Liputan6.com, Jakarta Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekaligus dokter yang aktif di media sosial dr. Gia Pratama Putra, menyebut, kulit sebagai organ terbesar tubuh merupakan benteng utama bagi tubuh sekaligus salah satu pintu masuk mikroorganisme ke dalam tubuh.
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang salah kaprah dalam menangani luka kecil. Bukan hanya meremehkan, sebagian bahkan masih percaya pada mitos berbahaya, seperti penggunaan pasta gigi dan kopi. Padahal, keduanya tidak mengandung antiseptik.
“Bahkan ganggu si kulit. Karena kulit kan harus regenerasi sel baru. Dia membelah diri si regenerasi kulit itu. Kalau keganggu sama bakteri, melebar dia,” jelas Gia usai acara konferensi pers “#BeUnstoppable 50 Years Stories for Indonesia” yang diselenggarakan oleh Betadine, pada Selasa, 18 Agustus 2025.
Advertisement
Gia menekankan, keberadaan luka kecil tidak boleh disepelekan. Saat kulit terbuka akibat luka maka jalur masuk kuman terbuka lebar. Apalagi jika tidak segara ditangani dengan benar. Jika memang ada luka, maka menurutnya antiseptik merupakan garda terdepan untuk mencegah ancaman infeksi.
Cara menangani luka dimulai dengan membersihkan area yang luka dengan air dilanjutkan dengan antiseptik.
“Air itu justru tahap awal, abis itu baru pakai antiseptik. Jadi itu bukan pilihah, itu masih tahapan,” sebut Gia menjelaskan tahapan membersihkan luka.
Membersihkan Luka dengan Cairan Infus?
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5320658/original/092341800_1755602699-dr._dia.jpg)
Gia juga menjelaskan bahwa cairan yang digunakan untuk infus bisa digunakan untuk mencuci luka, karena cairan infus merupakan isotonik yang memiliki kandungan persis seperti plasma.
“Isotonik itu mirip sama sih cairan infusannya. Maksudnya kalau luka kan tuh ada darah. Kalau dikasih itu dibersihinnya bagitu, itu steril. Ngga ada bakteri vierus sama sekali. Jadi itu juga membantu bersihinnya ya. Sesudah itu baru pakai antiseptik,” jelas Gia.
Advertisement
Tanda Mikroorganisme Telah Menginfeksi Tubuh
Gia menyebut, ketika mikroorganisme telah masuk ke dalam tubuh, yang harus dilakukan untuk melawan infeksi adalah penggunaan antibiotik.
Penggunaan antibiotik sendiri harus dilakukan melalui deteksi jumlah leukosit di dalam tubuh oleh ahlinya. Ketika jumlah leukosit meningkat, ini artinya tubuh sedang berjuang melawan infeksi. Leukosit atau sel darah putih, memang berperan untuk melawan infeksi.
“Leukosit normal kan antara 5.000 sampai 10.000. Jadi kalau pas diperiksa darah, leukositnya di atas 10.000, berarti pasukan kita lagi kelabakan tuh. Lagi butuh pasukan lebih lagi untuk ngalahin si bakteri yang berhasil masuk ke dalam darah,” ujar Gia.
Gia juga mengungkapkan, infeksi virus dan bakteri dapat ditandai dengan demam. Hal tersebut ia ibaratkan dengan memasak air keran.
“Sebenarnya demam sendiri juga ya, kayak kita tuh pengen minum air putih, cuma air putihnya abis, nggak bisa keluar karena hujan deras. Jadi kita akan rebus air yang ada di keran itu. Itu tujuannya buat matiin bakteri sama virusnya di sini. Nah, tubuh kita juga sama,” ujar Gia.
Jangan Minum Obat di Hari Pertama Demam
Gia mengatakan, ketika kulit gagal mencegah bakteri masuk, tubuh akan menaikkan suhunya, sehingga tubuh akan demam.
“Jadi kalau demam hari pertama, jangan langsung minum penurun demam. Kompres-kompres aja dulu. Minum air putih aja yang banyak dulu, gitu. Baru nanti kalau tiga hari–nggak boleh ya demam tiga hari,” jelasnya.
Untuk itu, Gia kembali menekankan, pentingnya pencegahan infeksi dengan penggunaan antiseptik.
“Bentuk antiseptik macem-macem kan? Ada yang salep, ada yang cair, ada yang kumur. Itu semua antiseptik,” katanya.
Gia menyebut, antara virus, jamur, dan bakteri, ketiganya menunjukkan penyerangan yang berbeda pada tubuh. Bakteri diibaratkan sebagai gentleman oleh Gia.
“Dia itu man to man. Berantem sama leukosit kita, hadap-hadapan, dia nggak pernah nyerang sel tubuh kita. Dia ngerampok makanan yang dibutuhkan sel tubuh kita,” jelasnya.
Berbeda dengan bakteri, virus justru disebut menyerang sel tubuh secara spesifik, misalnya virus covid yang menyerang sel pernapasan.
“Kalau jamur paling suka tinggalnya di daerah lembat, di mana daerah paling lembab tubuh manusia, (yaitu) mulut dan area kewanitaan,” tambahnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3882770/original/ACg8ocLbv7jla1PF_pi9eZ1BFXtQePWMmKXxkFDYi_MhcbTaTwECPA%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4923988/original/076850200_1724222772-full-shot-woman-using-body-cream.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8667523/original/054170600_1782701414-komisi_ix.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625720/original/033203000_1782620226-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_11.13.28.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578371/original/031366500_1782536755-66045.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4539089/original/094198300_1692102811-online-marketing-hIgeoQjS_iE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525859/original/078601200_1782456258-Anggota_Komisi_IX_DPR_Nurhadi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/738599/original/030447300_1410986690-tersangka_kriminal_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8144207/original/009352100_1780996945-55322489703_f4223effd4_c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5055248/original/089177700_1734446532-WhatsApp_Image_2024-12-17_at_20.16.28.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8470250/original/005551500_1782372819-budi__8_.jpeg)