi anak buahnya.)

3. "Memayu hayuning bawono, ambrasto dhur angkoro."

(Hidup di dunia hendaknya berusaha memperindah dunia ini dengan rasa cinta kasih kepada semesta, serta memberantas sifat angkara murka dan segala sifat tercela yang merusak dunia.)

4. "Becik ketitik, ala ketara."

(Perbuatan baik akan selalu dikenali, dan perbuatan buruk nantinya juga akan diketahui juga.)

5. "Laku ing sasmita, amrih lantip."

(Ilmu tanpa iman akan buta. Ilmu yang bermanfaat harus dikuasai secara lahir batin agar bisa diamalkan dalam kehidupan sehari hari, berguna bagi diri sendiri dan orang lain yang memerlukannya.)

6. "Dhuwur wekasane, endhek wiwitane."

(Kesengsaraan yang membuahkan kemuliaan.)

7. "Adigang, adigung, adiguna."

(Mengandalkan kekuatan, kekuasaan, dan kepintarannya.)

8. "Ana dina, ana upa."

(Tiap perjuangan selalu ada hasil yang nyata.)

9. "Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah."

(Hidup rukun pasti akan hidup sentosa, sebaliknya jika selalu bertikai pasti akan bercerai.)

10. "Kena iwake aja nganti buthek banyune."

(Berusahalah mencapai tujuan tanpa menimbulkan kerusakan.)

11. "Mikul dhuwur mendhem jero."

(Seorang anak yang menjunjung tinggi derajat orang tua.)

12. "Mangan ora mangan sing penting ngumpul."

(Makan tidak makan yang terpenting adalah bisa berkumpul.)

13. "Aja gumunan, aja getunan, aja kagetan, aja aleman."

(Jangan mudah terheran-heran, jangan mudah menyesal, jangan mudah terkejut-kejut, jangan manja.)

14. "Bibit, bebet, bobot."

(Menilai kualitas berdasarkan asal muasal, peranan, dan kiprah yang telah diperbuat.)

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6