Kemenkes: Dokter Internship di Cianjur yang Meninggal Positif Campak

Hasil pemeriksaan spesimen dokter internship yang meninggal dunia saat bertugas di Cianjur sudah keluar. Kemenkes ungkap AMW positif campak.

Diterbitkan 30 Maret 2026, 15:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kemenkes atau Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa hasil pemeriksaan spesimen dokter internship yang bertugas di Cianjur, Jawa Barat berinisial AMW (25) yang meninggal dunia sudah keluar. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan AMW positif campak.

"Sebelum meninggal diambil serum. Hasil keluar pada 28 Maret 2026 dengan positif campak," kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dokter Andi Saguni dalam konferensi pers Senin, 30 Maret 2026 secara daring.

AMW adalah dokter internship yang bertugas di Cianjur sejak Agustus 2025. Namun, pada pertengahan Maret, AMW mengalami sakit dengan gejala campak. Kondisinya sempat membaik tapi kemudian mengalami perburukan dan segera dibawa ke RSUD Cimacan.

"Rupanya pada 25 Maret ada penurunan kesadaran. Jadi dibawa ke RSUD Cimacan sudah mengalami penurunan kesadaran," kata Andi.

AMW kemudian dirujuk ke ICU pada 26 Maret 2026. Lalu, ada perburukan dan pasien meninggal dunia pada 26 Maret 2026 pukul 11.30 dengan diagnosis akhir campak dan gangguan jantung dan otak.

 

Dokter Internship Sempat Menangani Pasien Campak

Andi mengatakan sebelum muncul gejala, AMW sempat menangani pasien campak di RSUD Pagelaran. Lalu, saat sudah mulai muncul keluhan gejala demam, flu dan batuk juga menangani kasus campak.

Berikut kronologi meninggalnya dokter internship di Cianjur:

8 Maret 2026

AMW berdinas menangani kasus campak di RSUD Pagelaran 18 Maret 2026AMW mengeluh demam, flu dan batuk. Ia pun meminta izin untuk dinas keesokan hari dan mendapatkan izin dari dokter pembimbing.

19 Maret 2026

AMW tetap datang untuk berdinas shift pagi selama tiga hari berturut-turut dan menangi kasus campak di tanggal 19 dan 21 Maret.

21 Maret 2026

Mulai timbul rash. Namun AMW tetap berdinas dan menangai supsek campak di IGD. Di hari itu, ia mengajukan cuti ke dokter pembimbing karena kondisi melemah. Dokter pembimbing pun memberikan izin cuti.

24 Maret 2025

AMW mengabari teman-teman lewat pesan tertulis bahwa terkena campak dengan menunjukkan ruam di tangan.

25 Maret 2025

Pukul 23.00 WIB, AMW masuk IGD RSUD Cimacan dibawa oleh keluarga dengan keluhan penurunan kesadaran 1 jam sebelumnya. Lalu, ia sempat mengalami sesak napas.

26 Maret 2026

Pukul 00.30 WIB, AMW dirujuk ke ICU.

Lalu, pukul 09.15 terjadi perburukan dan dilakukan intubasi.

Tak lama kemudian tepatnya pukuk 11.30 WIB AMW meninggal dunia dengan diagnosis campak dengan gangguan jantung dan otak.

27 Maret 2026

Usai kejadian itu, Kemenkes melakukan penyelidikan epidemiologi dengan Dinkes Provinsi Jawa Barat, Dinkes Kabupaten Cianjur, RSUD Cimacan dan RSUD Pagelaran.

Spesimen serum AMW kemudian dibawa ke Biofarma untuk diperiksa.

28 Maret 2026

Hasil pemeriksaan spesimen laboratorium lab Biofarma menunjukan positif campak.