Fakta tentang Kasus Campak di Australia yang Berasal dari Penerbangan Asal Jakarta

Kemenkes telah menerima laporan terkait dua kasus campak yang berasal dari penerbangan asal Jakarta.

Diterbitkan 24 Februari 2026, 12:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dua kasus campak tercatat di Australia pada Februari 2026 yang berasal dari penerbangan asal Jakarta. Kedua pasien berjenis kelamin perempuan berusia 18 dan enam tahun.

Kementerian Kesehatan (Kementerian Kesehatan) RI telah menerima notifikasi resmi lewat mekanisme International Health Regulations (IHR) dari otoritas kesehatan Australia seperti disampaikan Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, Andi Saguni.

Kasus campak pertama terjadi pada perempuan 18 tahun yang terbang ke Perth menggunakan pesawat Batik Air pada 7-8 Februari 2026. Pasien tersebut memiliki riwayat vaksinasi MMR dua kali pada 2009 dan 2012.

"Gejala ruam muncul pada tanggal 8 Februari di Perth dan hasil PCR dinyatakan positif," tutur Andi dalam video yang diterima Liputan6.com ditulis Selasa, 24 Februari 2026.

Lalu, kasus kedua berusia enam tahun yang naik Garuda Indonesia rute Jakarta - Sydney pad 17 Februari 2026. Tidak ada riwayat vaksinasi campak pada kasus kedua ini. Ia mengalami gejala demam, batuk, pilek muncul pada 11 Februari dan hasil PCR positif campak pada 18 Februari.

"Tidak ada kasus kematian pada dua kasus tersebut," tutur Andi.

Andi mengatakan bahwa campak masih ditemukan di berbagai negara. Penyakit ini memag bersifat sangat menular. Pada tahun 2025, tercatat ada 11.094 kasus terkonfirmasi campak di Indonesia.

Lalu hingga Februari ada 550 kasus campak.

Tidak Ada KLB Campak Nasional

Andi mengatakan saat ini tidak terdapat penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak secara nasional. Meski begitu upaya pencegahan campak aktif dilakukan diantaranya dengan imunisasi campak tambahan pada usia anak sekolah, daerah yang telah terjadi KLB campak pada 2025 dan 2026.

Perilaku hidup bersih dan sehat juga perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan campak. Selain itu, pastikan sudah mendapatkan vaksinasi campak secara lengkap. 

"Masyarakat yang mengalami gejala demam dan ruam diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, dan bagi yang terinfeksi campak agar membatasi kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan," pesan Andi.