Sukses

WHO Sangat Khawatir soal Amukan Kasus COVID-19 di Eropa

Liputan6.com, Jakarta Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) sangat khawatir dengan sebaran kasus Corona di Eropa. Diprediksi bakal bisa ada tambahan 500 ribu kematian hingga Maret jika masyarakat tidak dilakukan upaya disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Maka dari itu, WHO mewanti-wanti masyarakat Eropa untuk disiplin lakukan protokol kesehatan. Direktur Regional WHO, Hans Klurge, mengatakan memakai masker dengan benar harus dilakukan, seperti mengutip BBC.

Jika protokol kesehatan tidak dilakukan dengan disiplin, hal itu membuat situasi pandemi di sana jadi tidak terkendali. Lonjakan dan kematian karena infeksi virus SARS-CoV-2 masih bisa terjadi.

"Faktor-faktor seperti musim dingin, cakupan vaksinasi COVID-19 yang belum tinggi, serta dominasi varian Delta yang lebih menular membuat penularan lebih mudah," kata Klurge.

Pesan mengenai penggunaan masker juga diserukan Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom. Jaga jarak, pakai masker, menghindari kerumunan itu masih diperlukan di saat pandemi.

"Meski sudah divaksinasi, tetap lakukan upaya pencegahan untuk mencegah diri terinfeksi kemudian menginfeksi orang lain, yang bisa saja mereka bisa meninggal karena terinfeksi," kata Tedros.

"Maka dari itu memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan itu harus dilakukan," pesannya mengutip The Hill.

 

2 dari 3 halaman

Jangan Lepas Masker

Imbauan penggunaan masker ini datang karena memang kurang dari setengah populasi Eropa yang diiplin memakainya.

"Hanya 48 persen dari populasi Eropa yang memakai masker," kata Direktur Eksekutir WHO Eropa, Robb Buttler, mengutip Sky News.

Padahal, bila semua orang disiplin memakai masker saat keluar rumah, risiko penularan jadi rendah. Virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 bisa menular lewat droplet, penggunaan masker mengurangi risiko penularan.

"Bila disiplin memakai masker, bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa," katanya.

3 dari 3 halaman

Infografis 6 Tips Bantu Anak Terbiasa Pakai Masker Cegah Covid-19.