Sukses

Dehidrasi Saat Menyetir Sama dengan Mabuk

Liputan6.com, New York- Jangan sepelekan rasa haus kala menyetir. Kondisi ini menandakan tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi. Dehidrasi bisa berakibat fatal pada saat menyetir kendaraan bahkan dampaknya sama seperti mabuk.

Persamaan kurang air minum dan mabuk saat menyetir diungkapkan dalam Jurnal Physiology and Behavior. Peneliti mengungkapkan kedua kondisi tersebut bisa membuat banyak kesalahan berbahaya di jalan raya.

Peneliti melakukan eksperimen dalam dua kondisi. Pada hari pertama, pengendara mobil diberikan secangkir air minum per jam, ternyata ada 47 kesalahan yang dilakukan. Pada hari kedua, pengemudi hanya diperkenankan untuk menyeruput air minum setiap jam dan ternyata kesalahan capai 101.

"Dehidrasi ringan menyebabkan penurunan kemampuan mengemudi, terdapat banyak kesalahan seperti mengemudi di bawah pengaruh minuman beralkohol," terang salah satu peneliti dokter Louise Reyner.

Kekurangan air minum menyebabkan otak tidak berfungsi optimal seperti diungkapkan peneliti utama dokter Ron Maughan seperti dilansir Good Houskeeping, Selasa (5/5/2015).

"Dehidrasi saat mengemudi berdampak pada kejernihan mental, reaksi, fokus, konsentrasi bahkan suasana hati," terang ahli gizi Kim Larson.

Salah satu cara termudah untuk menentukan status hidrasi tubuh bisa dilihat dengan melihat warna urine. Semakin berat tingkat dehidrasi, semakin gelap warna urine yang dikeluarkan. (Baca: Usai Buang Air Kecil, Perhatikan Warna Urine)

 

Baca Juga:

Dehidrasi Tak Selalu Harus Minum Air

Terungkap, Penyebab Kematian Peserta Reli Dakar Ini

  • Dehidrasi merupakan kondisi jumlah cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak dari jumlah cairan yang masuk.
    Dehidrasi
  • haus