Sukses

Jari-Jari Kaki Covid Bisa Dialami Pasien Corona COVID-19 Selama 150 Hari

Liputan6.com, London - Sebuah analisis baru menunjukkan bahwa pasien COVID-19 mengalami gejala kulit yang berkepanjangan. Satu orang pasien bahkan melaporkan memiliki Covid toes atau jari-jari kaki Covid selama hampir enam bulan.

Analisis dilakukan pada pasien yang terdaftar di International COVID-19 Demartology Registry, sebuah badan yang menampung data-data pasien terjangkit Virus Corona baru dengan gejala dermatologis terbesar di dunia.

Sampai dengan saat ini ada 1.000 kasus terdaftar dari pasien-pasien di 39 negara.

Menurut Peneliti Utama dari International COVID-19 Demartology Registry, Dr Esther Freeman, kebanyakan kasus COVID-19 dengan gejala dermatologis berlangsung selama 12 hari. Namun, beberapa pasien melaporkan durasi yang lebih lama.

"Ketika kami mulai melihat durasi gejala, beberapa dari pasien ini benar-benar mengalami gejala yang bertahan sangat lama," kata Esther dikutip dari situs NBC pada Jumat, 30 Oktober 2020.

"Secara khusus, kami melihat bahwa pada penderita chilblains, yang juga dikenal sebagai Covid toes, mereka telah mengalami gejala kulit selama lebih dari 60 hari," Esther melanjutkan.

Dua contoh kasus di antaranya menimpa pasien COVID-19 yang harus mengalami masalah kulit tersebut selama 130 hari, dan satu pasien lainnya lebih dari 150 hari.

Pada pasien yang mengalami jari-jari kaki Covid, kata Esther, akan mengalami pembengkakan, perubahan warna, dan nyeri pada jari kaki selama berbulan-bulan

Lebih lanjut Esther mengatakan bahwa mereka juga mengalami peradangan yang terus menerus seperti ini,"Sayangnya, tidak banyak yang bisa dilakukan dokter untuk pasien ini.".

Menurut Esther, saat ini tidak ada pengobatan yang diketahui dapat mengatasi Covid toes atau jari-jari kaki Covid.

 

2 dari 4 halaman

Gejala Kulit Lainnya yang Terkait COVID-19

Gejala kulit lainnya termasuk gatal-gatal yang berlangsung sekitar lima hari dalam banyak kasus. Serta papul dan plak yang bersisik, yang disebut papulosquamous eruption, yang berlangsung selama 20 hari.

Bahkan, lanjut Esther, gejala yang berbeda dapat menunjukkan tingkat keparahan infeksi COVID-19.

Meski demikian, Esther mengimbau agar pasien COVID-19 yang mungkin mengalami gejala kulit seperti ini untuk tidak panik.

Sebab, Covid toes relatif cepat sembuh dan hilang dengan sendirinya. Juga tak memiliki efek jangka panjang.

"Saya tidak ingin orang panik. Saya pikir penting untuk diyakini bahwa ini umumnya terkait dengan penyakit yang cukup ringan," katanya.

"Peting untuk diketahui bahwa ada subkelompok pasien yang tampaknya memiliki penyakit ini. Itu adalah kelompok yang perlu kita teliti lebih lanjut," Esther menekankan.

3 dari 4 halaman

Infografis COVID-19

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini