Apa Efek dari Gas Air Mata Kedaluwarsa? Farmakolog Beri Penjelasan

Apakah dampak dari penggunaan gas air mata yang tidak kedaluwarsa dan expired bagi orang yang terpapar?

Diterbitkan 29 Agustus 2025, 14:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta Gas air mata memiliki masa expired yang bisa dilihat pada kemasan. Lalu, apakah beda efeknya dengan yang tidak kedaluwarsa?

Terkait hal ini, farmakolog, Prof. Zullies Ikawati, PhD, Pharm mengatakan bahwa untuk mengetahui dampak gas air mata, maka perlu diketahui dulu kandungan gas air matanya.

“Senyawa aktif yang paling sering digunakan adalah CS gas (2-chlorobenzylidene malononitrile) itu paling umum. Ada juga yang menggunakan OC (oleoresin capsicum),” kata Zullies kepada Health Liputan6.com, Jumat (29/8/2025) lewat pesan tertulis.

Zullies tak memungkiri, produk gas air mata dalam tabung punya masa kedaluwarsa karena pelarut dan bahan pendorong (propelan) bisa menurun tekanannya, serta senyawa kimianya bisa terdegradasi.

“Bila sudah lama, mungkin terjadi perubahan kimia, bisa terbentuk produk samping yang lebih iritan atau bahkan beracun (misalnya degradasi CS bisa menghasilkan senyawa klorinasi lain),” ujarnya.

Efek di tubuh tetap mirip dengan gas air mata yang belum kedaluwarsa. Ini dapat berupa iritasi mata, hidung, tenggorokan, sesak napas, batuk, mual.

“Tetapi jika ada produk degradasi, bisa menimbulkan iritasi kulit/paru lebih berat,” Zullies menjelaskan.

 

Daya Merusak Gas Air Mata Kedaluwarsa

Gas air mata kedaluwarsa tak dapat selalu disebut memiliki daya merusak yang lebih rendah, lanjut Zullies.

“Tidak selalu, kalau yang dimaksud daya merusak adalah efek iritasi, maka ini bisa berkurang kalau zat aktifnya sudah menurun potensinya.”

“Tapi dari sisi keamanan, justru bisa lebih berbahaya, karena produk kimia yang rusak kadang tidak stabil atau lebih toksik,” ujarnya.

 

Risiko Gagal Meledak

Selain itu, sambungnya, tabung gas air mata yang kedaluwarsa bisa berisiko gagal meledak dengan benar atau justru meledak tidak terkontrol.

“Jadi, memakai gas air mata kedaluwarsa tidak otomatis lebih aman. Bisa saja efek iritasinya berkurang, tapi risikonya ke tubuh justru lebih tidak terprediksi. Begitu menurut pemahaman saya,” pungkasnya.