Sukses

7 Foto Aktivitas Anak yang Tak Perlu Diunggah di Media Sosial

Liputan6.com, London - Teknologi kini lekat sekali dalam kehidupan kita, termasuk kehadiran kamera pada ponsel yang membuat orangtua selalu ingin merekam aktivitas anak. Rasanya setiap perkembangan anak ingin dibagikan di media sosial seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram.

Namun tak semua aktivitas si Kecil bisa Anda unggah ke media sosial karena bisa membuat sang buah hati malu saat besar atau yang lebih parah menjadikan mereka sebagai target potensial bagi predator anak.

Laman Parenting menyarankan tujuh aktivitas yang sebaiknya tak diunggah ayah maupun ibu di aneka media sosial maupun internet, dilansir Senin (31/8/2015).

1. Mandi
Saat si Kecil mandi yang memperlihatkan tubuh telanjangnya bukanlah konsumsi publik. Hal ini bisa membuka peluang kejahatan jika jatuh kepada pihak yang tak tepat seperti menjadi bagian dari pornografi anak.

2. Sakit atau terluka
Sebagai orangtua tugas utama adalah menjaga mereka bukan mengambil keuntungan dari mereka. Coba bayangkan diri Anda sedang sakit atau merasa buruk kemudian dipotret lalu diunggah ke sosial media. Penting sekali bagi orangtua mempertimbangkan masak-masak foto mana yang bisa dilihat publik luas dan bukan. 

 

 

2 dari 2 halaman

Foto yang memalukan

3. Foto anak yang memalukan
Mengunggah foto anak ketika sedang dalam kondisi yang memalukan dampaknya bisa besar. Hal ini bisa memicu dampak jangka pendek maupun jangka panjang padanya. Jika saat ia besar kemudian mengetahui hal ini bisa memicu ketidakpercayaan terhadap orangtua, post-traumatic stress disorder, depresi dan kecemasan di hari mendatang.

4. Saat di toilet
Mungkin sebagai orangtua Anda bangga si Kecil sudah mampu duduk di toilet sendiri. Namun tak perlu mengunggah foto saat ia melakukan hal ini. Biarkan ini jadi kenangan pribadi Anda daripada harus mengunggah ke media sosial dengan konsekuensi ia akan malu di masa depan.

5. Foto anak dan teman-teman
Tidak semua orangtua senang wajah putra atau putrinya termpampang di media sosial. Pastikan Anda sudah izin kepada orangtua lain yang wajah anaknya turut ada di foto tersebut sebelum diunggah ke media sosial.

6. Foto-foto yang memungkinkan ia menjadi bahan perundungan
Pertimbangkan masak-masak posting foto-foto mereka yang dapat berpotensi membuatnya jadi bahan perundungan (bullying). Misalnya foto yang menunjukkan kelemahan, ketakutan, kekonyolan anak.

7. Kegiatan yang tidak aman
Jangan unggah foto-foto yang bisa menimbulkan kritik dan potensi masalah di kemudian hari. Misalnya foto ketika sang ayah membuka botol bir di samping si Kecil atau memangku si Kecil saat menyetir sambil mengangkat telepon.

 

BERANI BERUBAH: Soto Gratis Warga Isoman