[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 62 Kasus Super Flu di Negara +62

Kemenkes RI mengonfirmasi soal temuan kasus Super Flu di Tanah Air. Berikut fakta dari Super Flu atau influenza A subclade K.

Diterbitkan 01 Januari 2026, 17:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sesudah fajar pertama 2026 terbit maka kita dihadapkan dengan siaran pers Kementerian Kesehatan yang menyebutkan influenza A subclade K telah terdeteksi di Indonesia. Setidaknya tercatat 62 kasus peyakit ini di delapan provinsi kita.

Berikut tujuh hal yang perlu kita ketahui di awal tahun baru ini:

Pertama, Super Flu yang sekarang banyak dibicarakan sebenarnya adalah penyakit flu akibat virus influenza A H3N2 sub clade K yang sudah ada sejak beberapa waktu lalu. Peningkatan kasus di Jepang, Kanada dan Amerika di Oktober yang lalu disebabkan oleh H3N2 pula, mungkin demikian pula yang terjadi di Malaysia, Thailand dll.

Bila ditelusur ke belakang lagi, pernah ada peningkatan kasus flu dunia yang cukup besar di tahun 1968 yang juga akibat virus influenza A H3N2, walaupun waktu itu belum yang subclade K.

Kedua, Virus H3N2 sub clade K yang disebut Super Flu sekarang ini disebut sudah mengalami 7 kali mutasi. World Health Organization (WHO) sejak November 2025 yang lalu sudah menyatakan bahwa virus ini sudah menyebar dengan cepat dan mendominasi pada beberapa negara di belahan Bumi di atas khatulistiwa.

Ketiga, informasi terakhir per 30 Desember 2025 dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa influenza ada dalam kategori tinggi atau sangat tinggi di 32 negara bagian negara itu.

Angka 32 itu meningkat dari 17 negara bagian di minggu sebelumnya. Angka perawatan pasien influenza di rumah sakit di Amerika Serikat juga meningkat menjadi 19,053 dari 9.944 di minggu sebelumnya. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat ada sekitar 3100 orang meninggal akibat influenza pada musim flu kali ini.

Dalam satu minggu kematian pada anak meningkat menjadi 5, dari 3 kematian seminggu sebelumnya. Data Amerika Serikat menunjukkan bahwa sebagian besar penyebab flu memang adalah virus H3N2, dan tentu bukan tidak mungkin yang subclade K.

 

Pesan untuk Masyarakat terkait Super Flu

Keempat, untuk masyarakat luas ada tiga hal yang perlu dilakukan. Pertama, kalau ada gejala seperti flu maka baik untuk jaga kondisi, pakai masker supaya tidak menulari orang lain, bila perlu istirahat.

Kedua, berkonsultasilah ke petugas kesehatan bila sakit memberat, juga laporkan bila dalam suatu lingkungan (rumah, kantor, sekolah). Hal ini lantaran ada beberapa orang dengan gejala yang sama apalagi kalau berat dan mendadak. Ketiga, tentang vaksinasi flu, memang dapat saja diberikan utamanya pada lansia atau mereka dengan komorbid yang berat.

Kelima, untuk pemerintah maka akan baik kalau diinformasikan luas ke publik tentang perkmbangan Virus influenza H3N2 sub clade K di berbagai daerah di negara kita dari waktu ke waktu sesudah 62 kasus ini. Tentu perlu pengawasan khusus di daerah yang sekarang sedang tertimpa bencana di Sumatera, mudah-mudahan jangan sampai merebak Super Flu disana.

 

Super Flu Belum Mengarah ke Pandemi

Keenam, kalau lihat perkembangan sekarang maka Super Flu "hanya" akan mengakibatkan gelombang penyakit flu yang lebih hebat dari tahun-tahun yang lalu, jadi tidak atau setidaknya belum mengarah ke pandemi.

Ketujuh, tentang pertanyaan apakah akan jadi pandemi atau tidak akan tergantung dari tiga faktor, pertama apakah akan ada mutasi-mutasi yang lebih signifikan yang membuat H3N2 "benar-benar" baru seperti H1N1 pandemi 2009, ke dua apakah penularan dan keparahannya akan meningkat dengan tajam dan ke tiga apakah penularan antar negara akan terjadi secara luas.

 

** Penulis adalah Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)