Viral TBC Bisa Sembuh dengan Herbal, Kemenkes: Bukannya Sembuh Malah Tambah Berat

Kemenkes menegaskan TBC harus diobati dengan OAT karena penggunaan herbal saja tidak terbukti dan berisiko membuat kondisi makin parah.

Diterbitkan 18 Maret 2026, 13:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Belakangan seorang pemengaruh (influencer) viral lantaran menyebut tuberkulosis atau TBC dapat dicegah dan diobati hanya dengan herbal. Terkait pernyataan ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memberi tanggapan.

“Tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit infeksi yang sangat menular dan disebabkan oleh bakteri mikobakterium tuberculosis. Penyakit TBC hanya bisa disembuhkan dengan minum obat antibiotik yang spesifik membunuh bakteri penyebab TBC yaitu obat anti TBC atau OAT,” kata Juru Bicara Kemenkes, Widyawati lewat keterangan video, Rabu (18/3/2026).

OAT telah teruji secara ilmiah dan dinyatakan aman, berkualitas, serta berkhasiat. Obat ini dapat diberikan kepada pasien TBC oleh tenaga kesehatan sesuai standar pengobatan.

“Di masyarakat memang saat ini banyak beredar informasi bahwa TBC bisa sembuh hanya dengan mengonsumsi obat herbal. Perlu dipahami bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa obat herbal dapat menyembuhkan TBC,” tegas Widyawati.

“Jika pasien hanya mengandalkan herbal tanpa menjalani pengobatan standar, bakteri TBC dapat berkembang di dalam tubuh sehingga penyakit tidak sembuh dan bahkan menjadi lebih berat,” tambahnya.

Dia tak memungkiri, herbal mungkin dapat mengurangi efek samping obat anti TBC atau membantu menjaga daya tahan tubuh.

“Namun, tidak dapat menggantikan obat TBC,” katanya.

Penggunaan Herbal Hanya sebagai Pendamping

Oleh karena itu, sambungnya, penggunaan herbal pada pasien TBC hanya sebagai pendamping.

“Penggunaan herbal sebaiknya hanya sebagai pendamping dan tetap harus dikonsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.”

Widyawati mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terbukti secara ilmiah.

“Apabila mengalami gejala TBC seperti batuk lebih dari dua minggu, demam, berkeringat di malam hari atau penurunan berat badan, segera periksa ke puskesmas atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat,” imbaunya.

TBC bisa sembuh, lanjut Widyawati, asalkan diobati dengan cara yang benar dan harus tuntas. Obat TBC sendiri sudah tersedia di puskesmas dan bisa didapatkan secara gratis.