Studi: Berbicara dengan Teman Setiap Hari Dapat Menjaga Kesehatan Mental Anda

Kesehatan mental merupakan isu serius yang kerap menjadi fokus utama dalam kehidupan modern seperti saat ini.

OlehFachri
Diterbitkan 10 Februari 2023, 15:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kesehatan mental merupakan isu serius yang kerap menjadi fokus utama dalam kehidupan modern seperti sekarang. Di dunia yang serba cepat ini, berbagai faktor dapat memicu kesehatan mental menjadi buruk.

Dari faktor-faktor tersebut, terdapat beberapa langkah untuk membuat kesehatan mental menjadi semakin baik. Salah satu langkahnya adalah dengan melakukan percakapan dengan teman setiap hari.

Sebuah studi berjudul "Quality Conversation Can Increase Daily Well-Being" yang dipublikasikan oleh Sage Journals pada 27 Januari 2023 menunjukkan bahwa melakukan satu percakapan dengan seorang teman per hari dapat berdampak signifikan pada kesehatan mental seseorang.

Studi yang dipublikasikan dalam Communication Research pada bulan Januari tersebut dilakukan tiga tahun setelah Covid-19 menyebar ke seluruh dunia.

Percakapan Sangat Penting

Memang, saat ini kehidupan sebagian besar orang semakin normal seperti sedia kala. Namun, terdapat beberapa dampak buruk bagi kesehatan mental dan emosional sebagian orang akibat pandemi Covid-19.

Dikutip dari Healthline, Asisten Profesor Klinis di Departemen Psikiatri NYU Langone Health Thea Gallagher mengungkapkan bahwa koneksi atau percakapan dalam hubungan sosial sangat penting sebagai bagian dari pengalaman manusia. 

“Pasca Covid-19, banyak dari kita masih bekerja dari rumah dan masih memiliki kontak sosial yang terbatas. Orang-orang telah pindah dan berubah, kehidupan pun berbeda," ungkapnya.

"Menemukan tempat untuk melakukan percakapan sangat penting bagi kesehatan mental. Koneksi sosial dan komunitas memiliki efek besar dalam meredakan depresi dan kecemasan," tambah Gallagher.

Temuan Studi

Studi yang dilakukan itu melibatkan 900 peserta dari lima kampus universitas sebelum, selama, dan setelah pandemi Covid-19 mereda.  

Para peserta diarahkan untuk terlibat dalam salah satu dari tujuh perilaku komunikasi selama satu hari. Peserta juga diharuskan melaporkan terkait dengan perasaan stres, koneksi, kecemasan, kesejahteraan, kesepian, dan kualitas hari mereka.

Ketujuh perilaku tersebut antara lain:

  • Menangkap Percakapan.
  • Obrolan yang bermakna.
  • Bercanda.
  • Menunjukkan kepedulian.
  • Mendengarkan cerita orang lain.
  • Menghargai orang lain dan pendapat mereka.
  • Memberikan pujian yang tulus.

Studi tersebut menemukan bahwa melakukan percakapan dengan orang lain memiliki efek positif langsung pada suasana hati dan perilaku secara keseluruhan.

Pentingnya Kesehatan Mental

World Health Organizations (WHO) mencatat terdapat peningkatan depresi saat Covid-19 sebesar 25 persen. Dari data tersebut, diskursus terkait kesehatan mental menjadi sebuah hal yang niscaya. Pasalnya, hal itu dapat membantu orang untuk memprioritaskan kesejahteraan mereka.  

Para ahli mengatakan studi seperti itu menunjukkan betapa pentingnya hubungan manusia dan betapa langkah sederhana dapat membantu orang menjaga kesehatan mental mereka.

Seorang psikolog klinis di Rumah Sakit Lenox Hill Naomi Torres-Mackie, PhD mengungkapkan bahwa kesehatan mental merupakan sesuatu yang dimiliki oleh setiap orang dan itu memengaruhi semua orang. 

"Pengalaman traumatis kolektif yang kami alami sebagai komunitas global ini menunjukkan betapa pentingnya kesehatan mental dan seberapa banyak bagian dari kehidupan sehari-hari,” katanya.

Pentingnya Hubungan dengan Orang Lain

Para ahli mengatakan percakapan tidak harus panjang atau mendalam. Sebaliknya, mereka menganjurkan untuk mencari momen reach out dengan teman walau di tengah kesibukan.

"Hubungi temanmu ketika di mobil. Cari momen percakapan kecil dan intim tersebut. Gunakan ini sebagai cara untuk menjadi lebih dekat," kata Gallagher.

Penelitian tersebut juga menekankan kepada Anda untuk melakukan percakapan yang intim dan bermakna. Para ahli menekankan bahwa menemukan beberapa percakapan merupakan kunci serta kualitas jauh lebih penting dibandingkan kuantitas.

Para ahli juga mengatakan beberapa orang mungkin akan merasa terintimidasi dengan menjangkau orang-orang dan bahkan untuk beberapa interaksi mungkin memberatkan.

“Kadang-kadang orang berbicara sendiri di luar percakapan dengan teman dan itu mungkin berasal dari kecemasan sosial atau depresi,” kata Gallagher. 

“Jika Anda mengatakan tidak membutuhkan percakapan setiap hari, pastikan saja bahwa itu benar-benar akurat dan bukan hanya sesuatu yang Anda terima," tambahnya.

Kebutuhan Dasar yang Harus Dipenuhi

Para ahli juga menekankan bahwa hubungan dengan manusia lain merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh manusia. 

"Sebagai manusia, kita berkembang dalam hubungan dengan orang lain, tidak hanya pada tingkat psikologis tetapi juga pada tingkat fisiologis. Apakah Anda seorang ekstrovert atau introvert atau jatuh tepat di tengah, hubungan manusia itu penting," jelas Torres-Mackie. 

"Jika Anda adalah seseorang yang lebih tertutup, mungkin menjangkau dan berhubungan sedikit lebih tidak nyaman dan itu bisa berfungsi sebagai penghalang jalan, ”kata Torres-Mackie.

 

(*)