Liputan6.com, Bandung - Tindakan medis sirkumsisi alias sunat kerap dikaitkan dengan agama, sosial maupun budaya. Bahkan dari segi kesehatan banyak manfaatnya terutama mencegah infeksi.
Menurut dokter spesialis bedah Nisa Lystia Novianti, sirkumsisi adalah suatu tindakan pembedahan di mana melakukan pembuangan sebagian atau seluruh dari lapisan kulit yang secara alami menutupi kepala (preputium) penis.
"Kulit preputium penis itu juga merupakan sebuah struktur dari penis yang berbentuk kulit yang biasa sering orang sebut dengan kulup, jadi dia berada di ujung penis," terang Nisa dalam
Advertisement
Dokter yang praktik di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Limijati Bandung mengatakan berdasarkan penelitian tindakan sunat ini memiliki berbagai keuntungan di bidang kesehatan. Sunat bisa mencegah infeksi saluran kencing, infeksi saluran kencing berulang, kemudian penyakit menular seksual, dan juga kanker penis.
"Sirkumsisi sendiri sebenarnya tidak ada patokan usia. Jadi paling nyamannya dan paling baiknya itu adalah usia pre-school sebelum masuk sekolah. Karena di mana anak-anak itu dia sudah mulai bisa berkoordinasi dengan baik dan juga berkomunikasi yang baik juga," kata Nisa dalam Limijati Health Talk.
Durasi tindakan sirkumsisi yang dijalankan setiap pasien berbeda disesuaikan dengan kondisi dan kasus yang ditangani. Biasanya kisaran 30-60 menit.Â
"Kemudian untuk pemulihannya, kan kalau untuk pemulihannya sendiri ada luka. Gimana luka itu kita jahit. Kurang lebih untuk jahitannya itu keringnya pulihnya 1-2 minggu," jelas Nisa.
Â
Teknik dan Metode Sirkumsisi
Nisa menerangkan teknik dan metode sirkumsisi terdapat berbagai macam dengan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
Namun yang paling sering dilakukan oleh dokter bedah ataupun dokter umumnya melakukan sirkumsisi yaitu adalah tindakan teknik dorsumsisi dengan menggunakan pisau ataupun gunting bedah.
"Ada lagi teknik guillotine, guillotine itu dia seperti memenggal atau langsung memotong kulit preputium penis. Kemudian juga ada teknik dengan menggunakan klem, dijepit dengan klem ataupun dengan laser yang paling sering ditawarkan," ungkap Nisa.
Nisa menyebut teknik sirkumsisi yang terakhir seringkali diklaim cepat dalam penyembuhannya ataupun tanpa luka, tapi sebenarnya sama saja.
Nisa menegaskan keduanya menyebabkan luka, tapi sirkumsisi menggunakan laser menyebabkan lukanya seperti luka bakar karena menggunakan counter yang mengeluarkan energi panas.
"Baiknya untuk seluruh pria, baik itu muda maupun usia tua, itu wajib dilakukan sirkumsisi. Ada tindakan yang harus segera dilakukan sirkumsisi, yaitu contohnya pada kasus fimosis," ungkap Nisa.
Â
Advertisement
Kondisi Wajib dan Tidak Wajib Sirkumsisi
Nisa menjelaskan fimosis ini merupakan keadaan di mana kulit atau kulup penis lengket di ujungnya, sehingga tidak bisa dilakukan penarikan ke arah bawah.
Nantinya, dalam keadaan kulup penis lengket tersebut bisa menyebabkan mengumpulnya air kencing ketika sedang berkemih.
"Nanti, tampilannya itu si penisnya menggelembung dan bisa menyebabkan terkumpulnya bakteri dan menyebabkan infeksi saluran kencing," ungkap Nisa.
Kondisi lainnya yang harus segera dilakukan sirkumsisi yaitu parafimosis. Parafimosis yaitu kondisi kulit atau kulupnya bisa ditarik ke belakang tapi tidak bisa dikembalikan ke posisi awal atau posisi semula.
"Sehingga si kulitnya itu menjepit penis. Dan, apabila si penisnya terjepit maka aliran darah ke penis itu juga akan terhambat atau terganggu. Sehingga itu dalam keadaan yang kondisi wajib harus langsung segera dilakukan tindakan sirkumsisi," tukas Nisa.
Nisa menekankan ada pula kondisi dimana tidak wajib dilakukan sirkumsisi alias sunat. Tidak boleh dilakukan sirkumsisi saat ditemukan kelainan hipospadia.
Hipospadia adalah kelainan lubang kencing atau letak lubang kencing. Letak lubang kencing yang biasanya ada di bawah dari lubang yang normal atau seharusnya.
"Nah kenapa jangan? Karena biasanya sirkumsisinya itu dilakukan berbarengan saat dilakukan pembuatan saluran kencing yang baru. Jadi nanti si kulitnya itu digunakan untuk membuat saluran yang baru. Jadi kalau misal sudah dilakukan sirkumsisi sebelum dilakukan operasi hipospadia nya, nanti tidak ada lagi kulit yang bisa menggantikan si saluran kencing yang baru itu," tutur Nisa.
Ada juga dalam kondisi tertentu, seperti pada gangguan pembekuan darah ataupun hemofilia. Dua kasus tersebut juga harus dalam pemantauan ketat dalam melakukan tindakan sirkumsisi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/408266/original/071633600_1747617599-ari.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4888824/original/047124700_1720667029-muslim-grandparents-with-their-grandchild.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260391/original/008993600_1781591330-WhatsApp_Image_2026-06-16_at_1.19.36_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582930/original/051584700_1778132610-Screenshot_2026-05-07_124249.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3616585/original/028811300_1635474693-den-harrson-C14EEtqVsNA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3448808/original/032087500_1620206402-stethoscope-decorative-kidneys-gray_185193-30956.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541596/original/092883600_1774870959-WhatsApp_Image_2026-03-30_at_6.36.38_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184987/original/062535600_1744356346-80426a85-7c63-493e-ba94-f90332cb53f8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541323/original/043951500_1774859281-dashsport-3029.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541354/original/071478300_1774860074-andi_saguni_2.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Varian Baru Lagi COVID-19, Kini BA.3.2 'Cicada' dan Sudah Masuk Variant Under Monitoring](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/qRruizMJKhQEA4WLv378Rz_SNKw=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541266/original/050683200_1774856802-WhatsApp_Image_2026-03-30_at_14.26.27.jpeg)