Sedari kecil sudah menyukai dunia anak-anak, senang bermain dengan anak-anak, dan memang senang berurusan dengan anak-anak. Inilah yang membuat dr. R. Dina Garniasih SpA, MKes, memutuskan untuk langsung mengambil spesialis anak, setelah lulus dari sarjana kedokteran.
"Sebenarnya, awal mula sekali jadi dokter, ini dokter ya, adalah karena keluarga. Banyak dari keluarga saya, terutama ayah, sepupu, om, dan tante yang kuliah mengambil jurusan kedokteran, saya pun memilih untuk jadi dokter," ujar dr. Dina Garniasih, saat berbincang dengan Liputan6.com, yang ditulis Rabu (31/7/2013)
Sewaktu dirinya ditempatkan di bangsal anak, di situ Dina menemukan seorang teman yang tengah menempuh pendidikan di bidang pediatrik. Karena itulah, Dina berpikir untuk lebih serius memperdalam spesialis yang satu ini.
"Pengalaman paling menyenangkan yang saya rasakan adalah, berhubungan langsung dengan anak-anak, dan membuat saya serius untuk memperdalam Pediatrik ini," ujarnya.
Tak butuh waktu lama bagi Dina untuk melanjutkan pendidikannya. Setelah tamat S1 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung pada tahun 2007, ia memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang S2 di universitas yang sama.
"Kalau saya kebenaran begitu selesai jadi dokter umum, langsung mengambil spesialis anak, langsung kanker anak," ujarnya
Suka duka dengan anak-anak kanker
Walaupun banyak duka yang ia rasakan, tapi Dina tak menutup matanya kalau masih banyak hal-hal menyenangkan yang membuatnya suka pada spesialis kanker anak ini.
"Dukanya begini. Sampai sekarang 'kan, obat kanker yang pasti itu belum ada. Apalagi pada anak yang kanker stadium lanjut. Sehingga, membuat saya berurusan dengan penyakit yang sering mematikan pada anak ini. Saya sedih," kata Dina.
Rasa sedih yang dialaminya pun terus berlanjut, tatkala Dina melihat atau menemani anak yang tengah menjalani kemoterapi. "Kemoterapi yang dijalani pada anak itu menyakitkan. Bagaimana caranya saya bisa men-support mereka terus, dan juga keluarganya. Itu tidak mudah," tambah Dina.
Menurut ibu satu orang anak ini, pada penyakit kanker, bukan hanya seorang anak saja yang menderita, tetapi orangtua juga mendapatkan tekanan mental yang tidak kecil dan luar biasa besar.
"Saya harus bisa men-support anaknya dan men-support keluarganya juga," jelasnya.
Ketika seorang anak penderita kanker mendapatkan sedikit saja kesembuhan, itu hal sederhana yang membuat Dina Garniasih ceria dan bersuka ria. "Sukanya yang lain, misalnya yang awalnya lemah, enggak bergairah, tiba-tiba tumbuh semangat dan dapat bermain dengan anak banyak. Itu menumbuhkan rasa suka pada saya," tutupnya.
Tidak otoriter meski seorang dokter
Meskipun wanita cantik ini adalah seorang dokter, bukan berarti dia bersikap otoriter ketika menerapkan sesuatu ke anak semata wayangnya yang masih berusia 7 tahun.
"Saya anggapnya seperti teman dan sahabat untuk anak saya. Di lain kesempatan, saya juga adalah seorang ibu, yang membimbing anak dan mengayomi sepenuh hati," ujarnya.
Tapi, terkadang otoriter itu dibutuhkan olehnya untuk diterapkan ke anaknya. Intinya, Dina ingin memberikan semua yang lengkap untuk anaknya-anaknya.
(Adt/Igw)
dr. R. Dina Garniasih dan Suka Dukanya dengan Anak-anak Kanker
Sedari kecil sudah menyukai dunia anak-anak dan senang berurusan dengan anak-anak. Inilah yang membuat dr Dina Garniasih jadi dokter anak.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/37265/original/dr-r-dina-garniasih-130731b.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Kelola Sampah Jadi Energi, PSEL Bogor Raya 1 Kurangi Emisi 640.000 Ton2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
- 1.200 Ton Sampah Bandung Diolah Jadi Sumber Energi3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
- Tekan Polusi, Jaksel Gencarkan Penghijauan4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
- Petani Sawit Swadaya Dapat Dukungan Rantai Pasok Berkelanjutan4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
- Mengenal Perdagangan Karbon Sebagai Sumber Ekonomi Baru4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
- Jakarta Padamkan Lampu 60 Menit pada 19 September, Cek Lokasinya4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
- Jangan Diburu! Penyu Jadi Spesies Kunci dalam Keseimbangan Ekosistem Laut6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
- Saat Rak Supermarket Jadi Kunci Dorong Pola Makan Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
- Bappenas Soroti Dekarbonisasi Industri dan Pembiayaan Hijau1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
- Di KTT BRICS, Prabowo Ajak Anggota Manfaatkan Ekonomi Hijau dan Mineral Kritis1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
- Target 100 Persen Sampah Terkelola pada 2029, Ini Strategi KLH1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
- Pasar Karbon Berkualitas Bukan Sekadar Kejar Nilai Ekonomi1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355036/original/052934100_1790070144-FALSE__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353323/original/048061500_1789960533-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T101401.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354582/original/028931500_1790055624-cek_bansos_-_cek_fakta.jpg)