Negara-Negara Rilis Peringatan Perjalanan ke Eropa Buntut Demo Ricuh di Paris dan Milan

Peringatan perjalanan ke Eropa dari Malaysia, Thailand, dan Selandia Baru menyoroti risiko demo yang berpotensi mengganggu keamanan dan agenda wisata.

Diterbitkan 20 Oktober 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peringatan perjalanan ke Eropa menjadi perhatian setelah demo berujung ricuh terjadi di Paris, Prancis, dan Milan, Italia. Aksi massa yang berkembang menjadi bentrokan memicu kerusakan bangunan, penangkapan, serta gangguan aktivitas di sejumlah kawasan perkotaan yang juga menjadi tujuan wisata.

Melansir News.com.au, Senin, 19 Oktober 2026, demo di Prancis melibatkan pelajar dan kelompok masyarakat sebelum berkembang menjadi aksi kekerasan. Sejumlah toko dan bangunan dilaporkan rusak, sementara aparat melakukan penangkapan untuk mengendalikan situasi.

Di Milan, Italia, demo turut memanas di tengah persoalan sosial dan ekonomi yang menjadi perhatian masyarakat. Situasi keamanan tersebut membuat wisatawan perlu memperhatikan perkembangan kondisi di kedua negara.

Demo yang berlangsung di ruang publik berpotensi menghambat mobilitas, mengganggu akses menuju tempat wisata, serta memengaruhi aktivitas masyarakat di sekitar lokasi aksi.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) turut mengeluarkan panduan keselamatan perjalanan bagi warganya yang hendak mengunjungi Prancis dan Italia. Panduan tersebut menyoroti risiko keamanan yang berkaitan dengan demo dan kerusuhan di kedua negara.

Wisatawan AS disarankan menjauhi lokasi demo, memantau informasi terbaru dari sumber setempat, serta mengikuti arahan otoritas apabila terjadi gangguan keamanan. Mereka juga perlu memperhatikan perubahan kondisi di sekitar destinasi agar dapat menyesuaikan rencana perjalanan.

Informasi mengenai situasi keamanan dan imbauan resmi dapat membantu wisatawan menentukan rute perjalanan, mengatur kunjungan ke kawasan perkotaan, serta menghindari tempat wisata yang berada di sekitar lokasi demo.

Malaysia dan Thailand

Malaysia mengimbau warganya menunda perjalanan yang tidak mendesak ke Prancis hingga situasi keamanan membaik. Kementerian Luar Negeri negara itu menegaskan imbauan tersebut bukan larangan bepergian karena kunjungan ke negara itu masih diperbolehkan, lapor The Star.

Kedutaan Besar Malaysia di Paris meminta warga yang berada di Prancis tetap waspada dan memastikan data kontak mereka tercatat dengan benar. Pemerintah juga mendorong warga mendaftarkan perjalanan melalui platform e-Konsular untuk memudahkan komunikasi dan pemberian bantuan konsuler jika diperlukan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow mengingatkan warga Thailand yang berencana mengunjungi atau sedang berada di Prancis, Italia, Portugal, dan Belgia, menurut The National Thailand.

Ia meminta mereka menjauhi lokasi demo, memantau informasi resmi, serta menghubungi kedutaan Thailand terkait jika menghadapi kendala selama perjalanan. Sihasak juga menegaskan imbauan tersebut tidak melarang warga Thailand bepergian ke negara-negara tersebut.

Travel Warning ke 5 Negara

Selandia Baru memperbarui panduan keselamatan perjalanan pada Senin, 19 Oktober 2026, dengan menyoroti demo di Albania, Prancis, Italia, Portugal, dan Spanyol. Pemerintah menyebut sejumlah aksi berujung kekerasan, perusakan, pembakaran, hingga kerusakan properti.

Warga Selandia Baru diimbau menjauhi lokasi demo, unjuk rasa, dan rapat umum. Mereka juga diminta memantau media lokal, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menggunakan rute alternatif untuk menghindari kerumunan.

Panduan tersebut turut mengingatkan potensi gangguan perjalanan akibat kerusuhan, termasuk akses menuju bandara. Wisatawan yang mengalami gangguan penerbangan disarankan menghubungi maskapai sebelum berangkat ke bandara dan memeriksa ketentuan asuransi perjalanan jika perlu memperpanjang masa tinggal.

Pemerintah Selandia Baru juga mendorong warganya mendaftarkan rencana perjalanan melalui platform SafeTravel agar dapat menerima informasi darurat selama berada di luar negeri.

Demo di Eropa

Demo di Eropa dipicu berbagai persoalan sosial dan ekonomi di masing-masing negara. Di Prancis, aksi pelajar menyoroti kondisi sekolah, kekurangan tenaga pengajar, serta proses penerimaan universitas. Protes kemudian meluas seiring ketidakpuasan terhadap kenaikan biaya hidup dan penurunan kualitas layanan publik.

Di Spanyol, keterjangkauan tempat tinggal menjadi salah satu pemicu utama demo. Aksi serupa di Portugal turut menyoroti kenaikan harga rumah dan biaya hidup. Sementara itu, massa di Milan, Italia, memprotes tekanan ekonomi, persoalan lapangan kerja, dan pendidikan.

Di Albania, demo berkaitan dengan isu korupsi, kesempatan kerja, serta standar pendidikan. Situasi tersebut dapat memengaruhi rencana wisata, terutama bagi pengunjung yang hendak mendatangi pusat kota atau kawasan tempat aksi berlangsung.

Wisatawan perlu memeriksa pengumuman pemerintah, perkembangan transportasi, dan arahan otoritas setempat sebelum berpindah lokasi untuk menghindari titik kerumunan.