Sukses

COVID-19 RI Melandai dan Sudah Banyak Divaksinasi, Masyarakat Jangan Terlena

Liputan6.com, Jakarta Indonesia menjadi salah satu negara dengan capaian vaksinasi COVID-19 tertinggi di dunia. Walau begitu, masih dibutuhkan upaya keras dan peran serta masyarakat guna mencapai target 208 juta rakyat yang divaksinasi.

Upaya tersebut, menurut Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Usman Kansong, demi terbangunnya herd immunity atau kekebalan komunal.

“Bersamaan dengan itu, disiplin protokol kesehatan perlu tetap dijaga dan ditingkatkan agar tingkat penularan COVID-19 tidak kembali melonjak," kata Usman melalui pernyataan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, Selasa (26/10/2021).

"Jangan sampai terlena dengan adanya penurunan kasus COVID-19 belakangan ini dan dengan banyaknya penduduk yang sudah divaksin."

Usman menekankan, COVID-19 masih berada di sekitar kita. Bila tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan turun dapat mengundang kembali terjadinya lonjakan kasus.

Situasi COVID-19 di Tanah Air terus melandai. Data Satgas Penanganan COVID-19 mencatat, sejak 15 Oktober 2021, kasus harian konsisten di bawah 1.000 orang dan positivity rate di bawah 1 persen.

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

2 dari 3 halaman

Kombinasi Vaksinasi, 3M, dan 3T

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 Sonny Harmadi menyoroti, perlunya kita mencermati penurunan tingkat kepatuhan masyarakat di sejumlah daerah sesuai data monitoring perubahan perilaku Satgas COVID-19.

“Jangan sampai penurunan ini menjadi celah munculnya gelombang ketiga dan masuknya varian baru,” katanya.

Pemerintah terus berupaya melakukan yang terbaik dalam penanganan COVID-19. Butuh partisipasi masyarakat mendukung program penanganan COVID-19 juga menjadi kunci utama keberhasilan pengendalian pandemi.

“Tidak ada intervensi tunggal yang dapat mengatasi COVID-19. Penerapan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Menjaga Jarak, Mencuci tangan dengan sabun), peningkatan kapasitas 3T (testing, tracing, treatment), dan percepatan vaksinasi masih menjadi kombinasi intervensi terbaik yang bisa dilakukan bersama,” beber Sonny.

Di sisi lain, pembukaan aktivitas secara bertahap harus dilakukan penuh kehati-hatian. Guna mengoptimalkan upaya perlindungan kesehatan, Sonny mengajak masyarakat segera vaksinasi dan tetap disiplin protokol kesehatan secara kompak, konsisten, dan kolektif.

3 dari 3 halaman

Infografis Sudah Vaksinasi Covid-19? Jangan Kendor 5M!