Sukses

Sisi Spesial Golongan Darah O Negatif, Dianggap Paling Aman untuk Didonorkan

Liputan6.com, Jakarta - Golongan darah O khususnya O negatif dianggap paling aman untuk didonorkan. Seperti golongan darah lainnya, golongan darah O juga memiliki rhesus (rh) negatif dan positif.

Golongan darah O positif adalah salah satu golongan darah yang paling umum (37,4 persen dari populasi di Amerika Serikat). Seseorang dengan ini dapat memberikan darah kepada siapa saja dengan golongan darah positif.

Sedangkan, golongan darah O negatif merupakan golongan darah yang langka (6,6 persen). Seseorang dengan golongan darah langka ini dapat memberikan darah kepada siapa pun dengan golongan darah apa pun.

Melansir Webmd, sel darah merah negatif tipe O dianggap paling aman untuk diberikan kepada siapa pun dalam keadaan darurat yang mengancam jiwa atau ketika persediaan terbatas dari golongan darah yang sama persis. Itu karena sel darah negatif tipe O tidak memiliki antibodi terhadap antigen A atau B.

Orang dengan darah O negatif pernah disebut pendonor sel darah merah “universal” karena dianggap dapat mendonorkan darah kepada siapa saja dengan golongan darah apa pun.

Secara umum, darah setiap orang terdiri dari bagian dasar yang sama. Selain golongan O, ada banyak variasi dalam jenis darah yang ada.

Ada delapan jenis darah yang berbeda, dan jenis yang dimiliki tergantung pada gen yang diwarisi dari orangtua.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Dasar Golongan Darah

Kebanyakan orang memiliki sekitar 4-6 liter darah. Darah terdiri dari berbagai jenis sel yang mengapung dalam cairan yang disebut plasma:

-Sel darah merah mengirimkan oksigen ke berbagai jaringan di tubuh dan mengeluarkan karbon dioksida

-Sel darah putih menghancurkan dan melawan infeksi

-Trombosit membantu darah menggumpal

Plasma adalah cairan yang terdiri dari protein dan garam. Apa yang membuat darah setiap orang berbeda adalah kombinasi unik dari molekul protein yang disebut antigen dan antibodi.

Antigen hidup di permukaan sel darah merah. Antibodi ada di plasma. Kombinasi antigen dan antibodi dalam darah adalah dasar dari golongan darah.

Ada delapan jenis darah yang berbeda yakni:

- A positif: Ini adalah salah satu golongan darah yang paling umum (35,7 persen dari populasi AS memilikinya). Seseorang dengan tipe ini hanya dapat mendonorkan darahnya kepada orang yang bergolongan darah A positif atau AB positif.

- A negatif: Seseorang dengan tipe langka ini (6,3 persen dari populasi AS) dapat memberikan darah kepada siapa pun dengan golongan darah A atau AB.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Golongan Darah Berikutnya

Golongan darah berikutnya yakni:

-B positif: Seseorang dengan tipe langka ini (8,5 persen) hanya dapat mendonorkan darah kepada orang yang B positif atau AB positif.

-B negatif: Seseorang dengan tipe yang sangat langka ini (1,5 persen) dapat memberikan darah kepada siapa pun dengan golongan darah B atau AB.

-AB positif: Orang dengan golongan darah langka ini (3,4 persen) dapat menerima darah atau plasma jenis apa pun. Mereka dikenal sebagai penerima universal.

-AB negatif: Ini adalah golongan darah paling langka -- hanya 0,6 persen dari populasi AS yang memilikinya. Seseorang dengan golongan darah ini dikenal sebagai “donor plasma universal”, karena siapapun dapat menerima plasma jenis ini.

Kemudian, ada pula golongan darah O seperti yang sudah dipaparkan di atas.

Empat golongan darah utama didasarkan pada apakah seseorang memiliki dua antigen spesifik atau tidak -- A dan B. Dokter menyebutnya Sistem Golongan Darah ABO.

-Grup A memiliki antigen A dan antibodi B.

-Grup B memiliki antigen B dan antibodi A.

-Grup AB memiliki antigen A dan B tetapi tidak memiliki antibodi A atau B.

-Grup O tidak memiliki antigen A atau B tetapi memiliki antibodi A dan B.

4 dari 4 halaman

Penemu Golongan Darah

Pada tahun 1900 dokter Austria Karl Landsteiner pertama kali menemukan golongan darah dan memenangkan Hadiah Nobel dalam bidang fisiologi atau kedokteran untuk penelitiannya pada tahun 1930.

Sejak itu para ilmuwan telah mengembangkan alat yang lebih kuat untuk menyelidiki biologi golongan darah. Mereka telah menemukan beberapa petunjuk menarik tentang penelusuran nenek moyang secara dalam dan mendeteksi pengaruh golongan darah terhadap kesehatan.

Namun dalam banyak hal, golongan darah tetap misterius. Para ilmuwan belum menemukan penjelasan yang baik untuk keberadaan mereka.

“Bukankah itu luar biasa?” kata Ajit Varki, ahli biologi di University of California, San Diego. "Hampir seratus tahun setelah Hadiah Nobel diberikan untuk penemuan ini, kami masih belum tahu persis untuk apa mereka," mengutip BBC, Selasa (2/8/2022).

Meski begitu, dengan mengetahui golongan dara pasien, dokter dapat menyelamatkan nyawa dengan mentransfusikan darah yang tepat kepada pasien.

Pasalnya, transfusi darah yang tidak tepat bisa menimbulkan masalah bahkan kematian pada pasien. Pada tahun 1600-an, seorang dokter Perancis menyuntikkan darah anak sapi ke orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Hasilnya, ODGJ itu berkeringat, muntah, dan menghasilkan urine berwarna gelap. Setelah transfusi, ODGJ itu pun meninggal dunia.