Liputan6.com, Jakarta - Gelombang demonstrasi meluas di sejumlah negara Eropa seiring meningkatnya keresahan masyarakat terhadap biaya hidup dan tekanan pada layanan publik. Berbagai persoalan menjadi pemicu aksi, mulai dari mahalnya harga rumah dan biaya sewa, kenaikan harga bahan bakar, hingga buruknya fasilitas sekolah dan universitas.
Dikutip dari CNBC, Selasa (20/10/2026), Prancis menjadi salah satu pusat demonstrasi terbesar pada akhir pekan. Lebih dari 500.000 orang dilaporkan turun ke jalan. Sebagian besar aksi berlangsung damai, tetapi sejumlah demonstrasi berujung kerusuhan, perusakan toko, kebakaran, hingga bentrokan dengan polisi.
Protes serupa juga berlangsung di Italia, Spanyol, Portugal, dan Albania. Meski dipicu persoalan yang berbeda di setiap negara, tingginya biaya energi dan tekanan ekonomi menjadi benang merah keresahan masyarakat.
Advertisement
Biaya Hidup dan Perumahan Jadi Sorotan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376197/original/064856700_1792312230-AP26290459019283.jpg)
Di Portugal, masyarakat menggelar demonstrasi untuk memprotes kenaikan biaya perumahan dan biaya hidup. Menteri Negara dan Keuangan Portugal, Miranda Sarmento, mengatakan persoalan yang dihadapi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan harga bahan bakar.
“Masyarakat jelas memprotes biaya hidup, termasuk harga diesel dan bahan bakar, tetapi terutama biaya perumahan yang meningkat signifikan di seluruh Eropa, khususnya di Portugal,” ujar Sarmento, seperti dikutip CNBC.
Sarmento menilai kondisi fiskal Portugal relatif lebih kuat dibandingkan Prancis, dengan tingkat utang yang lebih rendah. Perbedaan kondisi keuangan negara tersebut turut memengaruhi ruang gerak pemerintah dalam merespons tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
Sementara itu, di Spanyol, persoalan perumahan turut memicu demonstrasi setelah seorang perempuan berusia 87 tahun dilaporkan mengalami penggusuran menyusul kenaikan biaya sewa. Kasus tersebut menambah sorotan terhadap persoalan keterjangkauan hunian di tengah meningkatnya biaya hidup.
Berbagai aksi tersebut menunjukkan bahwa persoalan perumahan semakin menjadi perhatian masyarakat Eropa. Kenaikan biaya sewa dan kebutuhan sehari-hari membuat sebagian warga menghadapi tekanan dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Advertisement
Pertumbuhan Ekonomi Lambat Batasi Ruang Pemerintah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376200/original/084715700_1792312230-AP26290458830942.jpg)
Kepala Ekonom Eropa Capital Economics, Andrew Kenningham, menilai gelombang demonstrasi dan kerusuhan di Eropa tidak dipicu oleh satu faktor tunggal. Kenaikan biaya energi mungkin turut berperan, tetapi dampaknya dinilai tidak sebesar lonjakan harga energi pada 2022, ketika perang Rusia-Ukraina dimulai.
“Masalah mendasarnya adalah para politisi tidak mampu menawarkan harapan akan kehidupan yang lebih baik bagi banyak warga Eropa karena ekonomi hanya tumbuh lambat dan pemerintah telah menumpuk utang yang besar,” ujar Kenningham.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang lambat dan besarnya utang pemerintah membatasi kemampuan negara untuk meningkatkan belanja publik atau memangkas pajak. Kondisi tersebut menjadi tantangan ketika masyarakat menuntut perbaikan layanan publik sekaligus membutuhkan bantuan untuk menghadapi kenaikan biaya hidup.
Tekanan ekonomi juga tercermin dari sejumlah indikator di Prancis. Data yang dikutip CNBC menunjukkan tingkat pengangguran negara tersebut mencapai 8,3 persen pada kuartal II 2026. Sementara itu, inflasi tahunan meningkat menjadi 3,1 persen pada September 2026, dengan harga energi melonjak 21,3 persen pada periode yang sama.
Kondisi tersebut menambah tantangan bagi pemerintah Eropa dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga. Di satu sisi, pemerintah dituntut merespons keresahan warga melalui kebijakan yang membantu meringankan beban hidup dan memperbaiki layanan publik. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi yang lambat dan keterbatasan anggaran membuat ruang kebijakan menjadi lebih terbatas.
Gelombang demonstrasi di berbagai negara itu pun menyoroti persoalan yang lebih luas daripada kenaikan harga bahan bakar semata. Keterjangkauan perumahan, kualitas layanan publik, dan harapan terhadap perbaikan kondisi ekonomi menjadi sejumlah isu yang perlu dihadapi pemerintah Eropa.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377480/original/078319600_1792466079-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376196/original/052994500_1792312230-AP26290571270648.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262534/original/058192400_1781834566-091123000_1781254919-WhatsApp_Image_2026-06-12_at_15.37.48__1_.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3138075/original/041732100_1590633699-000_1PR10W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371787/original/059347600_1791806926-email-attachment_2026_10_12_windanelfira-at-klyid_inflasi-jakarta-terendah-di-jawa-bali-pramono-ungkap-rahasianya_IMG_5619.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377623/original/078813200_1792471801-1289268.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371787/original/059347600_1791806926-email-attachment_2026_10_12_windanelfira-at-klyid_inflasi-jakarta-terendah-di-jawa-bali-pramono-ungkap-rahasianya_IMG_5619.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377623/original/078813200_1792471801-1289268.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377555/original/081047000_1792469173-1000479459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377540/original/018677800_1792468167-IMG-20261020-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4214799/original/096003600_1667551659-20221104-Lalu-Lintas-Demo-Faizal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5330926/original/076261400_1756371149-WhatsApp_Image_2025-08-28_at_09.26.55_a1262786.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366161/original/033894000_1791256355-Screenshot_2026-10-06_101115.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376121/original/005530800_1792307853-Untitled.jpg)