Liputan6.com, Jakarta - World Health Organization (WHO) melaporkan satu pasien yang memiliki kontak dengan virus Nipah meninggal dunia pada Januari 2026 lalu.
Dalam laporan WHO yang dirilis pada Jumat, 6 Februari 2026 disebutkan pasien asal Bangladesh yang meninggal berjenis kelamin perempuan berusia 40-50an tahun yang tinggal di Distrik Naogaon, Rajshahi. Pasien tersebut menunjukkan gejala berupa demam dan neurologis pada 21 Januari 2026. Sekitar seminggu kemudian pasien meninggal dunia,
Pasien tersebut tidak memiliki riwayat pergi ke luar negeri tapi baru-baru ini mengonsumsi date palm sap semacam cairan bening yang manis yang diekstrak dari batang pohon kurma (Phoenix dactylifera). Menurut laporan WHO, pasien tersebut mengonsumsi date palm sap antara tanggal 5 hingga 20 Januari 2026.
Advertisement
Pasien tersebut dibawa ke rumah sakit pada 28 Januari 2026. Lalu tenaga kesehatan melakukan swab lewat tenggrokan dan mengambil sampel darah. Hasilnya menunjukkan positif terpapar virus Nipah.
“Pada tanggal 3 Februari 2026, Koordinator Nasional Peraturan Kesehatan Internasional (IHR NFP) untuk Bangladesh memberitahukan kepada WHO tentang satu kasus infeksi virus Nipah (NiV) yang terkonfirmasi di Divisi Rajshahi,” kata WHO dalam laporannya.
Usai terkonfirmasi terinfeksi virus Nipah, 35 orang yang kontak dekat dengan pasien melakukan pemeriksaan. Terdiri dari 3 orang di rumah, 14 orang kontak di komunitas dan 18 orang kontak di rumah sakit. Dari orang tersebut, enam yang kontak dan menunjukkan gejala hasilnya negatif.
Hingga 3 Februari tidak ada kasus tambahan yang teridentifikasi. Lalu, orang-orang yang kontak dengan pasien pun masih dalam pemantauan.
Bangladesh Laporkan Kasus Virus Nipah Pertama Kali pada 2001
Bangladesh melaporkan kasus infeksi virus Nipah pada manusia pertama kali pada 2001. Sejak itu, infeksi pada manusia dilaporkan hampir setiap tahun.
Pada tahun 2025, empat kasus kematian yang dikonfirmasi laboratorium dilaporkan dari Bangladesh.
Advertisement
Apa Itu Virus Nipah?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487816/original/028391400_1769678219-kelelawar_buah.jpg)
Virus nipah adalah infeksi yang menyebar terutama melalui produk yang terkontaminasi oleh kelelawar yang terinfeksi, seperti buah-buahan. Penyakit ini dapat berakibat fatal, di mana angka kematian mencapai 40 hingga 75 persen dari kasus yang ada.
Virus Nipah bisa menular antarmanusia tapi harus lewat kontak dekat lewat cairan tubuh (darah, urine, air liur, atau cairan pernapasan) dari orang yang terinfeksi.
Menurut WHO, infeksi pada manusia bisa tanpa gejala hingga infeksi pernapasan akut (ringan, berat), dan ensefalitis fatal (pembengkakan otak).
Orang yang terinfeksi awalnya memiliki gejala termasuk demam, sakit kepala, mialgia (nyeri otot), muntah, dan sakit tenggorokan. Lalu, dapat diikuti oleh pusing, mengantuk, perubahan kesadaran, dan tanda-tanda neurologis yang menunjukkan ensefalitis akut.
Beberapa orang dapat mengalami pneumonia atipikal dan masalah pernapasan yang parah, termasuk gangguan pernapasan akut. Ensefalitis dan kejang terjadi pada kasus yang parah, berkembang menjadi koma dalam waktu 24 hingga 48 jam.
Beberapa waktu sebelumnya dunia digemparkan dengan dua kasus virus Nipah di Benggala Barat, India. Sesudah laporan itu muncul, Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Pakistan menerapkan pemeriksaan suhu di bandara.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782154/original/031089800_1782878025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-01T104708.110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3030536/original/025901800_1579772464-048838900_1568532795-Bendera_Bangladesh__Pixabay_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411690/original/061832400_1479707390-India.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4358159/original/067137100_1678794026-Thumbnail_Liputan6.com.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8474318/original/030628400_1782384034-arBqcXAl4S06GV2iP1BncAeqifHEkt2QLfz1C2K5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258474/original/070070600_1781346469-AP26163500989479.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3314597/original/073889600_1606993116-20201203-Kementan-Targetkan-8_2-Juta-Hektare-Sawah-untuk-20-Juta-Ton-Beras-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4984093/original/089195600_1730181989-secret-2681508_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260627/original/045299700_1781613980-IMG_3574.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8259000/original/072319200_1781432690-260614-fanatik-tingkat-dewa-pria-india-cat-rumah-dan-mobil-demi-timnas-brasil-569a87.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8258996/original/031770800_1781432340-260614-demam-piala-dunia-2026-menggila-di-india-raksasa-ronaldo-menjulang-4836f6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163765/original/058418400_1742049945-Untitled.jpg)