Puasa bagi Pasien Kanker Paru, Dokter: Boleh Jika Memungkinkan

Pasien kanker paru boleh menjalankan ibadah puasa dengan catatan tetap konsultasi dulu ke dokter.

Diterbitkan 26 Februari 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pasien kanker paru boleh menjalankan puasa di bulan Ramadan. Ini tergantung dengan kondisinya dengan tetap harus mengikuti anjuran dokter.

“Boleh dong, pasien kanker paru boleh puasa sesuai dengan kondisi, sesuai dengan penyakitnya dan sesuai dengan anjuran dari dokter. Jadi tetap harus berkonsultasi dengan dokter,” kata dokter pulmonologi paru, subspesialis onkologi toraks, Sita Laksmi Andarini kepada Health Liputan6.com saat ditemui di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Dokter yang melayani pasien di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi ini menambahkan, 44 persen pasien kanker paru pengobatannya bukan kemoterapi, melainkan konsumsi obat rutin. Pasien-pasien inilah yang umumnya boleh menjalankan ibadah puasa.

“Misalnya banyak pasien kanker paru kan minum tablet, obatnya enggak kemo, 44 persen, boleh puasa kalau kondisinya memungkinkan,” ujarnya usai menjadi pembicara dalam peringatan Hari Kanker Sedunia bersama AstraZeneca.

Sementara, konsumsi obat boleh digeser ke malam hari saat keadaan perut kosong. “Penggunaan obatnya boleh digeser, jadi biasanya obat itu diberikan saat perut kosong. Jadi kapan perut kosong? Biasanya kita sarankan minum obatnya sebelum tidur untuk obat-obat paru yang jenisnya tablet. Sedangkan untuk kemoterapi dilakukan tergantung kondisi pasien, ada pasien yang sangat fit dan mampu puasa, kita tidak bisa melarang,” katanya.

Meski begitu, pasien boleh membatalkan puasa jika kondisinya menurun saat menjalankan ibadah tersebut.

“Boleh dibatalkan kalau merasa kondisinya lemah. Puasa kan memang hukumnya wajib kecuali sakit, diperbolehkan untuk tidak berpuasa, diperbolehkan mengganti (qadha) di hari lain,” ujarnya.

Menu Sahur dan Buka Puasa Pasien Kanker Paru

Terkait menu sahur dan berbuka bagi pasien kanker paru yang menjalani puasa, Sita menyebut tidak ada perbedaan signifikan dengan masyarakat umum.

“Sama aja, pasien kanker memerlukan kondisi asupan gizi satu setengah kali lipat dibandingkan orang normal. Jadi harus tinggi kalori dan tinggi protein.”

“Ada banyak mitos katanya enggak boleh gula, ya tentu saja orang normal juga enggak boleh makan gula terlalu banyak, jadi makan dalam moderasi (pembatasan), kondisi kalori dan protein harus dihitung,” jelas Sita.

Asupan kalori dan protein harus tinggi lantaran kebutuhan badan untuk menyesuaikan dengan terapi memerlukan asupan gizi yang baik. Selain itu, pasien kanker juga memerlukan asupan vitamin D serta mikronutrien lainnya termasuk kalsium dan zinc.

Deteksi Dini Kanker Paru

Sita juga menjelaskan tentang deteksi dini kanker paru yang dapat dilakukan dengan low dose CT. Yakni CT toraks tanpa kontras dengan dosis radiasi rendah.

“Itu bisa dilakukan di rumah sakit tipe C melalui rujukan berjenjang dari puskesmas, layanan primer ke rumah sakit tipe C untuk deteksi dini kanker paru.”

Kini, sambung Sita, pedoman nasional untuk penanggulangan skrining kanker paru sedang dibicarakan di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Ini masih dalam draf, beberapa waktu lagi keluar,” ujarnya.

  • liputan6
    Menurut ahli bahasa Sansekerta, upawasa bermakna ritual untuk “masuk” ke Yang Ilahi.
    puasa
  • Ramadan adalah bulan suci umat Islam yang dirayakan dengan cara melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
    Bulan Ramadan adalah periode suci bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk berpuasa, meningkatkan ibadah, dan mempererat tali silaturahmi, dengan panduan lengkap mencakup jadwal, fiqih, gaya hidup, ekonomi, dan kesehatan.
    Ramadan
  • Kanker Paru-paru
  • kanker paru
  • health