Sukses

Konsumsi Protein Terlalu Banyak, Kenali 4 Risikonya

Liputan6.com, New York- Fungsi protein bagi tubuh amatlah banyak, mulai dari membentuk sel dan jaringan tubuh hingga membantu meningkatkan proses metabolisme tubuh. Mengingat manfaatnya yang besar, bukan berarti mengonsumsi protein dalam jumlah berlebih. 

Setiap hari kita dianjurkan mengonsumsi 120-140 gram protein yang bisa berasal dari telur, daging merah, daging ayam, ikan, kedelai, dan aneka kacang-kacangan yang merupakan makanan sumber protein.

Pekerja tengah mengangkat kacang kedelai untuk dijadikan bahan dasar pembuatan tahu di Jakarta, Rabu (6/1/). Indonesia masih bergantung pada kedelai impor karena minimnya produksi kedelai di dalam negeri. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jika asupan protein berlebih, hal tersebut malah menyebabkan hal-hal tidak menyenangkan bagi tubuh. Mulai dari aroma mulut tak sedap hingga berat badan naik seperti mengutip laman Women's Health, Selasa (11/10/2016).

1. Aroma mulut aneh

Saat sedang membatasi asupan karbohidrat dan memperbanyak protein terjadi ketosis. Ini adalah suatu kondisi tubuh membakar lemak sebagai bahan bakar tubuh gara-gara tak ada karbohidrat.

Hal ini mungkin baik bagi penurunan berat badan, namun berpengaruh pada aroma mulut seperti dituturkan ahli nutrisi, Jessica Cording. Pada saat tubuh membakar lemak, tubuh memproduksi bahan kimiawi bernama keton yang membuat aroma mulut seperti bau penghapus cat kuku.

2. Emosi sulit terkontrol

Otak membutuhkan karbohidrat untuk membantu stimulasi hormon serotonin yang membuat suasana hati lebih baik. Jadi tak heran saat orang tak mengonsumsi karbohidrat namun memperbanyak protein, ia jadi mudah marah dan kesal.

3. Ginjal bekerja lebih keras

Saat tubuh mengolah makanan yang mengandung protein, pada saat bersamaan makanan tersebut menghasilkan produk sampingan yakni nitrogen. Nah, ginjal berperan untuk menyaring nitrogen agar tak berada dalam darah.

Jika mengonsumsi protein dalam jumlah normal, bukan jadi masalah. Namun bila terlalu banyak, hal itu berpotensi merusak ginjal seperti dituturkan Cording.

4. Berat badan naik

Mengonsumsi makanan tinggi protein bisa membantu menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Namun jika terus mengonsumsi telur putih dan whey protein tanpa memangkas asupan yang lain berat badan tetap naik.

Salah satu faktanya terdapat dalam studi melibatkan 7000 orang dewasa. Rupanya mereka yang makan protein lebih banyak, sekitar 90 persen cenderung membuat berat badan naik.