Sukses

Selain Warna Urine, Ini Cara Mudah Deteksi Dehidrasi pada Tubuh

Liputan6.com, Jakarta Turan minum air delapan gelas perhari mungkin sudah tidak asing di telinga Anda. Kekurangan cairan dapat menyebabkan tubuh tidak dapat berfungsi dengan optimal karena dehidrasi. Namun, bisa saja Anda butuh lebih dari delapan gelas dalam sehari. 

“Minum delapan gelas perhari adalah awal mula yang baik. Namun, Anda juga mungkin membutuhkan lebih banyak cairan ketika sakit dan demam,” ucap ahli nutrisi Cynthia Sass.

Untuk memastikan kebutuhan cairan tubuh tercukupi, bisa dengan mengecek warna urine saat buang air kecil. 

“Warna urine dapat memberi tahu tentang kebiasaan minum Anda. Jika Anda jarang buang air kecil dan urine Anda berwarna kuning gelap, maka itu bisa jadi pertanda bahwa Anda kekurangan cairan,” ucap Baruch Fertel, dokter di Cleveland Clinic, Ohio, Amerika Serikat seperti dikutip Health, Senin (2/9/2019).

Selain warna urine, jarang buang air kecil adalah tanda lain tubuh dehidrasi. Selain itu, rasa haus juga tanda paling mudah bahwa tubuh butuh air.

“Ketika Anda merasa haus, Anda sudah mengalami sedikit dehidrasi. Anda harus selalu minum ketika merasa haus. Tetapi cara terbaiknya adalah Anda minum sebelum merasa haus,” ucap Sass.

 

2 dari 3 halaman

Efek Dehidrasi

Dehidrasi bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng. Kondisi ini sering dianggap bukan masalah. Padahal kehilangan 2 persen cairan dalam tubuh saja dapat berdampak negatif pada kinerja fisik.

“Bahkan, kehilangan 1-3 persen telah terbukti dapat merusak suasana hati, mengurangi konsentrasi, meningkatkan sakit kepala, merusak ingatan kerja, dan meningkatkan kecemasan juga kelelahan,” jelas Sass.

Intinya, tetap terhidrasi adalah hal yang penting dan tidak ada jawaban praktis tentang seberapa banyak air yang dibutuhkan tubuh. Tiap orang membutuhkan konsumsi air yang berbeda-beda sesuai dengan seberapa banyak cairan yang telah hilang. 

 

Penulis: Diviya Agatha

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Ada Galian dan Pengecoran, Sejumlah Jalan di Jakarta Macet
Artikel Selanjutnya
Waspadai Kilat dan Angin Kencang di Dua Kawasan Jakarta Ini