Sukses

Kotoran Melayang, Toilet di Luar Angkasa Tetap Jauh Lebih Bersih

Liputan6.com, Washington - Anda mungkin pernah menunda untuk bersih-bersih rumah sehabis mengadakan pesta semalaman dan langsung masuk kamar tidur. Sekarang, Anda harus membayangkan tengah berada di luar angkasa, 220 mil di atas bumi, dan bertahan dengan aneka jenis kotoran dan sampah yang tak pernah dibuang, bahkan melayang-layang karena gravitasi di titik nol.

Jangan membayangkan kondisi kapal para astronot sejorok itu. Di Stasiun Luar Angkasa (ISS) mereka punya filter udara dan alat yang berfungsi sebagai vakum untuk membersihkan tempat tinggal sementara astronot itu.

Untuk menentukan seberapa bersih ISS sebenarnya, Jet Propulsion Lab milik NASA menilai dari penyaring udara serta vakum yang dipakai astronot. Menurut Washington Post, dikutip dari Medical Daily, Selasa (3/11/2015) siang, astrobiologis Kasthuri Venkateswaran dan rekan-rekannya di NASA mempelajari penyaring Udara Partikulat Efisiensi Tinggi (HEPA) yang telah di pesawat itu selama 40 bulan, ditambah dua kantong debu dari vakum.

Mereka kemudian melakukan analisis genetik dan membandingkan debu dan ruangan yang mereka miliki di bumi. Tujuannya agar menghindari kontaminasi yang menyebar ke ruang angkasa, Nasa juga ingin ISS benar-benar bebas dari kuman dan kotoran lainnya dari luar.



Bakteri kulit yang disebut Actinobacteria sangat lazim di ISS, apalagi sejak manusia tinggal di sana dan bukan di ruangan yang bersih. Dari vakum ditemukan Staphylococcus, yang dapat menyebabkan penyakit mulai dari keracunan makanan hingga infeksi kulit, bahkan dari debu.

Temuan ini membuktikan bahwa filter udara tidak menghisap kotoran sebanyak vakum, yang berarti bahwa permukaan ISS lebih kotor dari udaranya. Tapi astrobiologis NASA punya jawaban tegas soal kebersihan pesawat tersebut.

"ISS adalah lingkungan buatan yang unik. Orang menganggapnya itu kotor, tapi sebetulnya tidak. Ini berkali-kali lebih bersih daripada kamar mandi Anda di rumah," pungkasnya.

Loading