Puasa Ramadhan 2026 Terancam Gagal Produktif Jika Masih Lakukan Kebiasaan Ini

Puasa Ramadhan 2026 terancam tak produktif jika salah pola makan. Simak kebiasaan yang harus dihindari saat sahur dan berbuka.

Diterbitkan 19 Februari 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Puasa Ramadhan 2026 seharusnya menjadi momen untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus menjaga produktivitas. Namun, banyak orang justru mengeluhkan tubuh mudah lemas, sulit fokus, hingga mengantuk berat saat beraktivitas.

Tak sedikit pekerja dan mahasiswa merasa performanya menurun selama berpuasa. Padahal, menurut ahli gizi, masalahnya bukan pada puasanya, melainkan pada kebiasaan makan yang masih keliru. 

Ketua Program Studi Gizi Universitas Al-Azhar Indonesia, Andi Muh Asrul Irawan, menegaskan bahwa akar persoalan ada pada pola konsumsi masyarakat saat Ramadan. 

"Akar masalahnya bukan pada ibadah puasanya, melainkan pada kultur kuliner yang salah kaprah," ujar Andi, dikutip dari laman resmi Universitas Al-Azhar Indonesia pada Rabu, 18 Februari 2026. 

Menurutnya, banyak kebiasaan yang dianggap wajar justru berdampak buruk bagi metabolisme tubuh dan menjadi penghambat produktivitas selama Puasa Ramadhan 2026.

Kebiasaan 'Balas Dendam' Saat Buka Puasa

Salah satu kebiasaan paling umum adalah makan berlebihan saat berbuka atau dikenal sebagai revenge eating. Setelah menahan lapar seharian, banyak orang langsung mengonsumsi gorengan, minuman manis, hingga makanan bersantan dalam jumlah besar. 

"Secara sains, puasa adalah fase istirahat dan detoksifikasi organ. Masalahnya, mindset kita sering kali ‘balas dendam’ saat berbuka. Seharian kosong, lalu lambung dihajar mendadak dengan gorengan berminyak, es teh manis, hingga makanan bersantan dalam satu waktu," kata Andi. 

Kebiasaan ini membuat sistem pencernaan bekerja ekstra keras. Makanan tinggi lemak membutuhkan waktu cerna lebih lama sehingga aliran darah lebih terfokus ke saluran cerna. 

Akibatnya, suplai oksigen ke otak berkurang. Inilah yang membuat tubuh terasa begah dan mengantuk. "Inilah jawaban kenapa banyak yang teler atau ngantuk parah saat sholat tarawih. Itu bukan karena khusyuk, tapi begah," tambahnya. 

Jika kebiasaan ini terus dilakukan, Puasa Ramadhan 2026 bisa terasa berat dan jauh dari kata produktif.

Salah Pilih Menu Sahur

Selain berbuka berlebihan, kesalahan lain yang sering terjadi saat Puasa Ramadhan 2026 adalah memilih menu sahur yang tidak seimbang. Contoh paling umum adalah sahur dengan mie instan dan nasi. Kombinasi ini mengandung karbohidrat sederhana dengan indeks glikemik tinggi. "Ini adalah kombo karbohidrat sederhana dengan indeks glikemik tinggi. Gula darah akan melonjak cepat, lalu anjlok sekitar jam 10 pagi," tambahnya. 

Efeknya? Lemas, pusing, dan mood berantakan. "Ditambah natrium tinggi dari bumbu yang bisa menyebabkan haus seharian," katanya. Lonjakan dan penurunan gula darah yang drastis membuat energi tidak stabil. Akibatnya, konsentrasi terganggu dan rasa lelah datang lebih cepat.

Strategi Agar Puasa Ramadhan 2026 Tetap Produktif

Agar Puasa Ramadhan 2026 tetap berjalan lancar dan tubuh tetap bertenaga, Andi membagikan beberapa strategi sederhana berbasis sains. 

1. Perbaiki Menu Sahur

Jika terpaksa mengonsumsi mie instan, tambahkan sumber protein seperti telur atau tahu serta sayuran sebagai sumber serat. Ini membantu menjaga kestabilan gula darah. Kurangi juga penggunaan bumbu untuk mencegah dehidrasi akibat natrium tinggi.

2. Batasi Gorengan Saat Berbuka

Hindari makan berlebihan. Batasi gorengan maksimal satu buah. Awali berbuka dengan air putih dan kurma, lalu beri jeda 10–15 menit sebelum menyantap makanan berat agar tubuh beradaptasi secara bertahap.

3. Terapkan Pola Hidrasi 2-4-2

Minum berlebihan saat sahur bukan solusi. Gunakan pola 2 gelas saat berbuka, 4 gelas dicicil sepanjang malam, dan 2 gelas saat sahur untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

4. Hindari Kopi Saat Sahur

Kopi bersifat diuretik yang memicu buang air kecil lebih sering. Waktu terbaik mengonsumsi kopi selama Ramadan adalah setelah makan malam atau setelah tarawih.

Puasa Ramadhan 2026 bukan alasan untuk menurunkan produktivitas. Dengan pola makan yang tepat dan lebih sadar terhadap kebutuhan tubuh, energi bisa tetap terjaga sepanjang hari. 

Mengubah kebiasaan sederhana saat sahur dan berbuka bisa menjadi kunci agar Puasa Ramadhan 2026 tidak hanya lancar secara ibadah, tetapi juga optimal dalam aktivitas harian.