Sukses

Konsumsi Obat Tidak Bikin Diabetesi Alami Gagal Ginjal

Liputan6.com, Jakarta - "Dok, nanti kalau makan obat terus kasian ginjal saya. Katanya bisa kena ke ginjal ya dok?" Pertanyaan tersebut sering didapati dokter spesialis penyakit dalam konsultan Rulli Rosandi di ruang praktiknya. Dengan tegas Rulli mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar.

Ketika mendapati pertanyaan semacam di atas, ia kemudian menawarkan pada pasiennya untuk mengunjungi unit cuci darah yang ada di rumah sakit. Pasien bisa bertanya alasan menjalani cuci darah.

"Saya kadang minta pasien main ke sana, tanya ke pasien di sana. Karena sebagian pasien yang menjalani cuci darah adalah pasien diabetes. Coba tanya, mereka yang di sana itu karena rajin minum obat atau tidak minum obat," kata Rulli dalam live Instagram bersama Kemenkes RI.

Ketika pasien diresepkan obat, baik oral maupun injeksi, oleh dokter, maka hal tersebut berguna untuk membantu menurunkan kadar gula darah. Namun, ketika pasien tidak mengonsumsinya bisa berakibat komplikasi, salah satunya pada ginjal.

"Karena tidak minum obat membuat peningkatan kadar gula darah, yang membuat komplikasi ke ginjalnya," kata Rulli.

Mengonsumsi obat seumur hidup juga bukan ketergantungan tapi kebutuhan. Jika bukan pasien diabetes ya tentu tidak butuh obat tersebut.

"Diubah paradigmanya, makan obat itu kebutuhan bagi diabetesi. Sama seperti kita makan nasi, kan kebutuhan. Nah, bagi diabetesi, obat itu ya kebutuhannya," katanya lagi.

 

2 dari 3 halaman

Ubah Gaya Hidup

Selain mengonsumsi obat, tatalaksana diabetes juga pada aspek gaya hidup. Dokter bakal menyarankan pasien untuk melakukan asupan nutrisi yang tepat serta berolahraga.

"Dalam semua tahapan diabetes yang paling penting ada dua, yakni dengan non obat-obatan dan obat-obatan. Kombinasi keduanya," kata Rulli.

3 dari 3 halaman

Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19.