Sukses

Hindari Pengobatan Air Daun Sirih Ketika Mata Merah

Air perasan daun sirih seringkali dijadikan obat oleh masyarakat Indonesia ketika terkena iritasi mata merah (konjungtivitas). Padahal, menggunakan air daun sirih tidak dianjurkan sama sekali dalam pengobatan penyakit mata. Sebab, bila salah dalam penggunaannya, mata bukannya sembuh malah timbul penyakit mata lainnya.

Dokter Spesialis Mata dan Direktur Jakarta Eye Center, Dr. Johan Hutahuruk, MD, menjelaskan air sirih yang biasa digunakan sebagai obat itu bukannya tidak bagus sama sekali. Karena, air daun sirih bisa membunuh kuman yang menjadi penyebab terjadinya iritasi pada mata. Tapi yang ditekankan oleh Johan adalah, dalam penggunaan air daun sirih haruslah diproduksi dengan benar, dan tidak asal-asalan.

"Kalau Anda mengambil daun sirih langsung dikucek-kucek atau ditetes ke mata, akan membuat mata menjadi jamuran. Karena itu tergolong tidak steril dalam pengobatannya. Terlebih kalau sampai kornea sampai terkena, bisa membuat dia buta," kata Dr. Johan Hutahuruk, MD, dalam acara bertajuk 'SOHO #BetterU: Lima Penyakit Mata Tersering di Masyarakat Indonesia & Hari Penglihatan Sedunia', di Amaris Hotel Thamrin City, Jakarta, ditulis Kamis (10/10/2013)

Agar hal seperti ini tidak terjadi, Johan Hutahuruk menghimbau, para pasien untuk tidak mengobatinya seorang diri. Segeralah ke Puskesmas, biar ditangani langsung oleh ahlinya. Kalau pun nanti diminta untuk membeli obat tetes mata, itu sudah sesuai dengan anjuran dokter.

Iritasi mata merah (konjungtivitas) merupakan penyakit mata yang disebabkan karena adanya peradangan pada bola mata.

Iritasi terjadi karena adanya polusi, alergi, dan infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus serta jamur. Dalam mengatasinya, seperti yang dikatakan Johan Hutahuruk, yaitu dapat menggunakan salep atau obat tetes mata atas petunjuk dokter. Jangan mengambil tindakan untuk mengobatinya seorang diri.

Jika tidak, dapat menyebabkan kebutaan yang sudah tentu tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi merugikan orang lain, terutama keluarga.

"Kalau sampai buta, tidak bisa menghasilkan uang untuk keluarganya. Selain itu, pasien juga harus disupport setiap harinya. Buta ini double pengeluarannya," tutup Johan.

(Adt/Igw)