Sukses

Memicu Berbagai Masalah Kesehatan, Ternyata Tempat Tidur Nggak Boleh Langsung Dirapikan!

Liputan6.com, Jakarta Merapikan tempat tidur di pagi hari sering dikaitkan dengan melatih rasa tanggung jawab, disiplin, dan teratur. Namun, dilansir dari cdc.gov beberapa penelitian menunjukkan bahwa kegiatan merapikan tempat tidur setelah bangun tidur ini malah berpotensi memicu masalah kesehatan yang serius bagi beberapa orang, lho.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, dari jurnal yang diterbitkan National Library of Medicine, menyatakan bahwa merapikan tempat tidur bisa menciptakan lingkungan baru tempat berkembang biak tungau debu. Hama kecil ini dapat memicu serangan asma, alergi debu dan kulit. 

Yap, ternyata makhluk-makhluk kecil yang menjengkelkan ini berkembang subur di lingkungan yang hangat dan lembab, seperti tempat tidurmu setelah kamu bangun di pagi hari. Lalu solusinya bagaimana?

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini

2 dari 3 halaman

Jemur Kasur dengan Sinar Matahari

Guna mencegah hal itu terjadi, Martin Seeley, seorang ahli mengatakan bahwa tempat tidurmu perlu terkena sinar matahari terlebih dahulu. Buka semua kaca dan jendela, dan biarkan cahaya matahari membunuh tungau di tempat tidur selama 30 menit. Jadi, jangan langsung merapikan tempat tidurmu, ya.

Sinar matahari mampu mencegah penumpukan tungau debu. Bahkan, sinar matahari juga merupakan ‘desinfektan alami’ yang dapat membunuh berbagai bakteri dan tungau, sehingga mengurangi potensi masalah kesehatan.

3 dari 3 halaman

Alergi Kulit hingga Gangguan Pernapasan

Mulai dari masalah kulit  dan gangguan pernapasan bisa disebabkan oleh tungau di kasur. Meskipun kecil dan nggak kelihatan, tungau cukup berbahaya karena bisa menyebabkan kulit gatal, perih, hingga iritasi. Ketika tungau menggigit, ada risiko penyakit kulit kudis, alergi, bahkan eksim bagi kulit.

Dilansir dari cdc.gov tentang Scabies, infeksi kulit kudis atau skabies ditandai dengan rasa gatal pada kulit, khususnya ketika malam hari. Kondisi ini juga disertai munculnya bintik atau lepuhan kecil mirip jerawat. Jenis tungau penyebab skabies yaitu Sarcoptes Scabiei.

Sementara itu, risiko alergi pada pernapasan menjadi yang paling tinggi, disebabkan oleh tungau debu di kasur. Di Indonesia, pilek alergi atau rhinitis seringkali ditemukan. Hampir 53% penyakit ini terjadi pada suatu waktu tertentu, di Indonesia.

Jika kamu salah satu orang yang berisiko alergi debu, kamu mungkin akan merasakan gejala pilek, bersin, batuk, atau sesak napas. Kalau gejala ini muncul setiap kali kamu sedang merapikan kasur atau bersih-bersih rumah, segera hubungi dokter, ya.

Untuk mengetahui penyebab alergi, dokter akan memberi rujukan sebaiknya kamu perlu Skin Prick Test (SPT) atau tes darah. Jangan anggap sepele alergi debu, karena apabila alergi terus berlanjut dapat memicu serangan asma, lho.

Bagaimana? Sekarang kamu sudah tahu kan apa yang harus dilakukan ketika bangun tidur? Yap, jangan langsung merapikan tempat tidur setelah baru saja bangun. Kamu perlu menunggu sekitar 30 menit dan biarkan kasurmu terkena sinar matahari, supaya bersih dari tungau dan bakteri.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.