Sukses

Donorkan Plasma Darah Demi Bisa Belanja, Carisa Raup Rp 42 Juta Per Tahun

Liputan6.com, Jakarta Carisa Barker (20), mengunjungi klinik untuk mendonorkan plasma darahnya setiap dua kali seminggu. Hal ini dilakukannya untuk mendapat uang sehingga ia bisa berbelanja.

Carisa telah melakukan hal ini selama setahun. Dia bahkan sudah meraup hingga lebih tiga ribu dolar atau sekitar Rp 42 juta dari kebiasaannya mendonasikan plasma darahnya.

Melansir New York Post pada Senin (10/6/2019), perempuan yang berprofesi sebagai pelajar dan pengasuh paruh waktu ini menghasilkan 280 dolar dalam sebulan. Dia mengatakan, ini adalah cara termudah untuk menghasilkan uang.

"Saya benar-benar merekomendasikan ini kepada orang-orang yang kekurangan uang dan ingin berbelanja," katanya.

Ketika melakukannya untuk pertama kali, Carisa mendapatkan 20 dolar. Namun, imbalannya semakin naik dari waktu ke waktu.

Perempuan asal Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat itu mengaku bahwa dirinya adalah seorang 'shopaholic'. Dirinya bahkan bisa mengunjungi mal hingga tiga kali seminggu.

Dalam sebulan, setidaknya 600 dolar habis untuk pakaian, sepatu, dan produk kecantikan.

 

2 dari 4 halaman

Apa Itu Donor Plasma Darah?

Donor plasma darah sendiri berbeda dengan donor darah biasa. Plasma, merupakan cairan kekuningan dalam darah yang tersisa setelah sel darah putih dan merah, serta trombosit dikeluarkan.

Cairan plasma terdiri dari air, garam, protein, dan enzim yang digunakan dalam obat-obatan. Mereka berguna untuk membantu orang dengan luka bakar, syok, trauma, dan darurat medis lainnya. Di Amerika Serikat, pusat pengumpulan plasma menawarkan pembayaran untuk donasi yang diberikan.

"Plasma yang dikumpulkan dari donor sehat diproses menjadi berbagai macam terapi yang bermanfaat bagi ribuan orang setiap hari, dengan penyakit langka, seringkali mengancam jiwa seperti kelainan imunodefisiensi, hemofilia, dan herediter angioedema (HAE)," kata perwakilan BioLife.

 

3 dari 4 halaman

Tidak Mengalami Masalah Kesehatan

Carisa sendiri mengatakan dirinya tidak pernah mendapatkan masalah kesehatan apa-apa atas apa yang dia lakukan.

"Selama saya makan banyak protein sebelum melakukannya dan tetap terhidrasi, saya baik-baik saja," kata Carisa. Selain itu, karena dia tahu manfaat dari plasma yang dia berikan, dia merasa senang bahwa kebiasaannya itu bisa membantu orang lain.

"Saya berencana untuk terus menyumbang."

Di samping itu, dia juga belum punya rencana untuk berhenti menjadi seorang 'gila belanja.'

"Jika saya berada di titik di mana saya tidak punya uang, saya akan berhenti. Berbelanja adalah pengeluaran terbesar saya, tapi saya juga menghabiskan banyak uang untuk bepergian."

4 dari 4 halaman

Simak juga video menarik berikut ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Demi Puaskan Hasrat Belanja, Wanita Ini Rutin Donor Plasma Darah Berbayar Rp 48 Juta