[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Campak di Amerika Serikat dan Vaksinasi di Indonesia

Penyakit campak berkecamuk di Amerika Serikat. Di West Texas dilaporkan sudah ada 505 orang terkena campak. Hal ini mengingatkan Indonesia pentingnya vaksinasi campak.

Diperbarui 12 April 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dalam beberapa waktu terakhir ini penyakit campak mulai berkecamuk kembali di Amerika Serikat.

Pada Rabu 9 April 2025 Indiana Department of Health atau Kantor Dinas Kesehatan Indiana melaporkan tambahan lima kasus campak. Laporan ini hanya kurang dari 48 jam sesudah segara bagian Indiana ini melaporkan kasus pertamanya, seorang yang memang tidak mendapat vaksinasi campak.

Memang penularan campak cukup cepat. Pakar dari “Indiana University Indianapolis School of Public Health bahkan menyebutkan bahwa campak adalah salah satu organisme yang paling menular di muka bumi ini. Satu kasus dapat menulari sampai 12-18 orang.

Satu hari sebelumnya, tepatnya pada Selasa 8 April 2025 negara bagian Texas melaporkan bahwa di West Texas bahkan sudah dilaporkan sampai 505 kasus.

Disebutkan bahwa peningkatan kasus campak di Amerika Serikat sudah bermula sejak akhir Januari 2025, antara lain di negara New Mexico, Oklahoma dan Kansas.

Ada tiga orang di Amerika Serikat (semuanya belum pernah divaksinasi) yang meninggal akibat penyakit yang berhubungan campak ini (measles-related illnesses) tahun ini, termasuk dua anak-anak usia murid sekolah dasar di Texas.

Vaksinasi, Peran Penting Cegah Campak

Vaksinasi memegang peran utama dalam mencegah Campak. Tidak divaksin pada masa anak-anak juga belakangan punya dampak ketika dewasa, seperti tulisan dalam The Atlantic menyebutkan “Unvaccinated children are becoming unvaccinated adults, who are at risk of dangerous complications”.

Jadi, tentu kita harus waspada dan menjamin cakupan vaksinasi campak pada anak-anak di negara kita.

 

Cakupan Imunisasi di Indonesia Harus Jadi Perhatian Utama

Secara umum untuk semua jenis vaksinasi laman Kementerian Kesehatan Indonesia menuliskan "Dari total 17 juta anak pada 2021-2023, dilaporkan pada 2024, lebih dari 2,8 juta anak usia 1-3 tahun tidak atau belum mendapatkan imunisasi lengkap. Anak-anak tersebut tersebar di 309 kabupaten/kota yang terdapat di 38 provinsi.”

Jadi ada jutaan anak kita yang belum dapat imunisasi lengkap, walaupun saya tidak punya data yang spesifik tentang cakupan vaksinasi campak.

Kejadian peningkatan kasus Campak di Amerika Serikat tentu perlu jadi perhatian kita. Negara Adi Daya seperti Amerika Serikat saja bisa terkena masalah ini. Demi masa depan Indonesia yang baik, demi menjelang harapan Indonesia Emas, maka cakupan imunisasi di negara kita harus jadi perhatian utama. Harus!

**Penulis adalah Direktur Pascasarjana Universitas YARSI dan Adjunct Professor Griffith University Australia