Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang sering kali merasa sangat sulit untuk memulai hari sesaat setelah mata terbuka. Meski tubuh sudah berada dalam posisi bergerak, sering kali otak seolah masih tertinggal dan tidak mampu mengimbangi aktivitas fisik tersebut.Â
Kondisi ini bukanlah sekadar rasa malas atau kurang motivasi di pagi hari, melainkan sebuah fenomena biologis yang dikenal sebagai sleep inertia.
Melansir dari Verywell Health, Sabtu, 8 Januari 2026, sleep inertia adalah keadaan transisi antara tidur dan terjaga yang memicu penurunan kesiagaan secara signifikan sehingga membuat seseorang sulit untuk berpikir jernih segera setelah terbangun.
Advertisement
Kondisi ini menciptakan perasaan "mabuk tidur" yang sering kali melumpuhkan fungsi kognitif sementara. Gejalanya meliputi disorientasi, rasa kantuk yang sangat berat, hingga penurunan kemampuan motorik yang membuat aktivitas sederhana seperti berjalan ke kamar mandi terasa sangat menantang.Â
Efek ini biasanya paling parah terjadi pada menit-menit pertama setelah terbangun dari fase tidur yang dalam dan perlahan menghilang dalam waktu 15 hingga 60 menit. Namun, dalam tingkat yang lebih kronis, gangguan ini bisa menetap hingga dua jam ke depan.Â
Sleep inertia sering kali dialami oleh mereka yang terbangun secara mendadak akibat suara bising atau alarm di saat otak belum menyelesaikan siklus tidurnya secara sempurna, sehingga menciptakan "kabut mental" yang sangat mengganggu produktivitas awal hari.
Penyebab Ilmiah dan Faktor Kejut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5452239/original/048213400_1766391150-medium-shot-sick-woman-sleeping.jpg)
Ada alasan medis proses bangun pagi terasa berat. Penyebab umum dari sleep inertia adalah kurang tidur sleep deprivation dan terbangun secara mendadak. Penelitian dalam jurnal Nature and Science of Sleep memberikan wawasan mengenai bagaimana otak berusaha beralih dari fase istirahat ke mode aktif.
Selain faktor kelelahan, gangguan tidur tertentu seperti sleep apnea dapat memperburuk rasa pening di pagi hari. Ketika seseorang terbangun secara mendadak dari fase tidur yang dalam, otak belum siap memproses informasi dengan cepat.Â
Studi lain dalam Sleep Medicine Reviews menggambarkan kondisi ini sebagai "mabuk tidur" karena tingkat disorientasi yang ditimbulkannya memengaruhi fungsi kognitif secara langsung.
Advertisement
Kaitan dengan Gangguan Tidur dan Kesehatan Mental
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5240628/original/027500000_1748927316-Tidur_nyaman_dan_nyenyak.jpg)
Masalah sulit bangun pagi ternyata berkaitan erat dengan kondisi kesehatan yang lebih luas, gangguan tidur dapat memprediksi atau bahkan disebabkan oleh gangguan kecemasan umum dan depresi. Hal ini didukung oleh penelitian dalam Journal of the American Academy of Child & Adolescent Psychiatry.
Faktor-faktor seperti gangguan fase tidur yang tertunda juga menjadi penyebab seseorang merasa sangat grogi di pagi hari.
Kondisi seperti ADHD dan depresi musiman atau Seasonal Affective Disorder juga dilaporkan memiliki hubungan kuat dengan gangguan tidur. Penelitian menunjukkan bahwa ketika jam biologis tubuh tidak selaras dengan jadwal bangun pagi, intensitas sleep inertia akan meningkat secara signifikan bagi penderitanya.
Strategi Mengurangi Efek Sleep Inertia
Untuk mengatasi kondisi ini, para ahli menyarankan beberapa perubahan gaya hidup dan kebiasaan tidur, menjaga jadwal tidur yang konsisten adalah langkah pertama yang paling efektif. Selain itu, jenis suara alarm yang digunakan ternyata berpengaruh terhadap seberapa cepat seseorang bisa sadar sepenuhnya.
Penelitian dalam jurnal PLoS One menganalisis bahwa elemen musik dalam nada alarm dapat membantu melawan sleep inertia lebih baik daripada suara alarm yang monoton. Penggunaan cahaya simulasi fajar juga disarankan untuk memicu respon bangun tubuh secara alami.
Dengan menghindari paparan cahaya biru dari gadget sebelum tidur dan rutin berolahraga, kualitas tidur akan meningkat sehingga proses transisi bangun di pagi hari menjadi jauh lebih ringan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5324704/original/036799900_1755858781-woman-asleep-bed-while-her-alarm-shows-early-time-home-bedroom_1150-8383.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4556585/original/064024000_1693362100-close-up-hand-holding-acupuncture-needle.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5468331/original/089360100_1767947364-Konten_dewasa_AI.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5134507/original/039780900_1739617855-deep_talk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5166850/original/034756100_1742287804-full-shot-woman-dealing-with-imposter-syndrome_23-2149692356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4751731/original/068414100_1708738616-portrait-little-girl-with-teddy-bear-blurred-background-interior-room.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5324961/original/042784800_1755916939-SnapInsta.to_535180391_18525335989037198_3756748230369549792_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4507585/original/039794900_1689780737-WhatsApp_Image_2023-07-19_at_22.28.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5467946/original/093807900_1767937055-Screenshot_2026-01-09_123657.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805145/original/039599300_1713426303-20240418-Fogging-HER_2.jpg)