Cegah Keracunan Makanan, UKS Didorong Jadi Garda Depan Keamanan Pangan di Sekolah

Menkes Budi Gunadi Sadikin mendorong peran UKS diperluas, bukan hanya edukasi tetapi juga pengawasan makanan di sekolah. Langkah ini dinilai penting untuk cegah keracunan dan wujudkan keamanan pangan bagi anak.

Diterbitkan 02 Oktober 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mendorong peran UKS semakin diperluas, tidak hanya sebatas pendidikan dan pembinaan. Menurutnya, guru dan tenaga pendidik bisa langsung memantau kualitas makanan yang dikonsumsi anak di sekolah.

"Kita kerjasamakan dalam upaya kesehatan sekolah dengan Kemendikdasmen, kita minta tolong. Dulu UKS itu hanya pendidikan dan pembinaan. Nah, sekarang kita selipin ke pelayanan kesehatan. Itu kan guru-guru datang nanti bisa lihat juga makanannya benar nggak berlendir atau bau gitu kan dia bisa lihat," katanya dalam rapat kerja terkait Penangan Kasus Program MBG bersama Komisi IX DPR RI, pada Rabu, 1 Oktober 2025.

Menkes Budi, menjelaskan, kurikulum merdeka juga harus dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kesehatan, termasuk tentang gizi dan pangan.

Menurutnya, sejak awal kerja sama dengan Kementerian Pendidikan sudah menghasilkan sejumlah materi yang bisa diintegrasikan ke dalam kurikulum. 

"Anak-anak juga akan kita didik supaya mereka bisa lebih aware mengenai gizi dan pangan ini. Kita sejak dulu waktu stunting sudah bikin kurikulum merdeka dengan Pak Nadiem. Beberapa kurikulum-kurikulum kesehatan dibikin bersama-sama dengan Kemendikdasmen dulu yang kita masukkan ke kurikulum merdeka belajar," tambahnya.

UKS Jadi Garda Depan Kontrol Makanan di Sekolah

UKS diharapkan menjadi barisan terdepan dalam memastikan anak-anak sekolah mengonsumsi makanan sehat dan aman. Peran ini bukan hanya sekadar edukasi, tetapi juga kontrol langsung terhadap kondisi makanan yang tersedia di sekolah.

Guru-guru yang menjadi pembina UKS bisa memantau kualitas jajanan anak, mulai dari bau, tekstur, hingga kebersihan penyajian. Hal ini dianggap penting untuk mencegah kasus keracunan makanan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah.

Integrasi Keamanan Pangan dalam Kurikulum Wajib

Budi juga menyoroti pentingnya kurikulum sekolah dalam membentuk kesadaran anak sejak dini mengenai keamanan pangan. Menurutnya, kurikulum merdeka sudah memuat sejumlah materi kesehatan, namun masih bersifat pilihan. Ia berharap aspek gizi dan keamanan pangan bisa dimasukkan sebagai mata pelajaran wajib agar semua siswa bisa belajar.

“Sehingga mendidik anak-anak kita untuk paham mengenai gizi dan keamanan makanan. Nah saya udah ngomong sama Mendikdasmen, kalau bisa yang mengenai keamanan pangan dan gizi dimasukin bukan hanya merdeka belajar. Ini masukin sebagai wajib, supaya nanti anak-anak juga tau nggak usah diajarin guru-guru, 'Pak kalau ini udah nggak sehat nih, mendingan saya nggak makan' dan melaporkannya,” jelas Budi.

Dengan kebijakan ini, anak-anak diharapkan tumbuh dengan kesadaran mandiri untuk memilih makanan sehat. 

“Sehingga fungsi kontrolnya lebih baik lagi. Contohnya, materi-materinya kan udah ada juga, udah dibikin dengan teman-teman dari Kemendikdasmen. Ya sehingga ini nanti akan kita luncurkan,” tambahnya.