Liputan6.com, Jakarta - Virus Nipah, penyakit mematikan yang dikenal karena potensi menyebabkan radang otak (ensefalitis) fatal, memiliki reservoir alami utama, yaitu kelelawar buah (fruit bat). Penyebaran virus ini dari kelelawar ke manusia terjadi terutama melalui kontak dengan air liur, urine, kotoran, atau buah yang telah terkontaminasi.
Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, Profesor Agus Setiyono, mengingatkan masyarakat agar waspada, terutama di sekitar pemukiman yang dekat dengan habitat kelelawar.Â
"Ensefalitis akibat Virus Nipah bisa berakhir fatal. Karena kelelawar tidak menunjukkan gejala, masyarakat sering tidak menyadari risiko yang ada," ujar Agus dikutip dari laman IPB pada Jumat, 30 Januari 2026.
Advertisement
Kelelawar sering bersarang di atap atau langit-langit rumah, sehingga kotoran, urine, air liur, dan sisa makanan yang mereka tinggalkan bisa menjadi media penularan virus dan patogen lainnya.
Virus Nipah menular dari kelelawar ke manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh, atau melalui buah dan makanan yang terkontaminasi.
Epidemiolog, Dicky Budiman, menekankan, penularan antar manusia juga mungkin terjadi, terutama melalui kontak dengan cairan tubuh pasien, misalnya saat perawatan.
"Penularan dari hewan ke manusia terjadi melalui urine, air liur, atau kotoran kelelawar yang mencemari buah atau lingkungan," ujar Dicky.
Profesor Agus Setiyono menambahkan bahwa perusakan habitat alami kelelawar meningkatkan risiko penularan.
Penebangan hutan dan hilangnya sumber makanan memaksa kelelawar mendekati pemukiman, mengonsumsi buah-buahan yang ditanam warga, seperti pepaya, pisang, mangga, dan jambu biji.
"Aktivitas ini membuka peluang virus berpindah ke manusia," tambahnya.
Â
Ciri Kelelawar Buah Pembawa Virus Nipah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4579763/original/018357400_1695034025-waldemar-MTcfS3HUak8-unsplash.jpg)
Kelelawar buah memiliki ciri khusus yang membantu mereka mengonsumsi dan mencerna buah. Gigi mereka dirancang untuk menghancurkan buah, lidah panjang mengekstrak nektar, rahang kuat untuk memecah lapisan buah, serta sistem pencernaan efisien yang memproses banyak buah dengan cepat. Kemampuan terbang jarak jauh membuat mereka bisa menyebarkan biji sekaligus potensi patogen ke area luas.
The Institute for Environmental Research and Education (IERE) mencatat bahwa kelelawar buah memakan beragam buah, dari ara, mangga, pisang, pepaya, hingga durian dan nangka. Keanekaragaman makanan ini memudahkan mereka tetap bertahan hidup, tetapi juga menjadi jalur penyebaran virus yang potensial.
Â
Advertisement
Apa Saja Gejala Virus Nipah?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487816/original/028391400_1769678219-kelelawar_buah.jpg)
Gejala infeksi Virus Nipah pada manusia bervariasi, mulai dari flu ringan, sakit kepala, nyeri otot, batuk, hingga gangguan pernapasan dan kesulitan menelan.
Kasus berat dapat berlanjut menjadi ensefalitis, ditandai kantuk berlebihan, kebingungan, disorientasi, hingga koma dan kematian. Masa inkubasi virus ini berkisar 4–14 hari, meski beberapa kasus melaporkan hingga 45 hari.
Untuk mencegah penularan, masyarakat disarankan menghindari kontak langsung dengan kelelawar dan memastikan buah atau makanan lain yang berpotensi terkontaminasi dicuci bersih.
"Kesadaran masyarakat dan edukasi tentang interaksi aman dengan satwa liar sangat penting untuk mengurangi risiko zoonosis," kata Agus.
Dengan memahami ciri dan perilaku kelelawar buah sebagai pembawa Virus Nipah, masyarakat dapat lebih waspada dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat.
Pencegahan sederhana, seperti mencuci buah, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghindari kontak langsung dengan kelelawar, menjadi kunci menjaga kesehatan di tengah ancaman penyakit mematikan ini.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485209/original/002570800_1769498234-nipah_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8899597/original/014754500_1782943656-Belgian_players_celebrate_youre_tieleman_s_goal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185248/original/087119600_1744370189-medium-shot-sick-woman-with-fever_23-2149247989.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3030536/original/025901800_1579772464-048838900_1568532795-Bendera_Bangladesh__Pixabay_.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 5 Hal tentang Kematian Pertama Pasien Virus Nipah di 2026](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/J9kzY3Fqja9v9oHGu9_BZwo22Ak=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5355880/original/064059000_1758366884-WhatsApp_Image_2025-09-20_at_10.28.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5079611/original/075660400_1736152693-1735888251296_ciri-ciri-flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4993874/original/056837800_1730895197-fotor-ai-2024110619038.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5334428/original/084075100_1756715756-asian-researcher-in-laboratory-from-back.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493534/original/049743600_1770258315-Gemini_Generated_Image_8yw0xi8yw0xi8yw0.png)