Cuma 5 Menit Jalan Kaki Bisa Turunkan Risiko Kematian Dini 15 Persen, Ini Kata Peneliti

Jalan kaki 5 menit sehari terbukti menurunkan risiko kematian dini hingga 15 persen. Peneliti ungkap manfaat besar dari aktivitas ringan.

OlehMasni
Diterbitkan 20 Januari 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jalan kaki secara rutin, meski hanya sebentar, ternyata berdampak besar bagi kesehatan dan harapan hidup. Para ahli menyebut bahwa menambah aktivitas fisik ringan seperti jalan cepat selama lima menit setiap hari sudah cukup untuk menurunkan risiko kematian dini.

Kabar ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang kesulitan meluangkan waktu untuk olahraga berat. Sebuah studi berskala besar yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam kebiasaan harian dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan.

Mengutip Everyday Health pada Selasa, 20 Januari 2026, penelitian yang dipimpin pakar aktivitas fisik dan kesehatan dari Norwegian School of Sport Sciences, Prof. Ulf Ekelund, menegaskan, aktivitas fisik tidak harus berat atau dilakukan dalam waktu lama untuk memberikan dampak positif bagi tubuh.

Studi ini menganalisis data dari tujuh penelitian di Amerika Serikat, Norwegia, dan Swedia yang melibatkan lebih dari 135 ribu orang dewasa dengan usia rata-rata 64 tahun. Selama masa pemantauan sekitar delapan tahun, peneliti menemukan bahwa semakin lama seseorang bergerak, semakin rendah risiko kematian dini.

Prof. Ekelund menjelaskan bahwa tambahan aktivitas fisik intensitas sedang, seperti jalan cepat selama lima menit per hari, dapat menurunkan risiko kematian hingga 15 persen.

Bahkan, pada individu yang sebelumnya jarang bergerak, penambahan aktivitas lima menit per hari tetap memberikan manfaat dengan menurunkan risiko kematian sekitar 6 persen.

Kurangi Duduk Terlalu Lama

Selain mendorong lebih banyak bergerak, studi ini juga menyoroti bahaya terlalu lama duduk atau menjalani gaya hidup sedentari. Rata-rata orang dewasa diketahui menghabiskan sekitar 10 jam per hari dalam posisi duduk atau berbaring.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengurangi waktu duduk selama satu jam saja dapat menurunkan risiko kematian hingga 13 persen. Sementara bagi mereka yang sangat jarang bergerak, memotong waktu duduk selama 30 menit per hari sudah cukup untuk mulai memberikan dampak positif bagi kesehatan.

Pesan Kesehatan yang Lebih Realistis

Pakar epidemiologi dari West Virginia University, Bethany Barone Gibbs, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menilai temuan tersebut sangat relevan. Menurutnya, anjuran olahraga 150 menit per minggu dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sering kali terasa sulit bagi sebagian orang.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan kecil, seperti bergerak lima menit per hari, sudah sangat berarti bagi kesehatan,” ujarnya.

Tips Menambah Aktivitas Sehari-hari

Prof. Ekelund menyarankan beberapa cara sederhana untuk tetap aktif tanpa harus ke pusat kebugaran, di antaranya:

  • Memilih naik tangga dibandingkan lift
  • Berjalan kaki atau bersepeda untuk jarak dekat
  • Melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, atau berkebun
  • Jalan santai setelah makan malam