Sukses

Lewat Dongeng, Edukasi COVID-19 pada Anak Lebih Menyenangkan

Liputan6.com, Jakarta Dongeng bisa menjadi salah satu cara penyampaian edukasi COVID-19 untuk anak. Penggunaan benda-benda yang banyak ditemukan di sekitar kita juga mempermudah mereka untuk mencerna pesan yang ingin disampaikan.

"Kalau anak-anak melihat benda yang akrab sama mereka, mereka senang, ketawa-ketawa" kata pendongeng Agus Nur Alam atau lebih akrab disapa PM Toh dalam sebuah dialog yang disiarkan dari Graha BNPB beberapa waktu lalu.

"Dari benda-benda yang akrab sama anak-anak itulah kemudian kita membuat simbol-simbol untuk menjelaskan misalnya soal apa itu virus corona," kata PM Toh, dikutip Selasa (27/10/2020).

PM Toh menambahkan, mengingat saat ini pergerakan banyak dibatasi untuk mencegah COVID-19, ia saat ini lebih banyak bercerita lewat daring baik melalui Zoom atau media sosial lainnya.

"Jadi mendongeng dari rumah saja," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, psikolog anak dan keluarga Sani Budiantini Hermawan mengatakan bahwa memberikan edukasi COVID-19 kepada anak harus disesuaikan dengan perkembangannya, dan menggunakan cara serta bahasa yang mudah dimengerti.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Mendongeng Cara Edukasi yang Menyenangkan

Sani setuju bahwa mendongeng bisa menjadi salah satu cara menyampaikan pesan untuk lebih waspada terhadap COVID-19. Cara ini bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan.

"Jadi anak bisa berkhayal, berimajinasi, ini membuat anak selain mendapatkan ilmu, dia bisa menerapkan dengan gampang," kata Sani yang juga Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani ini.

"Apalagi dengan memakai alat-alat yang konkrit, anak-anak lebih gampang masuknya dibanding kita hanya ngomong, anak mendengarkan, tetapi tidak masuk."

Untuk itu, orangtua saat ini dituntut untuk punya kreativitas untuk mengajarkan anak lebih waspada terhadap COVID-19. "Pakai alat-alat yang ada, bahasa yang nyambung, intonasi yang menyenangkan, dan juga orangtua jangan sampai menakut-nakuti anak."

PM Toh menambahkan, dari virus corona ini kita bisa belajar untuk lebih memperhatikan sesuatu yang seringkali dianggap kecil.

"Selama ini kita hidup dengan ide yang besar-besar, menginginkan yang besar-besar" ujarnya.

"Begitu kena serangan makhluk kecil kita kolaps. Nah saatnya kita mulai mengajarkan sesuatu yang kecil-kecil."

3 dari 4 halaman

Infografis 3 Hormon Bahagia Jaga Imunitas Tubuh dari Covid-19

4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini