Liputan6.com, Jakarta - Nostalgia kerap dianggap sekadar kerinduan pada masa lalu yang indah, terlebih saat Hari Natal tiba. Namun, menurut American Psychological Association (APA), nostalgia adalah kerinduan sentimental terhadap masa lalu yang sering kali terasa lebih indah dibandingkan masa kini. Meski pada awal 1900-an nostalgia sempat dicap sebagai gangguan kejiwaan atau psikosomatik, pandangan medis modern kini telah berubah secara signifikan.
Melansir Health pada Rabu, 24 Desember 2025, riset terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Social Cognitive and Affective Neuroscience menunjukkan bahwa nostalgia justru berkaitan dengan emosi positif.
Para peneliti, termasuk Yang, Wildschut, dan Izuma, meninjau nostalgia dari perspektif ilmu saraf kognitif sosial dan menemukan bahwa aktivitas otak saat bernostalgia tidak identik dengan depresi, seperti anggapan lama, melainkan mencerminkan respons emosional yang menyehatkan.
Advertisement
Dalam konteks Natal 2025, para pakar kesehatan mental menilai merenungkan kenangan manis masa lalu, seperti tradisi Natal bersama keluarga, dapat meningkatkan harga diri dan memberi makna hidup. Tak hanya itu, nostalgia juga berperan dalam memperkuat koneksi sosial serta menjadi tameng efektif untuk meredakan kecemasan di tengah tekanan hidup modern.
Bernostalgia di musim liburan Natal ternyata bukan sekadar pengobat rindu, melainkan booster bagi kesehatan mental. Berdasarkan laporan American Psychological Association, nostalgia terbukti mampu memperkuat rasa memiliki dan mengusir kesepian.Â
Dampak Nostalgia terhadap Suasana Hati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5056752/original/068450900_1734548859-festive-ladies.jpg)
Para ilmuwan bahkan berteori bahwa kenangan indah yang muncul saat Natal memicu pelepasan dopamin, zat kimia di otak yang membantu meredam stres sekaligus menciptakan rasa nyaman.
Penelitian dari APA juga mengungkap bahwa bagi mereka yang merasa kesepian saat Hari Natal, mengingat momen bahagia di masa lalu dapat membantu menemukan makna hidup yang lebih dalam.
Temuan ini diperkuat oleh survei Archbridge Institute terhadap 2.000 orang dewasa, yang menunjukkan bahwa nostalgia menjadi sumber inspirasi dan kenyamanan utama untuk melangkah maju.
Meski demikian, nostalgia tidak selalu terasa manis. Pengalaman buruk atau trauma masa lalu dapat menghambat manfaat positif dari nostalgia, terutama saat perayaan Natal.
Survei menunjukkan bahwa sekitar 43 persen orang justru gagal menikmati liburan karena tekanan stres dan ekspektasi berlebih. Oleh sebab itu, meski nostalgia diakui sebagai alat kuat bagi kesehatan mental, kenyamanan emosional tetap menjadi kunci agar Natal 2025 tidak berakhir dengan perasaan hampa.
Advertisement
5 Cara Menggunakan Nostalgia untuk Meningkatkan Suasana Hati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5453998/original/025049300_1766546012-portrait-playful-couple-christmas-masks.jpg)
Jika ingin meningkatkan suasana hati selama musim liburan di Hari Natal, coba menggunakan nostalgia sebagai alat.
Berikut beberapa cara yang dapat memanfaatkan nostalgia untuk meningkatkan suasana hati selama musim liburan.
1. Ingatlah masa lalu, tetapi hiduplah di masa kini
Mengenang masa lalu itu penting, tapi tetaplah fokus pada momen sekarang. Menurut APA, terlalu terjebak dalam memori berisiko memicu stres dan depresi. Gunakan kenangan indah sebagai inspirasi untuk memperkaya hidup saat ini.
2. Latih rasa syukur
Saat kehilangan seseorang, kenangan bisa terasa berat. Pakar psikologi K.I. Batcho menyarankan untuk mengolah nostalgia dengan rasa syukur dan optimisme guna mengurangi perasaan duka yang mendalam.
3. Hubungi orang-orang terdekatÂ
Jadikan nostalgia sebagai alasan untuk bersosialisasi. APA menyarankan untuk mengajak teman atau keluarga melakukan kegiatan ikonik bersama, seperti memasak hidangan spesial untuk mengenang memori kolektif.
4. Menulis jurnal kenangan
Studi dari Zhou dkk. dalam Social Cognitive and Affective Neuroscience menemukan bahwa menuliskan pikiran nostalgia membuat seseorang merasa lebih dicintai, didukung, serta efektif mengusir rasa kesepian.
5. Gunakan nostalgia untuk menjadi lebih otentik
Berdasarkan riset Baldwin, Biernat, dan Landau dalam Journal of Personality and Social Psychology, nostalgia membantu kita melihat versi diri yang lebih jujur. Hal ini memotivasi kita untuk tetap otentik dan tidak sekadar berusaha menyenangkan orang lain.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549356/original/044187700_1775616635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-08T094635.806.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296369/original/030425400_1784012720-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T140419.763.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5453932/original/034005700_1766542732-Momen_Natal_di_rumah.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263870/original/059767400_1782025319-Diskon_tiket_transportasi_selama_libur_sekolah_2026-21_Juni_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4475545/original/099616600_1687339010-IMG-20230621-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548664/original/042938200_1775547470-Pramono_Keberagaman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297076/original/040450300_1784075378-barton_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297070/original/029757400_1784071679-Players_of_France_and_Spain.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297047/original/067992000_1784067138-fran6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297065/original/007044100_1784070064-Spain_goalkeeper_Unai_Simon_and_defender_Pau_Cubarsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297060/original/000844200_1784067788-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297031/original/089698500_1784066707-Spain_s_Borja_Iglesias__26__celebrates_with_Rodri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297028/original/097743500_1784066595-000_C27T8XW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297022/original/065688300_1784063871-063_2286108373.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297023/original/005665300_1784063890-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297020/original/005987700_1784057750-063_2286100607.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297021/original/002448900_1784061838-063_2286107530.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4475545/original/099616600_1687339010-IMG-20230621-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548664/original/042938200_1775547470-Pramono_Keberagaman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495985/original/029592800_1770453408-WhatsApp_Image_2026-02-07_at_06.05.03.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493006/original/086837400_1770191317-IMG-20260203-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489879/original/074481000_1769943019-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_09.09.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486499/original/099745700_1769588886-Ide_Usaha_Hampers_dengan_Kain_Tile_Makanan_Ringan_Tradisional.jpg)